Terpikat Jadi Pemukat

23 01 2011

Kristus memulai karyaNya dipropinsi Galilea yang makmur.  Secara ekonomi,  kebanyakan penduduk  Galilea orang yg cukup kaya, tidak seperti penduduk propinsi Yudea (dimana ada Bethlehem dan Yeusalem). Tanah yang subur, danau yang cukup produktif membuat wilayah Galilea terbiasa bersentuhan dengan bangsa lain akibat transaksi perdagangan.  Tetapi pada umumnya penduduk Galilea pada umumnya ‘jauh dari Tuhan’. Mereka lebih tertarik dengan kegiatan ekonomi dan kesibukan duniawi dari pada beribadat seperti orang-orang Yudea dan Yerusalem. Tingkat rohani penduduk Galilea dinilai rendah oleh penduduk Yudea.

Kristus memulai karya keselamatanNya di Galilea, karena didaerah ini pengaruh orang Farisi tidak sebesar seperti di Yudea dan Ia memang ingin ‘menerangi’ tempat2 dimana orang2nya ada dalam kegelapan. Kristus memulai dari Galilea sebagai tanda keprihatinan akan bangsaNya yang jauh dari Tuhan. Apa yg dilakukan Kristus adalah penggenapan dari apa yg dinubuatlan nabi Yesaya :..’bangsa yg diam dalam kegelapan telah melihat Terang yg besar ..’.

Petrus dan Andreas sedang menebarkan jala. Rupanya jumlah tangkapan ikan mereka belum memuaskan sehingga mereka masih mencoba menambahnya lagi. Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala dalam perahu. Artinya mereka semua bukan penganggur. Malahan mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya ketika Kristus memanggil mereka. Mereka bukanlah nelayan yang miskin menurut pandangan kita yang biasa dengan kehidupan kota. Mereka adalah nelayan-nelayan pengusaha yang memiliki perahunya masing-masing.

Jakarta adalah pusat ekonomi dan pemerintahan.Jadi Jakarta mirip dengan kota2 di propinsi Galilea. Orang-orang di Jakarta senantiasa sibuk dengan kegiatan masing2. Begitu sibuk, sehingga banyak yg tidak punya waktu untuk berdoa,merenungkan Kitab Suci dan beribadat. Tanpa sadar, mereka akan masuk dalam kegelapan. Suatu saat mereka akan bingung dan kehilangan arah hidup dan mulai ber tanya2 apa gunanya hidup didunia ini.Bingung dan gelisah saat sukses, apalagi bila mengalami kegagalan.Tanda2 kegelapan mulai terlihat jelas dengan semakin banyaknya kriminalitas,perceraian dalam keluarga dan maraknya orang yg bunuh diri.

Dalam keadaan seperti inilah kita dipanggil oleh Kristus untuk menjadi terang dunia. Paulus mengatakan bahwa sebagai murid Kristus kita semua dipanggil untuk memberitakan Injil, bukan (terutama) untuk membaptis. Kita harus hidup dalam kekudusan, kebenaran,penuh pengharapan dan gembira karena sadar kita dicintai Allah. Bandingkan perasaan dan hati seseorang yg sedang memadu cinta dengan kekasihnya.Segalanya terasa indah dan menyenangkan.

Mewartakan apa yang diajarkan Kristus, tidak terutama agar orang mau secara resmi menjadi Kristiani dengan menerima pembaptisan, tetapi yg lebih penting adalah bagaimana orang2 disekitar kita dapat mengikuti ajaran2 Kristus : saling mengasihi dan mengampuni, bertekun dalam kehidupan iman sebagai pegangan hidup, mensyukuri apa yg dipercayakan Tuhan kepada kita dlsb.

Kita yang telah terpikat oleh Kristus, yang telah dipilih dan dipanggil menjadi pengikutNya, sudah seharusnya meneruskan karyaNya menjadi ‘pemukat’ manusia. Mari kita terus berusaha menjadi terang dunia, membawa terang kepada mereka yang salah arah dan hidup dalam kegelapan. Orang bijak mengatakan, bila kita tidak dapat menjadi mercusuar ditengah laut, jadilah lilin2 kecil didalam rumah.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: