Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Raja di hatiku ?

22 11 2009

HR TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM: Dan 7:13-14; Why 1:5-8: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”

“Bapak datang, kita berpuasa dua hari”, demikian keluh kesah penarik becak di kota Semarang pada suatu saat, yaitu ketika Presiden Suharto berkunjung ke Semarang dalam rangka kunjungan kerja dalam `Seminar Budaya Jawa’ di hotel Patra Jasa – Semarang. Memang pada saat itu selama dua hari jalan yang akan dilalui presiden harus steril dan bersih, antara lain: penarik becak tidak boleh lewat, para pedagang kaki lima di pinggir jalan tidak boleh jualan, dst.  Karena dua hari tidak kerja atau jualan berarti dua hari tidak memperoleh uang, padahal apa yang diperoleh satu hari juga hanya cukup untuk kebutuhan hidup keluarga sehari. Sebaliknya ketika Paus Yohanes Paulus II mengadakan kunjungan pastoral di Yogyakarta, banyak pedagang kaki lima diuntungkan, karena pada waktu itu mereka dapat berjualan di pinggir jalan seperti biasa, bahkan harga dinaikkan tidak apa-apa dan jumlah yang mereka jual hampir dua kali lipat seperti biasa. Maklum beberapa jalan sekitar Maguwaharja, tempat Paus berkunjung dan mempersembahkan Perayaan Ekaristi, ditutup guna parkir kendaraan, dan dengan demikian mereka berjualan seperti biasa tidak apa-apa.  Dari dua kunjungan sebagaimana saya kisahkan secara singkat di atas, kiranya cukup jelas ada kontras tajam, perbedaan antara `kerajaan dunia’ dan `kerajaan sorga’.  “Raja dunia” pada umumnya menguasai, sedangkan `raja sorga’ lebih melayani. Sebagai orang beriman, khususnya yang beriman pada Yesus Kristus, dipanggil untuk meneladan Yesus, Sang Raja Semesta Alam, yang datang untuk melayani bukan dilayani dan menguasai.

Uraian romo Maryo di atas menjelaskan perbedaan ‘raja’ dunia dan ‘raja sorga’. Pada hari ini seluruh Gereja merayakan hari dimana Yesus Kristus merajai alam semesta, dan seyogyanyalah juga merajai hidup kita. Dalam misa yang dipimpin romo Steve kemarin sore di Polda Metro Jaya, dihadapan lebih dari 50 tahanan sementara, kami bersama-sama merenungkan sejauh mana Tuhan Yesus Kristus telah merajai kehidupan kita selama setahun ini. Read the rest of this entry »