Frontliner

18 03 2010

“Pekerjaan yang Kukerjakan sekarang itulah yang memberi kesaksian tentang Aku bahwa Bapa yang mengutus Aku”.

Dalam setiap usaha atau bisnis pasti ada yang bertugas di garis depan, yang biasa disebut sebagai ‘frontliner’; yaitu mereka yang berinteraksi langsung dengan para pelanggan kalau di usaha retail. Atau paling tidak mereka bertemu para pembuat keputusan yang menentukan apakah mereka akan menggunakan produk tertentu atau jasa yang ditawarkan. Anggaran selalu disediakan bagi para frontliner ini, baik dimulai dari anggaran untuk pembuatan baju seragam, anggaran untuk pelatihan bagaimana berhadapan dengan pelanggan bahkan bonus atas setiap transaksi yang dihasilkan.

Walaupun demikian tidak jarang kita baca banyaknya keluhan pelanggan di media terhadap perilaku para frontliner. Kita sendiri sering juga memutuskan keluar dari suatu tempat karena mendapatkan perlakuan kurang ramah dari sang pelayan.  Bisa jadi memang kurang anggaran untuk pelatihan, atau tidak dialokasikan waktu untuk pelatihan karena kesibukan, atau memang tidak ada perhatian dari sang empunya toko.

Kesan pertama yang ditangkap dari para frontliner itulah yang kita bawa dalam benak kita sehingga kita berkesimpulan toko ini begini, resto ini begitu dsb. Demikian juga bila pelayanan yang diberikan para frontliner itu memang baik adanya, mereka ini layak disebut ‘duta’ atau perwakilan sang owner. Kita bisa menduga-duga seperti apa profil si pemilik usaha, apakah memang orientasinya mengutamakan kepuasan pelanggan atau hanya meraup bisnis semata dengan segala cara. Sah-sah pula bila banyak perusahaan melakukan berbagai polesan agar kesan pertama tersebut membawa citra yang baik bagi produk/jasa yang ditawarkan. Tetapi pada akhirnya waktu lah yang akan membuktikan sejauh mana kualitas yang dihasilkan. Misalnya bagaimana proses penanganan klaim atau keluhan pelanggan, adakah proses return-product atau program loyalty, dsb.

Hal tersebut juga berlaku bagi kita para duta Kerajaan Allah. Kitalah sebagai frontliner yang menawarkan seperti apakah itu kasih Allah kepada orang-orang disekitar kita. Kesaksian-kesaksian hidup kita bukan hanya untuk disimpan dan dinikmati sendiri, tetapi justru harus dibagikan dan diceritakan ke banyak orang. Masih banyak orang yang belum mengenal seperti apa Bapa di Surga karena begitu banyak masalah yang dihadapi seolah-olah Tuhan tidak mendengarkan doa mereka, seolah-olah Tuhan itu begitu jauh – bukan untuk mereka. Kitalah sebagai kepanjangan tangan Tuhan, yang wajib menyampaikan bahkan bertindak sesuai dengan sabda yang diberikanNya.

Maka kalau kita saja meragukan keberadaan Tuhan dan kehadiranNya dalam setiap masalah yang dihadapi atau tidak percaya  Allah itu begitu dekat dengan kita, maka tidak heran kalau orang lainpun tidak percaya akan apa yang kita yakini. Karena akan sulit kita bersaksi akan Dia kalau kita sendiri masih diliputi keraguan, masih setengah hati. Sama dengan para frontliner yang setengah hati dalam melakukan pekerjaannya. Kita bisa melihat dan merasakan apakah mereka melakukan pekerjaannya dengan tulus atau berlaku sopan hanya sekedar tuntutan pekerjaan.

Waktu jugalah yang akan membuktikan apakah kita ini adalah frontliner yang sungguh-sungguh tulus dalam memberitakan Kabar Baik, kabar keselamatan bagi semua orang. Orang lain akan melihat sejauh mana kita mampu mengatasi berbagai masalah dalam kehidupan kita  sejalan dengan terang Kristus sebagai pegangan kita. Semoga hari ini kita disadarkan bahwa ketidakpercayaan orang lain akan Dia adalah akibat perilaku kita juga yang tidak mencerminkan bahwa Kristuspun hadir dalam kehidupan kita.

==============================================================================================

Bacaan Injil Yoh 5:31-47

“Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.”

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: