Dipanggil Untuk Diutus

21 01 2011
“Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia.”

Beberapa waktu lalu saya menghadiri sakramen pembaptisan anak di paroki yang diadakan setiap sabtu kedua. Awalnya memang berniat untuk hadir menyaksikan dan menerima anggota baru Gereja karena bagi saya pribadi acara ini adalah acara keluarga besar. Pasti si anak diantar kedua orang-tuanya dan juga para eyang dan kerabat lainnya. Berbeda dengan baptisan dewasa yang biasanya lebih sepi dan minim publikasi mengingat keputusan mereka untuk dibaptis belum tentu mendapat dukungan keluarga. Kali ini cukup banyak yang anak yang dibaptis. Ada 16 anak dan masing-masing diantar minimal 6-8 orang, jadi lumayan juga gereja cukup ramai.

Selain itu saya memang menghadiri sakramen pernikahan sebelumnya dan bersiap-siap rapat dengan para katekis yang berada dalam koordinasi bidang pewartaan. Jadi gak ada salahnya ikut hadir di acara ini,  bagi saya acara baptisan anak adalah termasuk peristiwa istimewa bukan sekedar peristiwa keluarga katolik tetapi sebagai suatu penghayatan pengalaman iman.

Banyak juga wajah-wajah yang saya kenal hadir disana, ada ketua lingkungan, ada pengurus kategorial dan juga tokoh umat. Memang acara baptisan anak adalah acara ‘keluarga besar’. Kalau saya perhatikan semua persiapan sudah mantap, terutama dari para keluarga yang sumringah sudah hadir 15 menit sebelumnya… walau ada beberapa orang yang datang terlambat. Tapi rupanya ada yang terlewat dalam acara ini, koor dan putra altar kok belum kelihatan bersiap ya?

Puji Tuhan hari itu ada pertemuan WKRI di gereja lalu jam 9 sempat ada sakramen pernikahan, sehingga sempat beberapa anggota koor cabutan diminta membantu. Gpp gak ada organis d. Saya bisa juga main organ, tapi kalau saya mengiringi koor tanpa persiapan bisa beda ‘kunci’ . Mereka pakai kunci A saya maksa main pakai kunci mobil hehehe….Yang penting ada dirigen dan umat bisa ikut menyanyi kan?

Lalu kalau gak ada putra altar gimana? Wealah.. lagi siap-siap mau menyanyi kok dijawil katekis “mbak, bantuin romo dong, gak ada putra altar” … Beginilah nasib jadi prodiakon, belum juga siap-siap tahu-tahu disuruh nyebur ! Saya lihat ada prodiakon yang lain juga hadir, tapi mereka menghadiri baptisan cucunya. Pasti gak maulah jadi petugas liturgi walaupun saya belum pernah melakukannya. Yowis.. mungkin ini memang maksud Tuhan menggiring saya datang ke acara ini, bukan sekedar menghadiri dan sekedar foto-foto tapi juga terlibat dalam acara pembaptisan. Bukan sekedar  membantu romo tapi juga menyadarkan saya akan tugas perutusan saya sebagai pengikut Kristus. Begitulah kalau panggilan melayani datang, siap tidak siap yang penting kita tulus hati mengikuti Kristus, toh akhirnya lancar juga.

Memperhatikan dan terlibat dalam peristiwa kehadiran Tuhan dalam sakramen seperti ini menyadarkan saya bahwa kitapun tidak bisa sekedar menjadi ‘penggembira’nya Tuhan. Mengulang kembali janji baptis membuat kita harus berani menolak godaan setan, harus berani diutus menjadi saksiNya. Sebagai wali baptis juga tidak mudah tugasnya. Bukan sekedar hadir di acara pembaptisan, tetapi menjadi God Mother/Father, pembimbing rohani sang anak sampai ia menikah atau syukur-syukur bisa jadi romo. Si anak hanya dapat mengenali Tuhan yang tidak kelihatan dari orang tuanya dan juga melalui bimbingan wali baptis yang harus menunjukkan keteladanan mereka sebagai murid Kristus.

Semoga bacaan hari ini mengingatkan kita kembali kepada tugas perutusan sebagai murid Kristus, menjadi murid yang dipanggil untuk diutus. Yesus sudah memulai memanggil murid pertama, kedua… kedua-belas, ke seratus sampai ke 3,000,007 dan akhirnya sampai ke kita pada saat dibaptis. Saat dipanggil mungkin kita tidak siap, umumnya selalu tidak merasa siap, tapi kalau memang kita tulus mau mengikuti Kristus, pasti ada jalan keluar dan ternyata memang ada teman-teman seperjalanan yang saling membantu meneguhkan dalam pelayanan kita.

Kita dipanggil untuk meneladani kehidupanNya, untuk menjadi intim dan akrab seperti para murid yang selalu bersama-samaNya. Tapi bukan sekedar intim dan akrab, bukan sekedar sebagai penggembira yang ikut Yesus kemana-mana, tapi untuk kemudian diutus mewartakan Kabar Gembira, mulai dari saat pembaptisan, diperlengkapi dengan berbagai persenjataan rohani dan kemudian diutus untuk berkarya dimanapun kita ditempatkan.

=================================================================================

Bacaan Injil Markus 3:13-19

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: