Pilah Pilih Kasih

23 08 2011

“Yang satu harus dilakukan, tapi yang lain jangan diabaikan.”

Saat menjelang lebaran begini, banyak sekali ajakan mengadakan baksos, entah itu bukber di panti asuhan, penjara dan para pemulung serta anak jalanan. Belum lagi acara bazaar murah dan kegiatan sosial di PSE. Kalau mau hitung-hitungan tentu pengeluaran bulan ini pasti lebih banyak dari waktu yang lainnya, masih ditambah waktu dan tenaga yang tercurah untuk terlibat memastikan acara berjalan lancar. Ternyata kegiatan ini juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat termasuk yang tidak merayakan lebaran.  Kegiatan berbagi antar sesama serupa ini juga kita lakukan menjelang Natal dan Paskah bersama mereka yang berkekurangan. Hal ini tentu baik sebagai penjabaran sila ke lima Pancasila dimana kita ingin berbagi dan menyenangkan mereka yang kurang mendapatkan kesempatan hidup seperti kita.

Mereka yang bisa berbagi, walaupun hanya bisa memberikan sedikit tetapi melakukannya dengan tulus dan ikhlas, tentu sangat menikmati arti kebersamaan yang ada. Tanpa rasa berat, tanpa merasa terpaksa, tanpa merasa ada yang hilang, dan tidak ada tuntutan atau harapan adanya pamrih.

Injil hari ini mengingatkan kita agar setiap saat berbagi kasih dengan sesama kita, tidak lagi hitung-hitungan atau berharap dengan untung ruginya. Tetapi yang diutamakan adalah rasa keadilan, didorong belas kasihan dan mau melakukannya sebagai tanda kesetiaan kita kepada Tuhan. Bukan karena ingin dilihat manusia, bukan juga karena didorong aturan kaidah tertentu. Bila kita melakukannya dengan sukacita, maka kitapun akan melihat betapa Tuhan itu memang murah hati. Kita telah diberikan kemampuan untuk memberikan sebagian yang kita miliki kepada orang lain, kita diberikan kesempatan untuk menyenangkan orang lain yang tidak seberuntung kita.

=====================================================================================================

Bacaan Injil Matius (23:23-26)

Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: