Terima Kasih

11 11 2009

“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

Ketika mau minta sumbangan atau pinjaman dengan bergairah orang berkomunikasi, tetapi begitu sumbangan atau pinjaman diterima langsung diam seribu bahasa terhadap yang memberi sumbangan atau pinjaman. Sikap mental macam itu kiranya masih menjiwai banyak orang. Kepada penyumbang atau pemberi pinjaman ketika disampaikan ucapan `terima kasih’ atas sumbangan atau pinjaman yang diberikan, mereka pasti akan gembira dan puas.

Sabda Yesus hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk senantiasa menghaturkan `terima kasih’ atas aneka kebaikan yang telah kita terima kepada mereka yang memberikan. St.Martinus yang kita kenangkan hari ini dikenal sebagai orang yang dengan senang hati, iklas hati dan gembira dalam memberi bantuan atau sumbangan pada orang lain, lebih-lebih kepada mereka yang miskin dan berkekurangan, yang memang dari pihak penerima hanya memperoleh tanggapan `terima kasih’. Pengalaman saya pribadi dalam berbagai kesempatan pelayanan menunjukkan bahwa orang-orang yang miskin dan berkekurangan akan lebih cepat dan mudah berterima kasih ketika menerima sesuatu, sementara itu orang-orang kaya pada umumnya lebih banyak menuntut pelayanan daripada berterima kasih.

Cukup menarik juga jika mencermati peristiwa bencana alam, seperti gempa bumi atau tsunami: orang-orang asing lebih berpartisipasi meringankan beban penderitaan para korban daripada saudara-saudari sebangsa dan se tanah air. Birokrasi dalam pelayanan sosial rasanya begitu berbelit-belit, dan mungkin yang terjadi sebenarnya adalah pemotongan sumbangan sosial. Kami berharap agar anak-anak di dalam keluarga dibiasakan sedini mungkin untuk berterma kasih kepada siapapun yang telah berbuat baik kepada mereka. [Ign Sumarya, SJ] Read the rest of this entry »





Menjadi Tua itu Pasti; Awet Muda itu Pilihan

11 11 2009

Apakah Anda sudah merasa tua? Pertanyaan inilah yang diajukan berdasarkan jajak pendapat di Belanda terhadap para manula yang usianya sudah diatas 60 tahun. Ternyata lebih dari 80% secara biologis mereka menilai bahwa dirinya masih tetap muda alias belum merasa tua. Mungkin hal ini pulalah yang mendorong negara-negara di Eropa untuk meningkatkan usia batas pensiun dari 65 tahun menjadi 67 tahun. Kapankan seseorang bisa dinilai sebagai manula/lansia (manusia lanjut usia)? Apakah pada saat ia mulai punya cucu,
ataukah pada saat rambutnya mulai beruban?

Maka dari itulah juga sampai dengan saat ini para ahli sendiri masih memperdebatkan kapan seseorang bisa dikategorikan sebagai lansia.

Berdasarkan Wordl Health Organization (WHO) mereka mengelompokan lanjut usia sebagai berikut:
– Lansia Dini – Middle Agge (45 – 59 Tahun
– Lansia – Erderly (60 – 74 tahun)
– Lansia Tua – Old (75 – 90 tahun)
– Lansia Sangat Tua – Very Old (91 tahun keatas) Read the rest of this entry »