Film Kiamat 2012: Tinjauan iman katolik

16 11 2009

Film 2012 sedang beredar serempak di BlitzMegaplex dan jaringan bioskop XXI. Film bajakannya DVD sudah lama beredar. Walaupun tidak kolosal, film yang disutradarai Roland Emmerich ini sangat canggih menayangkan visual bumi terbelah, gelombang tsunami, dan badai piroklastik [badai dengan kecepatan minimal 150 Km per jam dengan suhu mulai dari 400 derajat Celcius].

Kontroversi klasik para Biblis ialah apa benar kalender suku Indian Maya itu dapat dijadikan pegangan menggantikan Kitab Daniel dan Injil? Seturut Kitab Daniel firman dan kerahasiaan tentang akhir zaman itu akan “dimeteraikan” sampai saat akhir zaman itu tiba. Jadi tidak mungkin dibuka meterainya pada saat-saat sebelumnya atau sekarang ini. Karena telah dimeteraikan, maka tidak ada siapapun yang bakal mampu mengetahui apa isinya.

Demikian juga dalam Injil, Yesus secara tegas menyatakan bahkan Dia sendiri dan para malaikat di surgapun tidak ada yang tahu kapan waktu dan saat kiamat itu akan terjadi. Melebihi semuanya, nyatanya suku Indian Maya mampu meramalkan saat kejadiannya secara tepat. Yaitu pada hari Jum’at, tanggal 21 Desember 2012. Bukan main canggihnya mereka itu!

Suatu visi eskatologis tidak pernah berhenti pada hari kiamat itu sendiri. Justru kebalikannya, visi itu baru dimulai sejak hari kiamat. Dalam Alkitab agama-agama samawi [agama Abrahamik] tercantum kisah tentang terjadinya kiamat. Rasanya agama-agama besar lainnya tidak ada membahas soal kiamat tersebut. Read the rest of this entry »





Iman = Tidak Melihat Tapi Percaya

16 11 2009

Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!

Mungkin ini yang dinamakan berbahagialah orang yang tidak melihat tapi percaya, dimana iman lebih menyelamatkan daripada mata. Namun pada kenyataannya banyak orang lebih percaya pada mata daripada telinga, apalagi dibandingkan dengan iman, mungkin jumlah orang-orang yang beriman tersebut dapat dihitung dengan jari kita.

Saya sendiri tidak berani menyatakan diri sebagai orang yang beriman, karena masih suka tergoda oleh perbuatan-perbuatan dosa, apalagi hal itu pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup, maka saya dapat membayangkan pergulatan hidup pecandu narkoba, pecandu judi, alkohol, judi dan seks untuk bisa lepas dari jerat tersebut, sungguh luar biasa.

Dalam pengalaman saya berdoa sebelum tidur, untuk melakukan refleksi diri akan segala pergulatan hidup dan sikap sepanjang hari, ternyata lebih mudah dengan mata terpejam, semua kejadian yang telah dialami dari sejak bangun tidur hingga hendak tidur lagi, hadir dengan gamblang begitu saja dihadapan kita, seolah-olah kaset video yang diputar ulang, dan semua menjadi mudah untuk kita melakukan koreksi hidup, hal ini sungguh tidak mungkin dilakukan jika mata terbuka. Read the rest of this entry »