HR St Yusuf

19 03 2011

Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Hari ini kita merayakan Santo Yusuf, suami dari SP Maria. Yosef, panggilan yang lebih akrab bagi saya, adalah sosok yang tidak banyak dikenang. Ia dikenang sebagai tukang kayu yang menjadi ‘ayah asuh’ atau ‘ayah piara’ dari Yesus.
Belakangan, setelah berabad-abad kemudian, barulah ia mendapat penghormatan sebagai pelindung gereja universal. Baru pada tahun 1955 yang lalu Yosef diakui secara resmi sebagai pelindung para pekerja, yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Tidak diketahui secara pasti kapan ia meninggal.
Yang diyakini banyak orang bahwa ia tidak sempat menyaksikan Yesus tampil di depan umum untuk melaksanakan karya-Nya. Ia tidak pernah disebut-sebut selama tiga tahun karya Yesus di dunia ini.

Bagi saya, Yosef adalah panutan. Seyogyanya ia menjadi panutan para suami. Ketika ia mengetahui tunangannya hamil, tentu saja ia marah, sedih, dan merasa dikhianati oleh tunangannya. Karena kerendah-hatiannya, ia tidak mau mempermalukan Maria di depan umum.
Ia memutuskan untuk meninggalkan Maria secara diam-diam. Tetapi saya yakin, saat itu Yosef tentu diselimuti kebimbangan. Di satu sisi, ia begitu mencintai Maria, tetapi di sisi lain, ia merasa Maria telah mengkhianatinya. Setelah mendapatkan penjelasan dari malaikat melalui mimpinya, Yosef memutuskan untuk tetap mendampingi Maria, menikahinya.

Seandainya para suami, termasuk saya, bisa seperti Yosef ketika menghadapi kesalahan yang dilakukan pasangannya, tentu banyak pernikahan bisa diselamatkan, apalagi kalau yang dianggap kesalahan pasangan itu ternyata hanya prasangka semata. Mampukah kita, para suami, bertindak seperti yang dicontohkan oleh Yosef?
Yang sering terjadi, kita begitu mudah menghakimi pasangan sendiri hanya berdasarkan apa yang terjadi, serta merta melupakan ikrar pernikahan di depan Tuhan melalui sakramen pernikahan. Maunya, pasangan kita memaafkan ketika kita melakukan kesalahan, sementara kita sendiri sulit untuk memaafkan.
Menaruh kepercayaan secara penuh kepada pasangan akan membuat relasi menjadi kokoh, tidak mudah terperdaya oleh prasangka.

Yosef hidup dalam kemiskinan. Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan ia hidup miskin sepanjang hidupnya? Seandainya Tuhan melimpahi Yosef dengan kekayaan, bisa jadi Yesus akan dibesarkan dengan “gaya hidup orang kaya”, seperti yang saya alami ketika masa kanak-kanak, hidup serba dilayani, bisa mendapatkan apa saja yang saya mau, orang-orang menghormati karena kekayaan yang dimiliki, orang-orang mata duitan datang berduyun-duyun ingin menjadi kerabat, dan seterusnya. Akan mampukah Yesus, yang juga anak manusia itu, menghadapi sengsara-Nya, menyerahkan nyawa untuk orang lain?

Apa yang disampaikan dalam Yosua 23:14 ini juga terjadi pada Yosef. Ia hidup dalam kemiskinan, tetapi Tuhan memberinya anugerah istimewa yang luar biasa dan satu-satunya, yaitu mendapat kesempatan membesarkan anak Allah, serta menjadi suami dari Santa Perawan Maria.

Sudahkah Anda temukan, apa anugerah yang telah Tuhan berikan, yang mungkin saja bukan yang Anda inginkan, tetapi pasti yang Anda butuhkan sekarang atau di masa depan, karena Tuhan telah mempersiapkannya untuk Anda. Ber-terimakasih-lah kepada-Nya atas anugerah itu! (Sandy Kusuma)

==============================================================================================

Bacaan Injil, Mat 1:16.18-21.24a
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: