Kunci Kerajaan Surga

22 02 2010

“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga”

Di saat saya memperhatikan agenda kegiatan saya, rasanya nyaris tidak ada waktu luang. Dibutuhkan kejelian dan kemampuan berpikir cepat dan cerdas memanfaatkan waktu dan teknologi. Terutama menentukan apa yang harus saya lakukan terlebih dulu, apa hasil yang ingin dicapai, bagaimana mengusahakannya. Untuk itu saat kesibukan mengikat dan membuat sesak nafas, justru harus dicari waktu luang untuk merenungkan apa yang harus direncanakan dengan cermat termasuk mempersiapkan waktu yang cukup untuk penguasaan materi workshop dan materi pengajaran bila harus membawakan renungan. Harus ada waktu juga dimana saya harus merenungkan kembali apa yang telah dijalankan dan bagaimana membuatnya lebih baik lagi, terutama bagi orang -orang yang telah diberikan Tuhan melangkah menemani pengembaraan saya di bumi: bagi suami dan anak-anak sebagai keluarga tercinta. Apa arti kehadiran mereka dalam hidup saya? Apakah juga kehadiran saya dalam hidup mereka memberikan arti? Termasuk membawa mereka memahami Tuhan dalam hidupnya, melalui kehadiran, perkataan dan tindakan saya?

Akhirnya saya kembali ke pertanyaan yang paling mendasar, kalau begitu mengapa Tuhan Yesus memberikan dan mempercayakan mereka pada saya? Apakah saya telah menghadirkan Yesus dalam kehidupan mereka? Atau kah saya yang buta dalam melihat kehadiran Yesus dalam diri pasanganku dan anak-anakku? Sudah cukupkah saya memberikan quality time bagi mereka? bagaimana bisa membangun hubungan yang berkualitas kalau tidak cukup waktu dan perhatian bagi mereka?

Demikian juga sejauh mana saya memahami kehadiran Yesus dalam hidup keseharian ini, betulkah saya menghadirkan Yesus setiap saat sebagai Tuhan dan juru selamatku? Ataukah saya hanya membutuhkan Yesus di saat susah saja dan menganggapnya seperti mesin ATM, yang diperlukan saat tertentu saja dan sementara saat hidup kita ‘baik-baik’ saja kita merasa bahwa we are in control of our life ? Bukankah itupun adalah campur tangan Tuhan juga? Siapakah Tuhan menurut saya, apakah sekedar problem solver, penyembuh dan tabib yang ajaib yang kita kunjungi saat sakit saja.

Saat permenungan pribadi seperti inilah saya bisa mensyukuri pentingnya memelihara dan menjaga hubungan, baik dengan Tuhan Yesus dan dengan orang-orang terkasih. Saat yang berharga untuk menyadari bahwa kita sungguh dicintai Tuhan dan wajib membalas cintaNya dengan melakukan yang terbaik dalam segala hal dan terus memiliki iman yang berdiri teguh seteguh batu karang nya Santo Petrus. Badai bisa datang silih berganti, tapi Yesus tetap sama, dari dulu, sekarang dan selamanya.  Ia adalah Allah yang setia, sekarang dan selamanya. Maka kalau kita berpegang teguh dan senantiasa bergantung memohon hikmatNya serta senantiasa mensyukuri rahmat dan penyertaanNya, ombak kehidupan seperti apapun tidak akan menggoyahkan iman kita.

Tuhan sudah memberikan kunci Kerajaan Surga kepada Santo Petrus, yang kemudian ribuan tahun kemudian tetap bertahan menghadapi berbagai hantaman ombak. Roh yang sama yang meneguhkan sang batu karang, menaungi dunia melalui para Uskup yang tersebar dimana-mana dibantu para rohaniwan/ti. Maka diantara riuhnya lautan kehidupan kita, marilah kita doakan secara khusus para imam dan rohaniwan/ti yang senantiasa juga setia seperti Allah Bapa, mendampingi kehidupan kita sejak kelahiran kita sampai saat ini dalam berbagai sakramen dan peristiwa rohani lainnya. Kita syukuri dan doakan setiap karya Tuhan melalui berbagai sekolah katolik dan rumah sakit katolik. Semoga kita senantiasa tidak terlepas dan terus terlibat dalam berbagai karya kerasulan untuk membawa sebanyak mungkin orang bertahan dengan iman yang teguh laksana  batu karang menghadapi badai kehidupan. Akhirnya Kerajaan Surgapun dapat kita wujudkan dalam keseharian disekitar kita bukan hanya bagi orang-orang tercinta, tapi juga bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita.

===============================================================================================

Bacaan Injil Mat 16:13-19

“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: