Reportase Pembukaan SAGKI 2010

1 11 2010

Hujan mengguyur kawasan Bogor sejak siang hari, 1 Nov 2o1o, ratusan peserta (terdaftar 5oo)mulai berdatangan di wisma Kinasih tempat berlangsungnya sidang.
Misa pembukaan dimulai pkl 16.3o dan terlihat meriah dengan pakaian adat yg dipakai oleh para peserta. Ini menunjukkan keberagaman. Dengan keberagaman tersebut, iman Katolik mampu menerobos sekat-sekat perbedaan bahasa, budaya dan karakter. Wajah Yesus dikenal dalam perbedaan-perbedaan cara berpakaian, adat dan perilaku umat. Misa dimeriahkan pula oleh koor siswa-siswi Regina Pacis.

Dalam rangkaian seremoni pembukaan, Bapak menteri agama, Suryadharma Ali mengingatkan agar masyarakat beragama tdk tersesat di jalan yg terang dan sering pula tersesat pula dalam kebebasan. Pemerintah mengharapkan agar gereja katolik terus berkomunikasi dan menjaga tatanan kebangsaan dan kerukunan umat beragama. Beliau juga mengatakan mengenai kebebasan mutlak yg tidak mungkin dimiliki oleh manusia karena hanya Tuhan yg memilikinya. Menurutnya, kebebasan tersebut perlu diatur sehingga tidak menimbulkan tirani minoritas dan dominasi mayoritas. Bapak menteri kembali mengungkapkan data bertumbuhnya tempat ibadat di Indonesia 1974-2oo4: masjid 64 persen, gereja Kristen 131 persen, Greja Katolik 153 persen, Hindu 368 persen dan Budha 475 persen.

Sedangkan nuntius, Mgr Leopoldo Girreli, dalam sambutannya menyampaikan salam hangat dari Paus Benediktus XVI. Nuntius menekankan pemahaman simbolis liturgi dalam gereja kita. Tata letak yg baik dalam melambangkan tahta, altar dan mimbar. Kerap kali ia mengunjungi berbagai keuskupan dan jarang ditemui imam yg berdoa brevir. Tindakan dan amal Gereja Katolik tampak dari 45o klinik kesehatan milik lembaga Katolik, 5265 sekolah dari TK sampai PT. Gereja yg melayani org miskin menampakkan ciri khas Yesus. Ditekankan pula nilai doa dalam Greja yang tidak boleh ditinggalkan. Di Indonesia, doa sebagai warisan spiritualitas Gereja diwakili oleh 8 pertapaan, sebagai tempat sepi utk berdoa seperti tempat yg dituju oleh Yesus Tuhan kita.

Demikian reportase singkat dari Wisma Kinasih.
Saat ini kami sedang mengikuti penjelasan proses sidang. Sidang dominan dengan metode narasi: sharing dalam kelompok dengan berkisah dan presentasi.

Handi pr

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: