Media Komunikasi Sosial Modern

11 12 2010

Menjelang persiapan diri untuk pengakuan dosa di masa adven ini, mari kita periksa diri kita sejauh mana kita mementingkan gadget dibandingkan bertemu Tuhan. Apakah kita termasuk barisan pendukung santa Nokia dan Santo Ericson atau Beata Blackberry ? Semoga kita sama sama tergantung dengan Tuhan, gak bisa konsentrasi kalau gak ‘dicharge’ dulu. Gelisah kalau gak berdoa dulu, malah lebih gelisah daripada saat BB lo-bat. Semoga renungan ini membantu kita mempersiapkan diri sebelum masuk kamar pengakuan.

Teknologi komunikasi sosial modern mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sampai tahun 1960-an yang umum beredar adalah alat cetak, foto, radio, film.  Itupun masih sangat sederhana. 50 tahun terakhir ini perkembangan pesatnya ternyata dari munculnya televisi, tape, video-tape, laser disc, komputer, compact disc (CD), vcd, dvd, handphone dengan aneka pengembangannya, internet yang pesat kecanggihannya. (canggih = ruwet). Banyak yang mengalami: belum mencicipi salah satu alat, sudah muncul alat yang lebih canggih lagi. Bahkan alat-alat itu kemudian disatukan sebagai multi-media. Satu handphone dapat berfungsi untuk telpon, gambar, musik, mengetik file, internet, radio, televisi, alat foto, alat rekam video. Perlu diingat, itu ada pada satu genggaman tangan saja.

Perkembangan yang pesat itu disertai dengan perubahan dalam gaya hidup, cara berpikir, cara bergaul; pendek kata ikut merubah budaya manusia. Terjadilah globalisasi namun juga sekaligus kesenjangan dan malahan bahaya terkikisnya iman. Tepatlah dokumen Gereja yang muncul tahun 1962, dalam Konsili Vatikan II, diawali dan akhirnya diberi judul: Inter Mirifica yang artinya “di antara hal-hal yang mengagumkan”.

Secara Umum Gereja memberikan tuntunan secara bertahap dengan semangat: – Miliki dan pakai – pelajari kebaikan dan bahayanya – buatlah rencana matang dalam pemakaiannya – terjunlah ke dalam dunia yang tak dapat dihindari itu. Dengan tetap mempercayakan diri kepada naungan perlindungan Allah, setiap warga Gereja menerima setiap alat komunikasi sosial sebagai anugerah Allah dan memasuki dunia media sebagai putera-puteri Allah. Alat komunikasi sosial dan dunia media adalah anugerah sekaligus panggilan untuk dapat melaksanakan tugas kerasulan. Dengannya setiap orang beriman mampu membina imannya dan sambil saling tolong menolong dengan sesamanya, membina iman bersama. Hidup yang semakin mulia akan diraih, agar dapat dengan pantas menyambut kedatangan Tuhan yang mulia di akhir jaman, agar dapat dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa merayakan Tuhan yang menyertai setiap orang (= Immanuel).

 

Beberapa pertanyaan refleksi tentang Handphone:

1.       Pernahkah saudara bersyukur, memuji Tuhan karena atau dengan HP yang ada di tangan saudara?

2.       Pernahkah saudara mengajak atau membantu/mendorong sesama untuk bersyukur, memuji Tuhan karena atau dengan HP yang ada di tangannya?

3.       Apa yang tersimpan di HP saudara? Nomer telpon, sms, gambar, (klip) film, lainnya. Mana yang sungguh membantu saudara untuk semakin dekat dengan Tuhan dan atau sesama? Mana yang justru menjauhkan saudara dari Tuhan dan atau sesama?

4.       Apakah saudara merasa menguasai HP saudara? Ataukah sebaliknya saudara DI-kuasai oleh HP saudara?

5.       Sudahkah saudara membuat rancangan yang baik dalam hal pemakaian HP saudara?

Sumber : www.klipkatolik.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: