Setan Aja Tau

1 09 2009

“Diam keluarlah dari padanya!”

Salah satu hasil penyelidikan Komisi Penyiaran Indonesia terhadap 92 sinetron remaja menyatakan bahwa adegan mistik yang muncul dalam sinetron kita didominasi dengan visualisasi (76%), yaitu penampakan makhluk mistik. Penampakan ini tidak selalu hantu, tetapi bisa juga berbentuk peri, puteri duyung, bidadari, dan lain-lain. Ternyata, makhluk gaib merupakan karakter yang paling sering dimunculkan (55%). Pemuka agama hanya muncul dalam beberapa adegan sehingga angkanya tidak cukup signifikan untuk dimasukkan dalam grafik laporan KPI. Manusia yang terlibat dalam adegan mistik (43%) lazimnya muncul dalam adegan-adegan yang memperlihatkan interaksi antara manusia dengan makhluk mistik.

Tayangan televisi kabel juga gak beda jauh. Apa yang dinikmati anak2 Jakarta sama dengan yang dilihat anak-anak di New York, Paris dsb. Film2 animasi serta serial seperti Thats so Raven secara tidak langsung mengagungkan dunia mistis yang seolah-olah dibuat indah. Enaknya punya kuasa sihir atau jadi cenayang. Padahal setan ya tetap saja setan, tapi jadi berbeda karena digambarkan sebagai wanita dan peri yang cantik di televisi.

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa memang dari sejak dulunya setan sudah ada dan tugasnya adalah menjauhkan manusia dari cinta kasih Tuhan. Yoh 10:10 mengatakan pencuri (setan) datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; termasuk membinasakan damai sejahtera Allah yang diberikan bagi manusia. Tapi Yesus datang agar manusia memiliki hidup, bukan hidup sekedar hidup tapi hidup yang berkelimpahan.

Yesus sangat mengasihi manusia dan Ia menunjukkan kuasaNya dengan melepaskan manusia yang terikat kuasa setan. Sekali lagi terjadi mujizat saat kuasa Yesus melepaskan dua orang dari ikatan setan. Jelas sekali bahwa orang-orang yang dikuasai setan sangat membahayakan orang lain, bahkan selain merusak dirinya sendiri mereka bisa menyerang orang-orang disekitarnya. Hal ini sering terjadi di tempat penampungan orang-orang sress juga di rumah sakit jiwa. Maka Yesus ingin sekali menyembuhkannya. Ia tidak mau melihat manusia saling melukai bahkan membunuh sesama manusia.

Negosiasi antara setan dan Yesus menunjukkan bahwa setan tahu betul seberapa besar kuasa Yesus atas segalanya. Setan pun tak bisa berbuat apa-apa dan hanya memilih keluar dari tubuh manusia pindah ketempat lain, gak berani pindah ke manusia lainnya. Setan tahu bahwa Yesus mencintai manusia. Ia sangat berkuasa tapi setan tidak pernah ‘bertobat’ menjadi pengikut Yesus. Sebaliknya manusia sering tidak menyadari kuasa Yesus, yang mampu melepaskan manusia dari keterikatan setan. Kenyataannya masih banyak orang yang KTPnya pengikut Kristus tapi memilih menjadi pengikut setan. Mereka menyerahkan masa depannya di tangan setan dengan datang ke dukun-dukun dan ‘orang pintar’ serta berbagai ilmu mistik. Akibatnya tidak heran kalau kelakuan mereka yang terikat setan ini ‘merusak’ manusia sekitarnya. Tidak mau kalah, korupsi, iri hati dan dengan cara apapun akan memusnahkan semua orang yang menghalanginya. Inilah dunia yang kita tinggali sekarang. Ooo seraaam…

Maka  kita tidak perlu membuat rasionalitas dalam hal mistik sehingga tertipu dan lupa bahwa tujuan setan adalah menjauhkan kita dari cinta kasih Allah. Setan maunya hanya ingin mencuri, membunuh dan membinasakan apa saja yang telah Allah berikan bagi manusia. Mujizat masih diperlukan bagi mereka yang terikat dan tunduk pada kuasa setan. Hanya kuasa Tuhan Yesus lah yang mampu melepaskan korban belitan setan-setan ini dan hanya Dia yang bisa berkata pada setan “PERGI!”. Setan saja tahu besarnya kuasa Tuhan Yesus, apakah kita masih tidak peduli dan menyadari besarnya kuasa Yesus? Apakah kita masih menakuti anak kita sendiri agar lebih takut dengan setan seperti apa yang dilihat di televisi? Bukankah tugas kita sebagai orang tua mengenalkan anak-anak pada kasih Tuhan yang menyelamatkan? Kita tidak bisa mengabdi pada dua tuan dan setan akan terus berusaha menggoda kita agar menjadi tidak setia kepadaNya.

==============================================================================================

Bacaan Luk 4:31-37

“Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu”

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: