Dari Mulut Ke Mulut

5 07 2011

Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.

Pada dasarnya manusia suka berbicara, aktif sebagai mahluk sosial. Lebih suka lagi kalau menceritakan dirinya sendiri, termasuk keluarga dan  berbagai kebanggaannya. Selain bicara tentang diri sendiri, kabar negatif ternyata lebih cepat tersebar dari pada kabar baik. Hal ini juga tampak saat membaca surat kabar atau mendengarkan berita di televisi. Tidak banyak kabar baik yang mampu mendominasi media yang ada. Berita gosip, kata-kata yang negatif dari mulut ke mulut lebih cepat tersebar.

Kita bisa ikut menguranginya dengan tidak turut menyebarkan/memforward berita negatif dari mulut ke mulut atau dari tangan ke tangan (email/SMS/BBM).   Selain itu kita perlu juga melatih dan membiasakan diri untuk berbagi berita positif seperti  pengalaman iman ke teman-teman di sekitar kita.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan bagaimana kekuatan doa yang menghasilkan sentuhan Tuhan yang menyembuhkan. Seorang bapak yang mencintai anaknya, berseru kepada Tuhan agar datang menjamahnya. Demikian juga seorang perempuan yang menderita belasan tahun, tidak berdaya dan tersingkir dari komunitasnya, berseru dari dalam hatinya untuk dapat merasakan kasih Tuhan. Doa atas kerinduan kasih Tuhan muncul dari mulut kedua orang ini sebagai ungkapan iman percaya mereka akan Kristus. Doa mereka terjawab seperti yang diharapkan, tetapi mereka tidak berhenti sampai disana. Mereka bersaksi dengan mulut mereka, bagaimana Tuhan menolong mereka. Mereka menceritakan kisah cinta Tuhan kepada banyak orang.

Semoga kita semua yang sudah menerima kasih Tuhan, juga tidak berhenti bersyukur karenanya. Bersyukur tidak hanya melalui doa, tetapi juga mewartakan kasihNya, menceritakan kesaksian iman kita kepada banyak orang. Dari mulut yang sama kita menyapa Tuhan melalui doa, maka dari mulut yang sama pula kita berbagi kisah pengalaman iman kepada banyak orang. Buatlah sebanyak mungkin orang mendengar kabar terbaik hari ini, bahwa Tuhan mengasihi setiap orang dan menginginkan mereka kembali kepadaNya. Dengan demikian semakin besarlah kemuliaanNya. Ad Maiorem Dei Gloriam.

================================================================================================

Bacaan Injil Matius 9:18-26

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus seorang kepala rumah ibadat. Ia menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka Ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan bersama murid-murid-Nya mengikuti orang itu. Pada waktu itu seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karna katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkan dikau.” Maka sejak saat itu juga sembuhlah wanita itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling serta orang banyak yang ribut, berkatalah Ia, “Pergilah! Karena anak ini tidak mati, tetapi tidur!” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk. Dipegang-Nya tangan si anak, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: