Lintas Alam Sambil Bermain

11 05 2011

Sesungguhnya melestarikan kekayaan hayati adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk mempersiapkan anak-anak  untuk mengenal dan mempunyai rasa memiliki atas kekayaan hayati negerinya.  Di kemudian hari merekalah yang akan bertanggungjawab untuk menjaga, memelihara, menggali  potensi, mengembangkan dan melestarikannya.

Menyadari hal itu, pada tanggal 7 Mei 2011 Sub Komisi Lingkungan Hidup (SKLH) Keuskupan Bandung menyelenggarakan kegiatan lintas alam bagi anak anak SD se Keuskupan Bandung dengan tema “Aku sahabat hutan dan alam ciptaanNya”.   Pagi pagi buta pukul 0630, 47 orang anak anak kelas 3-5 SD telah berkumpul dihalaman belakang Kathedral. Dengan didampingi kakak kakak fasilitator dari SKLH, mereka diantar menaiki bus menuju gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda.  Beberapa guru tampak mendampingi.
Di sana telah menunggu Kang Wawan Husin;seorang pendongeng. Di bawah naungan pohon pohon besar dekat patung Ir. H. Juanda, kita semua mendengarkan penuturan kang Wawan tentang pohon sahabat kita. Dengan bahasa tubuh yang ekspresif Kang Wawan Husin mengajak anak anak untuk berterima kasih kepada pohon karena melalui pohon itu Tuhan memberi makanan, oksigen, kesejukan dan keindahan.    “I love you pohon”, “Wo ai ni pohon”, seru anak anak diakhir sesi…..

Selanjutnya, para peserta diajak berjalan menuju Goa Belanda oleh bu Susann Suryanto yang berjarak 700 m dari tempat pertama. Sepanjang perjalanan anak anak diperkenalkan pada berbagai pohon yang tumbuh menjulang disana. Antara lain: pohon Sosis, Mahoni Uganda, Damar, Beringin, Gandaria (lambang Jawa Barat), Kayu Manis, Ficus Amplas dll. Semua tumbuhan tersebut diuraikan dalam buku panduan yang dicetak khusus untuk kegiatan ini dengan penggambaran yang menarik.  Hamplas yang sering kita pakai untuk menghaluskan kayu misalnya, bermula dari daun pohon Ficus Amplas yang daunnya bertekstur kasar. Leluhur kita memakai daun itu untuk menghaluskan kayu.

Dari terowongan di Goa Belanda, anak anak dilepas berkelompok untuk menempuh perjalanan mendaki sejauh 5 km mendaki menuju Maribaya. Selain banyak vegetasi yang bisa diamati sepanjang perjalanan, ada beberapa satwa yang menyambut seperti tupai, monyet (macaca fascicularis) dan lain lain. Setelah beristirahat sejenak di Maribaya, para fasilitator telah menyiapkan beberapa game untuk melatih kerjasama,kepemimpinan. Semua peserta terlibat penuh dalam permainan permainan itu. Tak ada lelahnya anak anak itu.

Setelah makan siang, anak anak dan panitia bersama sama mengekspresikan kesan kesan mereka dalam bentuk lukisan cat air di atas kain sebesar 1 x 2 m. Lukisan ini nantinya akan dipamerkan dalam kegiatan kegiatan sosialisasi SKLH ke paroki paroki.

Sekitar pukul 2 siang  acara ditutup dengan pembacaan puisi bertema ‘seorang ayah dan pohon’.  Dalam perjalanan pulang ke Kathedral  Bandung di dalam bis, jarang peserta yang tertidur. Semua sibuk bercengkrama satu sama lain seakan bertemu kawan lama.

Dihalaman Kathedral, seakan tak sabar seorang anak mengeluarkan daun Ficus Amplas berceloteh menceritakan pengalamannya kepada ayahnya yang memboncengnya pulang. Semoga pengalaman ini menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka mencintai alam (b). (Boy Budiyanto)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: