Ajakan untuk Mawas Diri

29 11 2009

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Memasuki Masa Adven Tahun Baru dalam Liturgi C-1 bacaan menyuguhkan peristiwa akhir zaman. Kita juga sedang disuguhkan film akhir zaman (kiamat) 2012 yang menghebohkan karena sensasi isi film sampai berpengaruh terhadap perkembangan anak zaman. Bagaimana sikap kita menghadapi semuanya itu? Ada dua pilihan yang ditampilkan Lukas sehubungan dengan akhir zaman. Orang yang mengalami bencana dikatakan akan melihat Anak manusia datang dalam kemuliaannya. Kekuatan jahat sudah dimusnahkan oleh Tuhan dan kini Anak manusia yakni Yesus menerima kuasa atas seluruh alam semesta. Yerusalem telah punah hancur karena dihuni oleh kekuatan-kekuatan jahat yang menolak kehadiran Yesus. Pilihan kedua adalah Yerusalem menjadi kota suci yang menerima Yesus. Kota Yerusalem bukanlah menjadi realitas fisik melainkan sudah menjadi realitas iman.

Apakah realitas iman kita menolak atau menerima Yesus, secara khusus dalam masa penantian masa Advent ini? Lukas mengajak kita umat beriman kristiani untuk berjaga-jaga agar hati kita tidak dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekawatiran hidup sehari-hari. Read the rest of this entry »

Advertisements




Dialog Cara Dewasa Menjadi Indonesia (Mgr Pujasumarta)

29 11 2009

SURAT GEMBALA ADVEN 2009

Saudari-saudara terkasih, seluruh umat Keuskupan Bandung,

Masa Adven 2009 kita mulai pada hari ini Minggu, 29 November. Pada waktu ini saya sedang dalam perjalanan mendampingi Cardinal Jean Louis Tauran, Presiden Dewan Kepausan untuk Hubungan Antaragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue) dalam perjalanannya di Indonesia.  Di dalam perjalanan ini terpikir, betapa saya telah meninggalkan Keuskupan Bandung cukup lama. Dengan surat ini saya ingin menyapa umat Keuskupan Bandung yang terkasih.

Sejak hari Selasa,  24 November 2009, Bandung  saya tinggalkan untuk mengadakan perjalanan cukup lama, karena saya baru akan sampai di Bandung lagi 1 Desember 2009. Tugas ini  berkaitan dengan penunjukan saya sebagai anggota dari Dewan Kepausan untuk Hubungan Antaragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue), dan perutusan dari Konferensi Waligereja Indonesia. Selama waktu tersebut Cardinal Tauran mengadakan kunjungan pastoral sekaligus official di Indonesia. Cardinal Tauran singgah di beberapa kota: Jakarta, Denpasar, Makasar dan Yogyakarta. Maksud kunjungan itu tentu berkaitan dengan tugas pokoknya memajukan dialog antaragama di Indonesia. Saat ini saya sedang berada di Makasar.

Selama saya di Bandung saya menyaksikan sudahlah banyak usaha-usaha dialog antar agama dilakukan dalam berbagai macam kesempatan, agar persaudaraan sejati benar-benar terwujud di antara warga masyarakat kita. Read the rest of this entry »