Mulut Ember

14 01 2010

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.

Memang susah untuk diam menerima rasa syukur dan rahmat Tuhan, apalagi hal itu sangat berarti, maka kita seperti mendapatkan durian runtuh, dimana seluruh bumi harus mengetahuinya, tanpa menyadari hal tersebut bisa menjadi bumerang.

Suatu kali, ada teman yang sedang susah dan sangat butuh pertolongan, dan kami pun tergerak menolongnya dengan memberikan sejumlah dana, karena bukan orang yang berlebihan dana maka kami berpesan untuk jangan bercerita pada siapapun akan pertolongan ini, tetapi teman ini sungguh gembira, eforia dan bercerita akan pertolongan tersebut. Ember lah mulutnya…

Maksudnya sungguh baik, bahwa dia merasa berhutang budi dan mempromosikan kebaikan tersebut, tetapi dia tidak menyadari bahwa akibatnya beberapa teman lain yang mengetahui cerita tersebut mulai mendatangi kami dan menuntut bantuan yang sama. Akhirnya maksud baik, perbuatan baik dan cerita baik ini merepotkan, dan ini sungguh menjadi pengalaman yang berharga dalam berbuat kebaikan tetapi jangan lalu jera dan berhenti.

Seperti juga yang dilakukan oleh Yesus, terus saja berbuat baik tanpa peduli, hanya menghindar dan berpindah lokasi, walau tidak persis sama dengan cara Yesus, tetapi kami tetap terus berbuat baik, hanya lebih selektif serta tidak lagi asal tolong. Disinilah perlunya sebuah system atau konsep yang baik dan konsisten yang sungguh membantu, walaupun sederhana.

Sebuah refleksi kesadaran yang timbul dari kejadian ini, dalam perbuatan baik pun belum tentu menjadikan segalanya menjadi baik, apalagi jika kita berbuat tidak baik, karena manusia itu unik dan sulit untuk diduga. Maka disinilah dibutuhkan sebuah konsep yang baik, serta tidak pernah jera atau jemu melakukan kehendak Tuhan, berkat dan rahmat pasti akan melimpah, karena Tuhan Allah tidak pernah tidur.[Samsi Darmawan]

===============================================================================================

Bacaan Injil  Mrk 1:40-45

“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru”

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: