Melihat dan Mendengar

26 07 2010

“Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar”

Beberapa waktu lalu saya mendengar kabar seorang rekan yang baru saja saya jumpai disatu perhelatan, ternyata mengalami kebutaan total hanya selang beberapa hari setelah kami bertemu. Masih muda, pengusaha, anak masih kecil-kecil dan punya potensi sebagai seorang pemimpin. Semua mendadak gelap dalam hitungan beberapa hari. Ia mengamuk tanpa bisa mengendalikan emosinya karena kebutaan yang dialaminya. Sungguh saya prihatin dan berdoa khusus untuknya agar dapat menemukan jalan keluar yang terbaik. Tapi yang lebih penting adalah agar imannya diteguhkan.

Demikian halnya kita yang biasa dengan segala kebisingan, bila mendadak tidak bisa mendengar bisa dibayangkan betapa sunyinya dunia walaupun kita melihat banyak orang berseliweran disekitar kita. Semua tidak ada artinya, hanya ada keheningan semata, seorang diri tanpa ada yang bisa mengerti dan dimengerti.

Itu baru tentang melihat dan mendengar sebagai kemampuan fisik yang dikaruniakan Tuhan. Kemampuan fisik yang sering kita lupa untuk syukuri senantiasa. We just take it for granted – dari sononya sudah begitu – jadi sering lupa untuk mengucap syukur bahwa kita masih bisa melihat indahnya terik matahari dan mendengar suara hujan turun.  Tetapi yang lebih penting apakah yang kita lihat dan kita dengar itu menyentuh mata batin kita? Menyentuh rongga batin yang paling dalam sehingga kita bisa bersyukur karenanya, menyentuh sanubari sehingga kita bisa mengenali apa yang tersirat dan tersurat dari segala yang kita lihat dan kita dengar.

Dibutuhkan kepekaan yang perlu senantiasa dilatih, olah batin, sama pentingnya dengan olah raga. Bukan untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi olah batin diperlukan untuk menjaga kesehatan rohani kita. Apa yang secara fisik kita lihat dan kita dengar, mampu kita tangkap dan terjemahkan dalam hati dan sanubari kita. Sehingga kita bisa menangkap pesan-pesan Allah yang tersembunyi serta respon apa yang diharapkan agar kita bertindak karenanya.

Maka berbahagialah mereka yang bisa melihat dan mendengar segala yang dilakukan Tuhan dalam kehidupannya, karena mereka bisa mengenali kehendak Allah dalam hidupnya. Ia bisa mengenali apa yang Tuhan rindukan dari karya dan perjuangan hidupnya. Ia bisa juga mengenali kehadiran Allah dari setiap orang yang dijumpainya. Sehingga mereka bisa tersenyum dengan apapun yang mereka lihat, tidak pernah kesepian dan kecewa dengan apa yang mereka dengar, karena semuanya indah dimata Tuhan. Baik untung dan malang, susah dan senang, semua dijadikan dengan suatu maksud. Semoga kita senantiasa bisa menemukan kebahagiaan bersama Dia dalam segala hal yang kita lihat, walaupun itu buruk, dan juga menemukan kedamaian dalam segala hal yang kita dengar, walaupun itu kabar buruk sekalipun.  Mereka bisa berbahagia karena mampu melihat yang tidak dilihat orang biasa, mampu memahami apa yang didengarnya saat orang lain tidak dapat mengetahuinya. Karena baginya God is soooo goood….


===============================================================================================
Bacaan Injil Mat 13:16-17

“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya”

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: