Berdoa untuk Berbuah

28 10 2009

Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena dari pada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Dengan kompetisi yang semakin tajam, perusahaan besar yang bisa bertahan adalah dimana komunikasi dua arah, atas bawah serta kiri kanan saling terjalin. Di beberapa sesi bersama klien sering terungkap betapa frustasinya karyawan pelaksana bila harus berhubungan lintas fungsi. Prioritas yang berbeda membuat banyak friksi terjadi di tingkat operasional akibat proses pengambilan keputusan yang salah atau justru menjadi lamban. Tetapi begitu terjadi komunikasi antar pimpinan antar bagian, maka segala hal menjadi mudah. Gak ada ewuh pakewuh akhirnya subyektivitas pun tersingkir. Memang harus ada waktu yang disediakan untuk menyamakan visi, saling memahami keterbatasan dan ketergantungan satu sama lain dan akhirnya membentuk kesepakatan bersama untuk menggapai visi bersama.

Kita sering lupa bahwa apa yang terjadi dalam keadaan sehari-hari juga terjadi dalam kehidupan spiritual kita. Kesibukan yang mendera dari pagi hingga malam, dari senin hingga minggu, hanya membuat kita berpikiran ‘silo’ – cuma memikirkan diri sendiri, tidak perduli kiri kanan apalagi atas bawah. Harus ada waktu untuk ‘berdiam’ – untuk merefleksikan diri –  untuk menajamkan visi dan menyelaraskan kembali arah hidup kita, sebelum kita sendiri sadar bahwa sebenarnya kita sudah melesat menjauhi tujuan hidup Ilahi yang diberikan pada kita. Read the rest of this entry »

Advertisements