Arti Cinta Seorang Imam

25 03 2010

Ditengah berita kurang enak tentang perilaku oknum imam, di tahun imam ini kita berkesempatan mendoakan setiap imam yang ada disekitar kita, apalagi yang melayani kita dari baptisan dan memenuhi segala kebutuhan sakramen. Mereka berasal dari umat, dan bertugas melayani umat juga. Mereka juga manusia seperti kita, justru itulah mereka masih perlu didukung dengan doa agar tetap setia pada panggilanNya. Berikut kisah perjuangan seorang imam dari milis tetangga, yang lebih baik tidak saya sebutkan sumbernya. Imam bisa tetap bertahan dalam karyanya karena banyak orang yang mendoakan mereka (RA).

Saya sebagai imam menjelang 10 tahun menerima tahbisan banyak mengalami perjuangan untuk mempertahankan kesucian panggilanku, a.l. Setahun selesai tahbisan saya terpesona dengan cantiknya seorang gadis yang akrab dengan saya. Saya meningkatkan komunikasi dengannya sambil terus berefleksi tentang arti imamatku.

Ternyata tak kuduga ia menelponku dan sharing serta mengungkapkan perasaannya bahwa ia mencintaiku dan ingin membangun hidup bersamaku. Saya kaget serentak amat senang walau ku malu mengungkapkan apa yang ada di hatiku. Diapun amat hati-hati mengungkapkan perasaannya dan menyadari arti imamatku. Saya dengan penuh kebimbangan berusaha untuk menjelaskan arti cinta. Kukatakan seperti ini: “cinta yang ada padamu sebetulnya ada juga padaku. Bahkan cintaku kusadari telah mulai murni, tak terbatas oleh kecantikanmu. Saya berupaya mencintaimu sambil terus berdoa untuk kemurnian panggilanku” . Begitulah kira-kira jawabanku, yang kusadari amat jauh dengan niatku sebagai imam seumur hidupku.

Ku terus berefleksi dan mohon kekuatan cinta Tuhan untuk kami. Jarak tempat yang begitu jauh membantuku menjaga jarak dengannya. Doaku dijawab oleh Tuhan; kami tetap saling komunikasi dan dia memutuskan menikah dengan cowok yang mencintainya. secara pribadi awalnya batinku berteriak menangis. Ku harus melepaskan orang yang kucintai. Pelan-pelan ku mulai mengerti inilah jawaban Tuhan atas permohonan bantuan kepada-Nya.

Imamatku yang telah kugapai dengan susah payah dan penuh dengan bantuan Tuhan, amat ku syukuri. Imamatku adalah hidupku. Ku berbahagia boleh selalu menghadirkan cinta Yesus Kristus dalam setiap sakramen. Ku berbahagia boleh menghantar umat kepada Bapa di surga. Ku berbahagia boleh memaksimalkan karya Roh Kudus membimbing banyak orang untuk saling membantu, menolong, mencintai dan mengampuni.

Terima kasih Gereja. Engkau mengumpulkan umat mendoakanku dan seluruh imam Nya di tahun ini. Semoga saya makin menyadari arti menjadi imam-Mu Tuhan.

TUHAN MEMBERKATI KITA SEKALIAN   …..doakan ya….

Advertisements

Actions

Information

One response

20 10 2010
Saya

Romo yang kuat ya…
saya sebagai umat awam biasa berupaya menjaga agar imam selalu setia dalam panggilannya. tidak berupaya untuk terlalu memiliki hubungan yg dekat dengan imam karena paham akan resiko panggilan imam..

kami bahagia sekaligus terharu pada orang2 yang memnuhi panggilan untuk menjadi imam termasuk selibater2..mengabdikan cinta dan hidup demi Tuhan dan umat.

kami mencintaimu…namun Tuhan Yesus lebih mencintai para imam2..
semoga semakin banyak benih2 panggilan menjadi imam yang tumbuh…
Roh Kudus selau menyertai perjalananmu, imam2…amin
doa kami menyertai..

salam kasih dari kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: