Rumah Doa

20 11 2009

Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!

Setiap saat terjadi pengotoran dan perusakan rumah ibadah pasti reaksi para penganutnya sangat mudah diperkirakan. Kemarahan dan kekecewaan pasti muncul, bahkan pemerintah pun dipertanyakan komitmennya dalam memberikan kebebasan dalam beribadah dan beragama. Rumah ibadah adalah tempat dimana seseorang dapat melakukan ibadahnya dengan Allah tanpa paksaan dan tekanan orang lain. Mereka bebas melakukannya selama  mungkin sesuka mereka. Ijin tentu bisa diberikan kalau semua dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Pertanyaannya siapa yang merawat? pasti bukan pemerintah atau tetangga sekitarnya, sudah pasti dirawat oleh mereka sendiri yang menggunakannya.

Kita bisa melihat bangunan tua bekas gereja di daratan eropa, juga banyak bangunan gereja sudah beralih fungsi menjadi toko di bawahnya, ruang doa dipindah ke lantai 3. Selain lebih kecil ruangan ibadahnya dan lebih murah sewanya,  yang datangpun semakin sedikit, sehingga pengelola tidak sanggup lagi membayar pajaknya. Tidak kurang banyak rumah ibadah disana berubah menjadi restoran kafe dan toko buku. Lalu kemana dan dimana tanggungjawab umatnya? Read the rest of this entry »