Menabur Benih, Menumbuhkan Persaudaraan

7 02 2011

PENGHIJAUAN AREA LERENG MERAPI, PALM (4) Sumber : http://networkedblogs.com/dZCAc

Senin, 7 Februari 2011,  sebulan setelah pelantikan Uskup KAS, saya diundang oleh Konsorsium PALM, Penghijauan Area Lereng Merapi, untuk mencanangkan gerakan penghijauan area lereng Merapi, setelah tiga bulan erupsi Merapi terjadi. Pada kesempatan tersebut saya diminta untuk menyampaikan sambutan. Pada kesempatan itu saya ceritakan mimpi saya.

Dalam mimpi itu saya berada di suatu pondok pesantren. Saya masuk dalam ruangan, tempat Pak Kyai Pondok sedang berdialog dengan para santrinya. Kepada para santri Pak Kyai melontarkan suatu pertanyaan, “Kapan matahari terbit, Nak?”

“Pada waktu ayam jago berkokok pada pagi hari,’ jawab seorang santri. “Tidak”, kata Kyai. “Lalu, kapan?, tanyanya.

“Pada waktu ada sinar merah terbit di ufuk timur setiap pagi”, jawab santri yang lebih senior. “Tidak juga”, kata Kyai lagi. “Lalu, kapan, Kyai, matahari terbit?” tanyanya.

“Matahari terbit, ketika ada kasih dalam hatimu, yang membuat kamu mampu melihat orang-orang di sekitarmu saudari dan saudaramu.” kata Pak Kyai dengan jelas menerangkan kapan matahari terbit kepada para santrinya.

“Ketika kamu mampu melihat orang-orang itu saudari dan saudaramu, tanpa pandang bulu, tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan, ketika itulah matahari terbit! Karena itu, marilah MENABUR BENIH, MENUMBUHKAN PERSAUDARAAN!”

Salam, doa ‘n Berkah Dalem,

Yogyakarta, 7 Februari 2011
+ Johannes Pujasumarta
Uskup Keuskupan Agung Semarang


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: