Maria Teladan Kaum Ibu

1 01 2011

“ Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.” -HR SP MARIA BUNDA ALLAH

Di hari terakhir tahun 2010, saya mengikuti dua Sakramen Ekaristi – berkat yang saya terima hari ini saya ambil sebagai amunisi tambahan kekuatan menapaki tahun yang baru.  Pagi hari saya menghadiri misa requiem ibu Rury Kadarisman yang kebetulan lingkungan kami bertetangga. Misa requiem yang begitu menyentuh hati para pelayat dari awal hingga saat penghormatan terakhir. Bukan hanya saya sendiri yang menitikkan air mata, bahkan beberapa bapak saya lihat mengusap matanya. Misa requiem kali ini mengingatkan saya akan betapa besarnya kasih almarhum ibu pada kami. Dalam perjalanan menuju gereja untuk mengikuti Misa Tutup Tahun,  romo Sugihartanto Pr yang sedang berada di RS Panti Rapih Jogyakarta mengabarkan bahwa ibunya pun dipanggil Tuhan. Padahal beberapa jam sebelumnya beliau SMS  saya untuk memberikan ucapan selamat tahun baru. Hal ini mendorong saya  untuk mendoakan arwah para ibu tercinta yang dipanggil Tuhan selama tahun 2010 pada misa Tutup Tahun.

Saya pernah mengalami betapa pedihnya saat ibu dipanggil Tuhan sehingga saya dapat memahami perasaan kehilangan yang amat besar bagi kedua keluarga besar ini, terutama bagi anak-anak yang harus melepaskan ibunya di penghujung tahun setelah sempat merayakan Natal bersama-sama. Walaupun saya tidak mengenal begitu dekat, tetapi dengan mendengar doa yang disampaikan anak-anak dan menantu, mereka pasti dibesarkan oleh ibu yang berdevosi kepada Bunda Maria. Mereka merasakan tahun-tahun penuh kasih bersama ibu tercinta. Ibu yang tekun dalam doa – yang telah memberikan nama bagi anak-anaknya, membentuk watak dan mengisi kehidupan anak-anaknya serta mendampingi saat susah dan senang sehingga mereka menjadi seperti sekarang ini.

Memperhatikan perilaku para nenek disekitar saya, walaupun anak-anaknya sudah berkeluarga ternyata kita tetap dipandang sebagai anak dimata seorang ibu. Selalu diperhatikan sampai kepada hal-hal remeh yang terkadang membuat kita merasa terganggu. Tapi saat ibu telah tiada, kita akan kehilangan momen kebersamaan yang pernah ada.  Ibu tetaplah seorang ibu yang ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya…..apalagi cucunya! Pasti para nenek setuju dengan statement ini.

Maka pada hari perayaan Santa Perawan Maria, kita selayaknya meneladani Bunda Maria sebagai seorang ibu yang dengan senantiasa menyimpan segala sesuatu yang dialami sebagai tanda penyertaan Tuhan serta mensyukurinya. Kebiasaan Bunda Maria untuk merenungkan apa yang dialaminya, menjadi kebiasaan kita juga untuk menyisihkan waktu untuk  berkontemplasi mengingat berbagai hal yang terjadi disekitar kita sepanjang hari.

Ada satu hal menarik dalam perikop hari ini yaitu perjumpaan Keluarga Kudus dengan para gembala di Bethlehem. Perjumpaan sesaat  itu dapat terjadi karena pewahyuan Ilahi padahal mereka tidak saling mengenal sebelumnya dan kita juga tidak tahu apakah kemudian ada pertemuan lagi diantara mereka mengingat Keluarga Kudus langung kembali ke Nazaret. Mungkin kalau kita bertemu dengan orang-orang tak dikenal di wilayah asing, yang muncul pertama adalah perasaan was-was dan curiga. Mungkin juga kita bisa ketakutan dan berpikiran negatif. Tetapi hal ini tidak membuat Keluarga Kudus takut dan menolak para gembala. Mereka  memiliki kepekaan dalam mengenali pimpinan Tuhan sehingga menerima para gembala tanpa was-was. Bahkan mereka mengucap syukur atas perjumpaan sesaat tersebut karena merupakan penghiburan atas keteguhan iman Yusuf dan Maria atas kelahiran Sang Penebus.

Mungkin selama tahun 2010 kita juga bertemu dengan wajah-wajah asing yang awalnya kita juga curiga, tetapi dengan  pimpinan Roh Kudus kita mampu mengenali dan menerima mereka. Mungkin ada juga kawan yang selama ini baru sekali kita jumpai sejak pertemuan pertama, seperti Keluarga Kudus yang hanya sesaat itu dikunjungi para gembala di Betlehem, jauh dari tempat tinggalnya.  Untuk mereka yang hanya kita jumpai sesaat semoga perjumpaan tersebut juga memberikan arti dalam perjalanan hidup kita masing-masing. Mari kita bersyukur untuk kawan-kawan baru yang kita temui sepanjang perjalanan di tahun lalu, dan saat memasuki tahun yang baru mereka menjadi ‘konco lawas’ yang turut mewarnai kehidupan kita dan memperkaya makna kemanusiaan kita.

Semoga di hari pertama tahun yang baru ini, kita mengawali dengan komitmen baru meneladani Bunda Maria untuk  melatih diri melihat segala sesuatu dengan mata hati, sehingga kita tidak  menjadi robot yang tergilas rutinitas sehingga memiliki kebutaan mata hati  – sulit  mengenali rahmat Allah yang melimpah. Selamat Tahun Baru  dan semoga di tahun yang baru ini kita siap membuat tujuan-tujuan yang baru untuk dicapai, siap mendapatkan kesempatan baru untuk dicoba, siap mendapatkan kekuatan baru, juga siap menerima rahmat yang selalu baru. Marilah kita juga  senantiasa terbuka untuk selalu diperbaharui agar semakin mampu melihat dan mensyukuri rahmat penyertaanNya di hari-hari mendatang.

Saran saya untuk anda yang masih memiliki ibu, bagaimanapun ia berperilaku – jagalahdan perhatikan ibu karena seperti lagu ” Di doa ibuku namaku disebut”. Kalaupun saat ini beliau sudah pikun atau sakit-sakitan, ia pernah setia dan selalu berdoa untuk anak-anaknya sehingga anda menjadi seperti anda yang sekarang.

==============================================================================================

Bacaan Injil Luk 2:16-21

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: