Tempat Suci

9 11 2009

“Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”– Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Beberapa dari anda kiranya masih ingat perihal `Kisah Penampakan Bunda Maria’ di tempat-tempat peziarahan Bunda Maria di wilayah Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah, yaitu di Sendang Sono dan Sendang Sriningsih, yang `dikomandani’ oleh seseorang bernama Bapak Thomas, almarhum. Pada masa itu setiap bulan kegiatan tersebut diselenggarakan, dan umat yang berpartisipasi atau hadir pun luar biasa banyaknya. Gerakan tersebut di satu sisi menggembirakan yaitu semakin banyak orang berdevosi kepada Bunda Maria, tetapi di sisi lain menggelisahkan juga, yaitu ada kecurigaan tertentu yang muncul dalam benak hati kami.

Gejala yang mencurigakan kami antara lain: seluruh kolekte pada upacara tersebut `dibawa semuanya’ oleh kelompok Bapak Thomas dan tiada sedikit ditinggalkan untuk kepentingan tempat peziarahan terkait, peristiwa penampakan dapat direncanakan dan ditentukan waktunya, dst. Dengan kata lain terjadi komersialisasi ibadat dan tempat ibadat, dimana sekelompok umat mencari keuntungan/uang sebesar-besarnya untuk memperkaya diri sendiri melalui kegiatan ibadat. Kami, yang berwenang, ambil kebijakan sebagaimana tertulis dalam Injil: “Jika gerakan mereka berasal dari Roh Kudus pasti akan jalan terus, tetapi jika tidak berasal dari Roh Kudus dalam waktu singkat pasti berhenti sendiri”, serta dengan akal sehat mengusahakan pencerahan. Akhirnya dengan bantuan seorang paranormal yang baik dapat diketahui bahwa ada kemungkinan kegiatan tersebut didukung oleh beberapa paranormal yang tidak baik alias komersial. Dengan bantuan seorang paranormal yang baik itu akhirnya tercerahkan bahwa kegiatan tersebut bukan berasal dari Roh Kudus, melainkan dari manusia yang materilistis, pada suatu saat gagallah usaha `penampakan Bunda Maria’ tersebut dan seterusnya berhenti total. Read the rest of this entry »

Advertisements