12 Tangga Kesombongan

2 04 2011

Tulisan ini merupakan ajaran Santo Bernardus tentang kesombongan yang disampaikan oleh Romo Yohanes Indrakusuma OCarm dan ditulis kembali oleh Fr Serafim Maria dari Lembah Carmel. Ajaran 12 Tangga Kesombongan memang ditujukan kepada para rahib tetapi kita sebagai orang awam dapat turut mempelajarinya agar kita juga mampu selangkah demi selangkah menaiki tangga tersebut untuk mencapai puncaknya yaitu kerendahan hati yang dipenuhi oleh cinta kasih.

Sejarah St Bernardus

Santo Bernardus merupakan Abbas (pemimpin biara) cistercian di Clairvoux (Lembah Cahaya) Perancis. Beliau yang dilahirkan pada tahun 1090 di Dijon, Perancis masuk biara ordo cistercian pada usia 17 tahun bersama saudara-saudaranya, pamannya dan 26 orang sahabatnya. Salah satu mukjizat yang terkenal dari Santo ini adalah ketika Bunda Maria membalas salamnya yang biasa diucapkan oleh Bernardus setiap kali dia melewati patung Bunda.

Santo Bernardus sangat menghormati Bunda Maria dengan mengatakan jika Yesus merupakan kepala dan gereja (umat) merupakan badan, maka Maria menjadi leher yang menghubungkan Yesus dengan umat-Nya. Bernardus wafat pada tahun 1153 dan dinyatakan sebagai santo pada tahun 1174. Karena banyak menulis buku-buku rohani yang indah dan menjadi penasihat Paus dalam menghadapi penguasa negara saat itu, St Bernardus diberi gelar Doktor Gereja pada tahun 1830 oleh Paus Pius VIII. Salah satu ucapan beliau yang terkenal, “Dia yang tidak menyayangi sahabatnya tidak memiliki rasa takut akan Tuhan…”

Dalam beberapa tulisan diceritakan bahwa St. Bernardus sangat pandai berkhotbah. Beliau memiliki hati yang lemah lembut dan penuh kasih. Pada suatu hari, ketika beliau berkhotbah kepada para rahibnya terjadilah banjir. Air meluap masuk ke dalam biara, namun anehnya para rahib begitu  terpukau oleh khotbah St Bernardus sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa banjir sudah masuk ke dalam kapel.

Salah satu khotbah beliau yang terkenal adalah tentang kerendahan hati dan 12 tingkat kesombongan yang menurut St Bernardus merupakan jerat Iblis bagi mereka yang ingin menumbuhkan kerendahan hatinya. Kesombongan merupakan kelemahan pertama dari tujuh kelemahan lainnya (Bongkibul gelimama: sombong, kikir, cabul, gelojoh/rakus, iri hati, malas dan mudah marah). Santo Bernardus selalu berkhotbah dengan menggunakan kelemahan para rahibnya sebagai contoh.

Dua Belas Tangga Kesombongan menurut St. Bernardus

1.Tangga Pertama Kesombongan: Keingintahuan yang Berlebihan
2.Tangga Kedua Kesombongan: Kesembronoan pikiran dan Sikap
3.Tangga Ketiga Kesombongan: Kesukaan Bersenang-senang
4.Tangga Keempat Kesombongan: Kesukaan Membual
5.Tangga Kelima Kesombongan: Kesukaan Nganehi
6.Tangga Keenam Kesombongan: Kesukaan Menerima Sanjungan
7.Tangga Ketujuh Kesombongan: Presumsi (Kesukaan Menonjolkan Diri)
8.Tangga Kedelapan  Kesombongan: Pembelaan atau Pembenaran Diri
9.Tangga Kesembilan Kesombongan: Pengakuan yang Tidak Jujur
10.Tangga Kesepuluh Kesombongan: Pemberontakan
11.Tangga Kesebelas Kesombongan: Berbuat Dosa Dengan Bebas
12.Tangga Keduabelas Kesombongan: Kebiasaan Untuk Berbuat Dosa

Kiriman dr Andry Hartono


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: