Istilah Kristen – Rm Silvinus Sapomo, CM

17 12 2011

Siapakah orang Kristen itu? Seringkali kita salah kaprah menjawabnya. Ada yang bilang, orang Kristen itu orang yang beragama Kristen. Kalau ditanya, “Apakah kamu orang Kristen?” Dia lalu menjawab, “Bukan, kami orang Katolik.”

Memang sejak Reformasi Gereja abad kelima belas, ada semacam identitas yang harus diperjelas di kalangan orang Kristen. Orang Kristen menjadi kian majemuk dengan aneka macam nama dan Gereja. Akibatnya kata “Kristen” atau “Christian” seringkali hanya menjadi milik satu komunitas saja.

Kita salah kaprah jika berkata bahwa saudara seiman yang di luar agama Katolik itu adalah orang Kristen. Kalau mereka (Gereja-gereja Reformasi atau Protestan) itu disebut orang Kristen, lantas kita ini siapa? Bukankah kita ini (Gereja Katolik) juga adalah orang Kristen, orang yang jadi pengikut Kristus? Kita semua adalah orang-orang Kristen. Yang membedakan hanyalah nama Gereja, komunitas dan pemimpinnya.
Orang Kristen itu terdiri dari banyak Gereja dan komunitas rohani. Katolik disebut Kristen. Anglikan juga Kristen. Ortodoks juga Kristen. Protestan (entah itu Lutheran, Kalvinis dan lain-lain) juga Kristen. Tapi istilah yang terakhirnya boleh direvisi. Mereka tidak mau disebut sebagai Protestan, Tapi seperti yang saya sebutkan di atas tadi, lebih cocok kalau disebut sebagai agama atau Gereja Reformasi.

Kisah para Rasul memberi keterangan kepada kita bahwa di Antiokia-lah untuk pertama kalinya para murid Kristus disebut sebagai orang Kristen. Sebutan itu kemudian menyebar dan dikenakan kepada setiap orang yang menjadi pengikut Kristus.

Kristen bukan sekedar sekelompok orang yang beragama dan meyakini bahwa Kristus adalah penyelamatnya. Menjadi Kristen berarti menjadi seperti Kristus sendiri. Menjadi Kristen berarti menjadi anak-anak Allah dan Allah menjadi Bapanya. Baptis yang kita terima tidak saja menjadikan kita orang Kristen. Lebih dari itu, ia mendorong kita untuk ambil bagian dalam hidup Kristus sepenuhnya. Tujuannya hanya satu, yakni supaya kita semua diangkat menjadi Anak Allah dan mendiami KerajaanNya.

Kristus sendiri memberikan jaminan kepada kita selaku pengikutnya: “Domba-domba-Ku mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.” Pengikut Kristus adalah milik Bapa yang dipilih untuk menjadi warga Kerajaan Allah.

Jadi, Karena kita ini orang Kristen, entah apalah alirannya, kita begitu berharga di hadapan Allah. Karena kita pengikut Kristus yang satu dan sama, kita akan mendapatkan kehidupan yang kekal. Karena kita ini murid-murid Kristus, kita tidak akan binasa sampai selama-lamanya.

Aku bahagia menjadi Kristen, karena dengan status itu aku percaya akan hidup yang baru.

Spmcm

Selasa, 17 Mei 2011


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: