Cicak vs Buaya

2 11 2009

“Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”

Saat ini para penegak hukum di Indonesia sedang berpesta, hanya sayangnya pesta kali ini yang di jamu untuk rakyat bukanlah makanan, tetapi sebuah tontonan perkelahian yang melibatkan 2 (dua) lembaga penegak hukum (Polri – KPK), dan yang satu lagi yang juga terlibat mencari posisi aman (Kejaksaan), seharusnya dua atau tiga lembaga ini bersatu padu memberantas kejahatan dalam hal korupsi.

Pesta perkelahian kedua belah pihak yang membahasakan dirinya sebagai buaya (Polri) dilawan oleh cicak (KPK) ini terus saja menari diatas genderang gendang yang ditabuh oleh orang lain, dan rakyat yang pada awalnya hanya menonton dan memperhatikan mulai terlibat emosi, karena pesta tak kunjung usai dengan irama gendang yang semakin sumbang sehingga membuat gendang telinga menjadi sakit.

Amanat rakyat kepada pemerintah sekarang adalah jelas, salah satunya memberantas korupsi yang sudah puluhan tahun menyedot darah ekonomi rakyat, maka ketika sebuah lembaga yang mendapat tugas khusus memberantas korupsi melaksanakan tugasnya dengan sungguh- sungguh, mulailah banyak pihak yang merasa terganggu dan merasa otonomi wilayahnya dilanggar, kemudian hal inipun bertemu dengan kepentingan- kepentingan lain, sehingga pihak-pihak yang terganggu ini berkomplot membuat sebuah konspirasi untuk melawan. Read the rest of this entry »

Advertisements