Firman Tuhan: Hidup Sepanjang Masa

27 11 2009

“Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.”

Kitab Suci ditulis dan mulai digunakan ratusan atau ribuan tahun yang lalu, namun sampai kini masih tetap fungsional dan up to date. Mungkin Kitab Suci terbakar atau hanyut kena air bah/banjir, tetapi isi tetap hidup dalam diri manusia dan mungkin juga diturunkan atau diteruskan pada anak cucu atau keturunannya. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu”, demikian sabda Yesus. Di hari-hari terakhir tahun Liturgy ini kita memang diajak mawas diri: apakah aneka macam nasehat atau ajaran baik yang telah kita terima melalui orangtua, guru/pendidik, saudara atau sahabat, masih hidup serta menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita.

Secara organisatoris kita diharapkan mawas diri: apakah spiritualitas/charisma atau visi pendiri organisasi atau paguyuban masih menjiwai cara hidup dan cara bertindak anggota, apakah para anggota semakin menghayati spiritualitas/charisma atau visi? Sebagai suami-isteri, apakah kita semakin saling mengasihi dan memberikan diri, sebagai pekerja apakah semakin terampil bekerja, sebagai pelajar apakah semakin terampil belajar. Bercermin pada sabda hari ini kami juga mengingatkan pada orangtua: hendaknya mewariskan kepada anak-anak nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan hidup, bukan harta benda atau uang, antara lain mengutamakan pendidikan anak-anak daripada kepentingan lainnya, mengutamakan `human investment daripada material investment’.

Demikian juga kepada para penentu kebijakan hidup bersama, lebih-lebih dalam hal tenaga dan dana, kami harapkan mengalokasikan tenaga dan dana yang memadai untuk pelayanan atau karya pendidikan. Selanjutnya karya pendidikan juga diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi kemerosotan moral separti korupsi, manipulasi alias `menyontek’; utamakan pendidikan budi pekerti atau nilai dalam karya pendidikan atau di sekolah-sekolah.[Ign. Sumarya SJ] Read the rest of this entry »