Belajar dari Gempa Padang dan Tasik: Gerakan Sadar Bencana

6 10 2009

Hari-hari ini kita melihat banyaknya berita dan kisah sedih ditayangkan berbagai media elektronik dari musibah gempa  Padang dan Tasik serta gempa lainnya yang menelan banyak korban jiwa. Mereka terjepit diantara reruntuhan gedung dan bangunan. Diperlukan usaha berjam-jam untuk menolong satu korban. Musibah memang  tidak kenal usia, suku, ras dan agama. Semua menderita.

Dengan beruntunnya gempa yang terjadi di bumi Indonesia, mau tidak mau, suka tidak suka, kita terpaksa mengingat kembali pelajaran Ilmu Bumi di Sekolah Dasar. Kita tinggal di negara yang subur makmur dengan kekayaan alam dan laut yang jarang dimiliki negara lain. Tetapi diantara keindahan gunung dan laut serta palung-palungnya, itu semua terbentuk sebagai akibat dari lipatan-lipatan bumi yang terus bergerak dari utara ke selatan dan sebaliknya. Gunung-gunung api yang ada masih aktif, dan yang sudah mati pun bisa aktif kembali sebagai dampak dari gempa tektonik yang terjadi belakangan ini.  Indonesia berada dalam cincin gunung berapi, dikenal dengan Pacific Ring of Fire, bersama Filipina, Jepang dan sepanjang pantai barat Amerika. Walaupun demikian yang membuat posisi Indonesia menjadi paling rawan diantara semua negara, adalah karena Indonesia merupakan pertemuan dari 3 patahan lempeng dunia. Lempeng Indo-Australia yang mendesak ke timur laut dan utara, Lempeng Eurasia yang relatif statis tetapi bergerak ke arah tenggara, dan Lempeng Pasifik yang mendesak ke arah barat daya dan barat laut. Read the rest of this entry »

Advertisements