Bekerja 7 x 24 jam

6 04 2011

Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”

Penyakit datang memang tidak pernah permisi, bisa tiba-tiba kita sakit perut pada pagi hari akibat makan sambal extra pedas pada malam harinya. Bisa juga mendadak pening sore hari akibat menyantap  sate kambing saat makan siang. Datangnya pun tidak mengenal hari, bisa hari kerja atau hari libur. Maka tidak heran menjamurlah klinik dokter 7 x 24 jam. Intinya setiap saat boleh datang ke klinik, dokter akan tersedia… walaupun kenyataannya dokter baru akan dihubungi bila si pasien sudah datang. Selain dokternya tersedia, apoteknya pun juga siap melayani 7 x 24 jam.   Tidak berhenti disitu, klinik dan apotek yang 24 jam pasti membutuhkan petugas penjaga keamanan dan kebersihan – selain itu juga tukang parkir tidak akan melewatkan rejeki walau hanya sekedar mendapatkan ongkos parkir. Ini semua efek domino  dari kompetisi bisnis dimana semua orang yang terlibat bisnis ini harus bertarung dalam 7 x 24 jam.

Hal yang sama terjadi pada toko/warung serba ada, tempat layanan fotokopi, kafe makanan siap saji  bahkan warnet juga ikut melayani selama 7 hari non stop 24 jam. Lelah? sudah pasti kalau ingin terlibat dalam kompetisi harus berani mengerahkan sumber daya lebih banyak dibandingkan mereka yang hanya beroperasi 40 jam seminggu. Itu semua adalah pilihan dalam kompetisi pasar.

Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kompetisi dalam hidup juga terjadi dalam 7 x 24 jam. Allah Bapa tidak pernah berhenti bekerja sepanjang waktu, dari dulu, sekarang dan nanti. Sepanjang waktu ada saja yang lahir, dan ada juga yang meninggal. Setiap waktu juga ada yang berdoa dan memohon kepadaNya. Semuanya tidak kenal waktu, tidak mengenal hari. Tetapi untuk menyatakan dan memberikan jawaban bagi banyak orang dibutuhkan tangan dan kaki manusia satu sama lainnya. Dibutuhkan tangan dan kaki orang-orang yang menanggapi panggilanNya, tangan yang mau bekerja serta kaki yang ringan melangkah . Semua diakibatkan hati yang tunduk pada  pimpinan Roh Allah dalam hidupnya. Itu semua memungkinkan Allah berkarya di bumi juga.

Selalu dibutuhkan tangan-tangan yang sigap membantu dan kaki yang siap melangkah bila ada kesulitan dan bahkan bila ada bencana, dibutuhkan telinga-telinga yang siap mendengarkan keluhan orang lain serta lidah bibir yang  tidak putusnya membangun semangat sehingga mereka tidak putus asa dan merasa hidup sendiri didunia.  Selalu dibutuhkan mulut yang digunakan untuk mengucapkan kalimat -kalimat penghibur yang meneguhkan, bukan yang digunakan untuk mencaci maki dan menghina serta menyakiti orang lain.

Semua ini memberikan tanda bagi kita bahwa Allah tidak pernah berhenti bekerja. Kalaupun ada orang-orang yang tidak tergerak atau tidak mau digerakkan oleh Roh Allah, Allah tidak pernah berhenti bekerja. Ia dapat bekerja lewat segala sesuatu bahkan peristiwa dan situasi agar manusia mengetahui kehadiranNya dan merasakan kasihNya. Allah bisa bekerja lewat banyak orang-orang disekitar kita, lewat ide dan karya, hanya untuk menyatakan bahwa Dia mengasihi kita. Juga ingin menyatakan bahwa kita diajak untuk bekerja sama denganNya untuk berkarya menolong dan memperhatikan satu sama lain.

Oleh karenanya kitapun tidak bisa hanya berdiam diri dan memusatkan segala sesuatu pada diri sendiri. Kita diharapkan juga ikut melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukanNya yaitu mengajak sebanyak mungkin orang kembali kepadaNya – kembali merindukan untuk bertemu denganNya. Ia ingin sebanyak mungkin manusia menanggapi kasihNya dan mengenali kehadiranNya ditengah kehidupan dunia yang jahat sehingga sebanyak mungkin orang mengalami kehidupan di bumi seperti didalam Surga – dimana ada kasih dan pengharapan senantiasa.

Semoga kita senantiasa siap menyediakan diri serta mempertanggungjawabkan setiap kesempatan yang telah diberikan dan ikut pula bekerja bersama Dia, dari pagi hingga malam, bahkan dari minggu sampai minggu kembali. Bekerja bagi semakin besarnya kemuliaan Allah di bumi seperti didalam Surga. Ad Maiorem Dei Gloriam.

===============================================================================================

Bacaan Injil, Yoh 5:17-30
Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: