Untungnya Mengenal Allah (Stefan Leks)

18 05 2010

“Aku berdoa untuk mereka”

Doa meriah
Wejangan perpisahan Yesus dengan murid-murid-Nya ditutup dengan sebuah doa meriah. Walaupun doa ini bukan sebuah rekaman langsung, namun isinya menjadi bahan perenungan para ahli dan pencinta sabda Tuhan sepanjang masa. Mereka memandangnya sebagai sejenis doa konsekrasi atau penyerahan/pengudusan: Yesus menyerahkan kepada Bapa-Nya seluruh karya yang sudah diselesaikan-Nya, sambil mohon supaya karya itu dikuduskan dalam arti menghasilkan buah sebagaimana diharapkan oleh Bapa.

Namun perlu disadari bahwa ini bukan doa biasa! Yesus bicara kepada Bapa-Nya… sambil berbicara kepada murid-murid-Nya. Melalui doa ini Ia menyatakan kepada mereka rencana serta pelaksanaan karya penyelamatan Bapa-Nya itu.

Bapa!
“Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau” (ay 1). Sama seperti di Taman Getsemani nanti, Yesus menyapa Bapa dengan penuh penyerahan diri. Ia tahu bahwa saat-Nya (=wafat dan kebangkitan-Nya) semakin dekat. Begitu saat itu tiba, begitu pula kemuliaan Yesus akan terwujud. Sebab apa saja yang selama ini dilakukan oleh Yesus, dilakukan-Nya demi kemuliaan Bapa, demi menyatakan Bapa. Kemuliaan Bapa tampak dalam kemuliaan Yesus.

Selanjutnya Yesus mulai bicara tentang hidup kekal. Mengapa selama ini Yesus begitu giat berkarya? Sebab Ia mau menyatakan Bapa! Begitu pentingkah hal itu? Sangat, sebab hanya dengan mengenal Bapa, manusia dapat memperoleh hidup kekal.

Dari mana manusia dapat hidup kekal itu? Dari Yesus sendiri! Adakah orang yang sudah diberi hidup kekal itu oleh Yesus? Ya, murid-murid-Nya!
Demi menegaskan kebenaran kata-kata-Nya, Yesus berdoa, “Inilah hidup yang kekal, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (ay 3).

Apa artinya mengenal Allah?
Samakah artinya dengan menghafal katekismus, mengerti teologi? Oh, tidak! Dalam bahasa Kitab Suci mengenal Allah searti dengan mempersilakan Allah sepenuhnya berkuasa dalam hati sambil mengizinkan Dia mempengaruhi, bahkan mengubah – dengan cara-Nya sendiri – segala
pikiran, kata, tindakan kita. Mengenal Allah sama dengan selalu berkata YA kepada-Nya. Contohnya? Yesus sendiri! Kalau manusia mau mengenal Allah, ia seharusnya berpihak pada Yesus, ‘wajah’ Allah bagi umat manusia.

Mulai dengan ayat 6, Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya. Mereka itu “dari dunia”, namun “diberikan” Bapa kepada Yesus. Maka Yesus berdoa, Mereka itu milik-Mu! Terjadi sesuatu yang luar biasa… Bapa memisahkan sejumlah orang dari “dunia” ini, lalu memberikan mereka kepada Yesus.

Hasilnya: (1) Mereka menerima sabda Allah yang disampaikan oleh Yesus; (2) Mereka tahu bahwa Yesus datang dari Bapa; (3) Mereka percaya bahwa Yesus diutus oleh Bapa. “Aku berdoa untuk mereka… – kata Yesus (ay 9) – peliharalah mereka…” (ay 11).

Hadiah Bapa
Mengapa Yesus begitu berperhatian terhadap murid-murid-Nya? Sebab biarpun rapuh dan sering mengecewakan, mereka itu hadiah Bapa bagi-Nya. Karya keselamatan di dunia ini akan diteruskan oleh kelompok orang pilihan itu. Berkat usaha mereka pula umat manusia akan diantar kepada Yesus, lalu kepada Bapa, sambil memperoleh hidup kekal. Inilah kemuliaan Bapa dan Putra. Allah paling ‘mulia’, bila manusia melekat kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Pernahkah Anda memikirkannya? Setiap saat Anda berdoa, “Dimuliakanlah nama-Mu”, ingatlah makna terdalam kalimat terakhir tadi: Allah paling mulia, bila Anda melekat kepada-Nya dengan sepenuh hati.

=============================================================================================

Bacaan Injil Yoh 17:1-11a
“Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: