Trending Topic: Dari Sisi Aku

10 06 2010

Bagaimana kita menjadi saksi Kristus di era digital seperti ini? Menjadi garam dan terang adalah pilihan setiap pengikut Kristus. Berikut saya bagikan tulisan seorang anak muda di milis sebelah yang berani menjadi terang diantara kegelapan. Semoga kita berani mengambil pilihan yang sama.

Jarang banget aku bahas tentang trending topic. Tapi kali ini entah mengapa aku ingin mengabadikan pendapatku dalam tulisan.

Topiknya yaa lagi hot akhir-akhir ini. Video AP dan wanita-wanitanya… *hayoo, ngacung tangan yaa yang udah nonton!!*
Sayangnya tulisan ini tak akan membahas tentang isi video itu, benar atau tidak mereka pelakunya, orang di video itu hanya mirip atau memang asli, juga tidak akan membahas tentang pelaku-pelaku dan lain sebagainya…
Tulisan ini hanya akan membahas topik tersebut dari SISI AKU. Pendapatku, opiniku, perasaanku seputar topik ini… Tidak kurang dan tidak lebih!

Pertama kali dengar topik video AP-LM, aku cuek. Asli, cuek… Yah, secara selama ini sudah banyak seleb yang mengalami kasus serupa. Walau ada yang asli, cuma rekaan teknologi, atau sekadar menaikkan popularitas dan ajang promosi. Jadi aku menganggap hal ini sudah biasa bagi para seleb itu *anggapan yang mungkin seharusnya diubah, bukan karena satu atau beberapa seleb yang berkelakuan minus berarti semua seleb itu sama aja kan, toh aku yakin masih banyak juga seleb yang bisa bersinar dan patut diacungi jempol atas prestasi dan attitude-nya*.

Nahh… barulah belakangan berita ini semakin heboh dan panas. Jadi topik asik yang diperbincangkan di semua kalangan masyarakat, mau anak sekolah-mahasiswa-karyawan-ibu rumah tangga. Bahkan banyak yang membumbu-bumbui cerita ini menjadi semakin menarik!

Makin hari topik ini makin buat aku nyesek, plus sakit hati, plus geleng-geleng kepala. Bukan kasusnya. Bukan pelakunya. Tapi para khayalak ramai, yang posisinya sama dengan aku. Bisa memilih untuk menjadi penonton, pengamat, dan kemudian hakim!

Banyak yang nonton video tersebut, hanya dengan alasan mau tahu… atau penasaran… atau pengen lihat aja… Salah ga yaa alasan kayak gitu?? Hmm… secara pribadi, itu hak asasi tiap manusia. Mau lihat kek, mau nonton kek, mau liat sekian detik lalu ga jadi nonton pun, itu pilihan tiap orang.
Tapi DARI SISI AKU, aku merasa bahwa kadangkala rasa mau tahu (sekadar pengen tahu dan pengen lihat, tanpa embel-embel) plus penasaran, harus dipertimbangkan lebih lanjut. Yang aku yakin tiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan terutama bertanggung jawab kepada Penciptanya sendiri. Bahkan rasa mau tahu dan penasaran pun, yang akhirnya kadangkala membuat seseorang jatuh, harus dipertanggungjawabkan.

Aku pribadi… aku dapat video itu dari broadcast message (BM) ponsel-ku. Tapi entah kenapa aku sangat-sangat tidak berani untuk melihat video itu…
Waktu aku dapat video itu, aku save, ga langsung lihat. Dan yang pasti, ga ada yang tahu, kecuali si pengirim BM itu, aku, dan Tuhan…
Jiwa mudaku, sangat penasaran. Sangat ingin tahu, cuma sekadar tahu. Tapi sampai kemudian video itu aku hapus, aku ga lihat!
Jujur… aku takut!! *hmm… salah satu penyebab takut ini karena aku masih kecil dan belum merit bukan yaa, hehe… :D
Aku ga takut ketahuan orang lain *secara orang lain pada umumnya pun, tak akan memusingkan aku lihat video itu apa ga… mau aku lihat atau ga pun, ga akan merugikan orang lain*.
Tapi ada sesuatu di hatiku yang mendorong aku untuk tak perlu melihat. Untuk apa juga? Toh itu tidak berguna dan tidak membangun diriku juga.
Dan yang terutama, aku takut sama Tuhan! *iyaalah… waktu aku lihat, bukan aku sendiri yang lihat… tapi Tuhan yang di dalamku pun ikut lihat… whats??? Gimana perasaan Tuhan yaa kalau aku ngajak Dia bareng-bareng lihat video itu?!! Takut sangat aku!!!
Kan aku pernah mendeklarasikan bahwa ”aku hidup, tetapi bukannya aku sendiri yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalamku”… Berani ngajak Dia nonton video blue kayak gitu??

Semakin lama pun aku semakin melihat bahwa setiap orang itu berbeda. Prinsip tiap orang berbeda. Kebenaran yang dianut tiap orang berbeda. Bahkan kebiasaan tiap orang pun berbeda.
Aku tak akan pernah bisa memaksakan kebenaranku pada orang-orang di jagad ini. Aku pun tak akan suka dipaksa mempercayai kebenaran orang lain yang berbeda dan tidak prinsipal dengan aku.
Dalam kasus ini, aku merasa *sekali lagi aku bilang ini DARI SISI AKU… tanpa bermaksud menyinggung pihak mana pun… seperti yang sudah kubilang, kebenaran tiap orang berbeda* kalau aku menonton video itu, aku akan sama berdosanya dengan pelaku video itu. Para pelaku melakukan hubungan intim tanpa ikatan, bisa dikatakan dosa? Yaa! And then, para penonton video itu menyaksikan dan melihat sesuatu yang tidak pantas, antara bisa menimbulkan rangsangan atau malah eneg dan jijik sendiri sesudahnya. Tuhan pernah bilang kan, siapa yang melihat seorang perempuan dan menginginkannya, ia telah berdosa di dalam hatinya!

Anyway, mungkin ada yang beranggapan aku fanatik. Hal seperti ini aja kok, dibahas panjang lebar gini sih, bawa-bawa hal rohani-hati-agama pula… Ini kan sesuatu yang biasa.
Dan kuakui, aku memang fanatik *radikal, mungkin!* untuk sesuatu yang kupercayai!
Sudah berlangsung cukup lama, aku mau memadukan hal-hal rohani dan sekuler *menurut manusia pada umumnya*. Lagipula, aku yakin, hal-hal rohani memang selalu berpadu dengan sekuler. Tubuh tanpa roh, apa artinya? – Dan roh itu senyata baju yang kita pakai…

Aku juga mau belajar untuk membuat diriku tidak terbiasa sama hal-hal yang biasa menurut orang lain *hmm…jadi mikir, aku yang terbalik atau memang dunia yang sudah diputarbalikkan yaa??
Kasih tahu teman saat ujian dan nyontek mah biasa… Tapi aku berpendapat bahwa orang yang belajar saat mau ujian adalah biasa!
Seseorang yang bisa berkomentar dengan spontan ”Bego banget tuh orang…” adalah biasa. Aku justru mau belajar untuk tidak terbiasa dengan kata-kata negatif seperti itu, walaupun kasusnya spontan!
Gonta-ganti pacar mah biasa. Aku malah mau belajar untuk terbiasa dengan komitmen dan bertanggung jawab tentang memilih PH!
Sex before married udah banyak di kalangan anak muda sekarang… Aku malah menganggap bahwa sex setelah menikah akan lebih indah, karena segala sesuatu yang kecepatan dan kelambatan ga akan seindah sesuatu yang tepat pada waktunya!
Lip-kiss sama pacar mah biasa banget jaman sekarang… Aku malah masing beranggapan kalau my first kiss is my wedding kiss adalah sesuatu yang WOW!
Nonton video AP-LM kan ga apa-apa, udah biasa, semua juga bisa nonton dengan mudah, lagian masa ga penasaran sih… Aku justru mau belajar untuk tidak membiasakan diri dengan hal-hal yang bertentangan dengan hati nuraniku, walau harus mengorbankan rasa penasaran!

Wahh… Ga nyangka juga jadi sepanjang ini… :D
Hanya berbagi opini, pendapat pribadi, kepercayaan pribadi, dan tempat pelampiasan jiwa yang sesak melihat semua fenomena hidup…
*Selipan Doa Pribadi di akhir tulisan panjang ini: ”Tuhan, semoga ini bukan hanya sebuah tulisan dan kata-kata kosong belaka… Ajar aku menjadi pelaku kebenaran dan bukan sekadar pemberita saja… Tapi aku ga akan mampu sendiri, namun aku percaya, Engkau yang akan memampukanku… Amin!” – asli, aku takut pula kalau aku akhirnya hanya NATO *No Action Talk Only*
Segala kemuliaan bagi Tuhan…
God Bless ^-^ – Vina Venylia


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: