Handbook 2010 – Happy New Year !

31 12 2009

HEALTH :
01. Drink plenty of water..
02. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a beggar.
03. Live with the 3 E’s–Energy, Enthusiasm & Empathy.
04. Make time to pray.
05. Play more games.
06. Read more books than you did in 2009.
07. Sit in silence for at least 10 minutes each day.
08. Sleep for 7 hours.
09. Take a 10-30 minutes walk daily. And while you walk, smile

PERSONALITY:
10. Don’t over do. Keep your limit.
11. Don’t take your self so seriously. No one else does.
12. Don’t waste your precious energy on gossip.
13. Dream more while you are awake.
14. Envy is a waste of time, You already have all you need.
15. Forget issues of the past,Don’t remind your partner with his/her mistakes of the past. That will run your present happiness.
16. Life is too short to waste time hating anyone. Don’t hate others.
17. Make peace with your past so it won’t spoil the present.
18. No one is in charge of your happiness except you.
19. Smile and laugh more.
20. You don’t have to win every argument,Agree to disagree

SOCIETY: Read the rest of this entry »





Hadiah Natal & Tahun Baru untuk Gereja Malaysia

31 12 2009

Berita ini baik, sebagai semacam hadiah natal dan tahun baru untuk Gereja Malaysia. Inilah hasil dari keberanian Gereja bersuara. Semoga menjadi tanda baik pula bagi dialog antar agama di Republik Indonesia di tahun 2010, agar kita lebih berani berdialog secara lebih cerdas dan bersahabat.
Salam
YDHpr

Kamis, 31 Desember 2009 | 16:21 WIB
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Pengadilan Malaysia memutuskan bahwa umat Nasrani di negara tersebut akhirnya secara konstitusional bisa memakai kata “Allah” sebagai referensi pada Tuhan. Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur juga menyatakan bahwa larangan pemerintah bagi non-muslim untuk menggunakan kata tersebut adalah ilegal.

Umat Nasrani di negara tersebut menyambut putusan itu, Kamis (31/12/2009) , sebagai kemenangan bagi kebebasan beragama di negara mayoritas muslim itu. Sebelumnya, isu ini telah menjadi momok bagi kelompok-kelompok minoritas.

Pengadilan mengeluarkan putusan ini sebagai tanggapan atas pengaduan dari Gereja Katolik Roma di Malaysia di akhir 2007 setelah pemerintah Malaysia melarang non-muslim untuk menerjemahkan Tuhan sebagai “Allah” dalam literaturnya. Pihak berwajib dahulu bersikeras bahwa “Allah” adalah kata Islam yang seharusnya khusus untuk kaum muslim saja untuk memanggil Tuhannya, dan bahwa penggunaan oleh agama lainnya bisa menimbulkan kerancuan.





Indonesia Berduka

31 12 2009

“Dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia”

Di hari terakhir tahun 2009, dua putra terbaik bangsa kembali kerumah Bapa. Adakah suatu kebetulan saat Mbah Surip meninggal, Rendra menyusul di hari yang sama? Dan saat Gus Dur meninggal lepas magrib kemarin, Frans Seda menyusul tidak lama kemudian dalam tidurnya tadi pagi. Mereka hidup di dunia profesi yang sama. Dunia seni dan dunia politik kenegaraan. Apa yang kita bisa ‘baca’ dari tanda-tanda ini? Tentu bagi orang beriman dimana lahir dan mati seseorang bukan ditangan manusia. maka tidak ada kebetulan didalam kehidupan orang beriman. Apalagi kedua tokoh ini adalah tokoh yang sangat agamis dan sekaligus humanis yang tidak membedakan dua dunia berbeda antara lahiriah dan agamis. Prinsip-prinsip hidup iman mereka juga tampak dalam karya mereka.

Kedua tokoh ini menjadi contoh nyata bagaimana iman itu hidup dan dipraktekkan dalam keIndonesiaan. Mereka menghargai semangat pluralisme karena Allah mencintai semua orang, karena Tuhan itu baik bagi semua orang. Tidak membedakan agama, etnis dan apapun. Gus Dur yang kontroversial tapi juga jenius, dalam keterbatasan fisiknya mampu membongkar tata krama yang ada dengan menerima kelompok etnis Tionghoa menyatakan eksistensinya. Ia selalu ada di garda depan bagi kelompok minoritas yang tertindas. Ia berjuang bagi pluralisme dan menjaga gawang NKRI. Read the rest of this entry »





Pengharapan Yang Tidak Sia-sia

30 12 2009

“Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa”

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, paling dihindari semua orang. Mungkin sekarang tidak begitu menyiksa karena ditemani teman kecil si HP or BB tersayang yang bisa membuat kita tersenyum ketawa sendiri tanpa menyadari sekeliling kita. Menunggu adalah pekerjaan sulit yang menuntut kesabaran dan kesetiaan. Orang Indonesia termasuk sulit belajar sabar, apalagi kalau disuruh menunggu. Coba kita lihat berapa lama kita belajar budaya antri? Rasanya sudah lebih dari 10 tahun lalu kita lihat iklan “bebek aja antri”. Mungkin hanya di kota besar dan ditempat publik orang ‘terpaksa’ antri dengan dibatasi tali or tiang. Begitu busway beroperasi di jam sibuk kita bisa lihat bagaimana budaya antri  jarang terlihat. Untuk para profesional,  terlambat hadir dianggap tanda kurang profesional karena kita tidak menghargai orang lain yang hadir tepat waktu. Seluruh peserta rapat bisa melotot kalau kita datang terlambat tanpa meminta maaf. Biasanya memang lebih enak menjadi yang ditunggu dari pada yang menunggu kan? Paling-paling diomelin.

Injil hari ini mengajak kita belajar akan dua hal, pertama apa yang menjadi pengharapan dan tujuan hidup kita sehingga kita mau berlama-lama menunggu dan melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan hidup. Kedua, apa yang kita  lakukan sementara tujuan hidup atau pengharapan itu belum menjadi kenyataan. Hana sebagai seorang nabiah memiliki tujuan yang jelas. Ia menantikan perjumpaan dengan “sang Juru Selamat” yang dinubuatkan dalam kitab Taurat. Ia yakin sekali bahwa iapun tidak akan mati sebelum bertemu sang Juru Selamat Israel. Padahal bagi seorang perempuan, apalagi janda  yang nampaknya juga tidak punya anak, hidupnya sudah pasti sengsara ditengah masyarakat Yahudi. Read the rest of this entry »





Tuhan Itu Baik Bagi Semua Orang (Homili Rm Kardinal)

29 12 2009

Natal 2009, Misa Pontifical – Katedral KAJ 25 Desember 2009 –  09.00.

Bersama Rm Kardinal, Mgr. Leopoldo, Dubes Vatican, Mgr. Haryo, Rm Joseph (Kedutaan Vatican) dan Rm Subagyo. Terima kasih untuk Mungky yang telah menyalin homili romo Kardinal dan membagikannya untuk kita yang tidak menghadiri Misa Natal ini.

PENGANTAR dari Rm Kardinal

Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan, terimalah ucapan selamat bahagia natal dari kami untuk Anda semua, semoga damai Tuhan kita Yesus Kristus selalu menjadi damai di hati Anda dan di keluarga Anda.

Natal adalah ungkapan kasih Allah sendiri, kalau Yesus sebagai bayi lahir di dunia dengan senyum-Nya, Ia adalah ungkapan kasih Allah sendiri yang memang mau mengutus Putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan dosa-dosa kita; menyelamatkan kita dari dosa-dosa justru karena kasih-Nya kepada kita. Natal adalah kasih Allah untuk semua bangsa dan untuk semua orang, maka mari mohon berkat semoga pesan natal yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada semua orang dapat menjadi sikap kita bersama. Saudara-saudari terkasih mari memulai acara kita dengan sebentar merenungkan keadaan kita yang juga penuh dosa kelemahan dan membutuhkan keselamatan.

HOMILI Rm Kardinal:

Saudara-saudari yang terkasih, merayakan natal sekarang ini adalah merayakan kelahiran lahiriah kanak-kanak Yesus yang telah menebus dengan sengsara dan wafat-Nya di kayu salib, menebus dosa kita agar kita didamaikan dengan Allah sendiri dan bersamaan dengan didamaikan dengan Allah kita didamaikan dengan sesama. Kedatangan Yesus tak hanya memberi ajaran kasih tapi juga memberikan diri-Nya sendiri menjadi kekuatan hidup kita sehingga dengan demikian kita telah dibuat mampu untuk berdamai dengan Allah dan berdamai dengan sesama. Maka sebenarnya bersama dengan para malaikat kita sekarang juga dapat membawa warta gembira itu: Kemuliaan kepada Allah yang Mahatinggi dan damai kepada semua orang yang berkenan kepada-Nya. Read the rest of this entry »





Pentahiran Yesus

29 12 2009

“Biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firmanMu”

Sepanjang keesokan harinya, aku masih melihat Keluarga Kudus bersama orang-orang tua di luar Yerusalem. Santa Perawan seorang diri nyaris sepanjang waktu dalam kamarnya bersama Kanak-kanak Yesus yang terbaring di atas sebuah tonjolan-di-dinding yang rendah yang dilapisi selimut. Maria senantiasa dalam doa, dan tampak mempersiapkan diri untuk kurban. Saat itu aku menerima suatu instruksi batin mengenai bagaimana sepatutnya kita mempersiapkan diri untuk Kurban Kudus. Aku melihat dalam kamarnya beribu-ribu malaikat bersembah sujud di hadapan Kanak2 Yesus. Maria sepenuhnya tenggelam dalam disposisi batinnya sendiri. Orang-orang tua melakukan dengan setulus hati segala yang dapat mereka lakukan bagi Bunda Allah. Pastilah mereka telah memiliki firasat mengenai kekudusan Kanak-kanak Yesus.

Aku mendapatkan suatu penglihatan juga mengenai Imam Simeon. Ia seorang yang amat lanjut usia, kurus, berjenggot pendek. Ia mempunyai seorang isteri dan tiga orang putera yang telah dewasa; yang bungsu telah berusia duapuluh tahun. Simeon tinggal di Bait Allah. Aku melihatnya melewati suatu gang yang sempit dan gelap di antara tembok-tembok Bait Allah menuju sebuah bilik kecil yang dibangun dalam tembok-tembok tebal Bait Allah. Di sana hanya ada satu jendela, darimana ia dapat memandang ke bawah, ke Bait Allah. Di sini aku melihat orang tua itu berlutut dan berdoa dalam ekstasi. Seorang malaikat menampakkan diri di hadapannya, memintanya untuk memberikan perhatian istimewa kepada kanak-kanak pertama yang dibawa untuk dipersembahkan pada pagi keesokan harinya, sebab Kanak-kanak itu adalah Mesias yang telah begitu lama dinanti-nantikannya. Malaikat menambahkan bahwa setelah melihat sang Kanak-kanak, ia akan mati. Oh, betapa suatu penglihatan yang menakjubkan bagiku! Bilik kecil itu begitu terang benderang, dan orang tua itu bersinar-sinar dalam sukacita! Ia pulang ke rumah penuh bahagia, menyampaikan kepada isterinya kabar sukacita dari malaikat, dan lalu kembali masuk dalam doa. Aku melihat bahwa imam-imam dan orang-orang Israel saleh pada masa itu tidak banyak mengayun-ayunkan tubuh mereka ke depan dan ke belakang sementara berdoa sebagaimana dilakukan orang-orang Yahudi pada masa sekarang; tetapi aku melihat mereka mendera diri. Hana dalam biliknya di Bait Allah juga tenggelam dalam doa; dan ia juga mendapatkan suatu penglihatan. Read the rest of this entry »





Genosida Demi Kekuasaan

28 12 2009

“Ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya”

Jaman ketika Yesus lahir adalah jaman yang sungguh tidak nyaman bagi keluarga yang memiliki anak laki-laki, karena Herodes merasa terganggu dan percaya dengan ramalan buruk tentang anak laki-laki yang lahir pada saat dia berkuasa tersebut, salah satu diantaranya akan mengancam status quo atau kemapanan dia, sehingga semua harus dibasmi. Sayang tidak ada data mengenai jumlah bayi laki-laki yang dibunuh. Hal yang sama juga terjadi ketika Nabi Musa lahir di jaman Ramses berkuasa yang dikuasai oleh penyakit paranoid. Akhirnya happy ending juga, kedua bayi ini diselamatkan dari ancaman pembunuhan massal genosida ini dan menjadi perintis ‘jalur’ jalan keselamatan bagi bangsa-bangsa.

Banyak alasan bagi para penguasa untuk menghabisi ribuan orang demi kepuasan pribadi, politik atau kekuasaan, seperti yang dilakukan Musolini yang mempertahankan fasisme, Stalin dengan komunisme, Hitler dengan Nazi-nya yang anti Yahudi, Suharto yang sangat anti PKI dan para tiran lainnya. Semua pembunuhan dilakukan atas dasar ketakutan pribadi dengan menggunakan legitimasi negara. Apakah cara kejam mereka semua itu menyelesaikan masalah, ternyata tidak. Semua Tiran tersebut pada akhirnya jatuh dengan tidak hormat dan dilecehkan, tanpa harga diri bahkan menorehkan  catatan  hitam dalam sejarah peradaban manusia. Semua ini berawal dari tiadanya iman kepada Tuhan,  kurangnya rasa percaya diri dan ketakutan yang amat sangat serta tidak bisa membedakan antara dihormati dan ditakuti. Read the rest of this entry »