Kepatuhan

24 05 2011

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.

Bagaimana caranya mengasihi Allah? Mudah, mengasihi Tuhan Yesus sama artinya dengan mengasihi Allah.  Bagaimana caranya mengasihi Tuhan Yesus? Menjadi sulit, karena kita mesti mematuhi semua ajaran-Nya. Kepatuhan kita tidak sempurna, dan bisa jadi tidak akan pernah menjadi sempurna. Ukuran kepatuhan kita bukanlah kesempurnaan, melainkan kesungguhan kita melaksanakan ajaran-ajaran-Nya.

Sering berdoa, banyak menyanyikan lagu-lagu rohani, banyak terlibat dalam pembangunan gereja tentu baik adanya, tetapi tidak serta-merta berarti bahwa kita mengasihi Dia. Banyak menulis renungan atau tulisan rohani lainnya juga sama, belum dapat dikatakan bahwa kita telah mengasihi Allah, meskipun itu juga baik adanya. Kesungguhan kita dalam mematuhi ajaran-ajaran-Nya, yang kita wujudkan dalam sikap dan perbuatan kita, dalam perasaan dan pikiran kita, itulah bentuk kasih kita kepada Allah.
Kasih Allah bersifat abadi, tidak pernah berubah dari dulu sampai kapan pun, bersifat terus menerus tanpa putus. Yesus telah kembali ke rumah Bapa-Nya, dan kita tidak tahu kapan kedatangan-Nya yang kedua. Kenaikan-Nya ke Surga tidak memutuskan relasi kita dengan-Nya, karena Bapa telah mengutus Roh Kudus bagi orang-orang yang percaya.

Seringkali kita salah mengartikan kedatangan Roh Kudus ini. Kita berharap Roh Kudus akan menunjukkan kuasa ilahi-Nya, melakukan mujizat untuk kita. Seringkali juga kita berharap Roh Kudus bekerja untuk kita, malah terkadang memaksakan kehendak demi kepentingan diri sendiri.   Apa iya Roh Kudus bisa disuruh-suruh seperti itu? Roh Kudus itu datang untuk mengajarkan kita tentang kebenaran, dan mengingatkan kita akan ajaran-ajaran Yesus. (Sandy Kusuma)

================================================================================================

Bacaan Injil, Yoh 14:21-26
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: