Hidup Untuk Apa Ya?

10 11 2009

Pernahkan kita memikirkan atau merefleksikan hidup ini untuk apa? Bayangkan, setiap hari kita bangun pagi, lalu olah raga atau gerak-gerakkan badan untuk memulai kehidupan, ternyata kita masih bernafas, masih mendengar dan masih melihat, cuci muka, lihat jam dinding, terus melanjutkan aktivitas lain, baca koran atau lihat televisi atau periksa Handphone apakah ada sms/chat/email/ berita penting yang masuk. Lanjut dengan mandi, berpakaian, sarapan, berdandan untuk cantik atau ganteng, lalu beres-beres tas kerja dan siap menuju kantor.

Semua ini sebenarnya untuk siapa? Tentu untuk orang lain, kita ingin menarik bagi orang lain, cantik atau ganteng dilihat orang dan harum bagi orang lain, karena kita tidak bisa melihat diri sendiri serta tidak bisa mencium bau tubuh kita sendiri, tapi rela membeli parfum, bahan dan alat kecantikan yang mahal yang hanya bertahan beberapa jam saja.

Tiba di kantor, setumpuk pekerjaan sudah menunggu, apakah itu untuk kita? Bukan, itu untuk pemilik perusahaan, supaya untung semakin banyak, perusahaan semakin berkembang dan harta/aset pemilik perusahaan semakin banyak, maka sebagian kecil dari itu adalah untuk kita. Apalah pemilik pernah mengucapkan terima kasih? Sangat langka atau jarang terjadi, malah sebaliknya kita yang harus berterima kasih dan berhutang budi pada kebaikan perusahaan dan dituntut loyalitas, toh kita hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna. Seandainya terjadi kerugian, tentu para hamba pula yang pertama mendapat hukuman pertama kali, mulai dari sasaran kemarahan, tidak ada kenaikan gaji, pemotongan gaji hingga PHK. Read the rest of this entry »