Nama saya Ratna Ariani, bersama suami membesarkan tiga orang anak yang Tuhan percayakan. Setelah menikah kami sempat tinggal di Bandung sebelum akhirnya menetap di Jakarta. Melalui blog ini saya ingin berbagi tentang kasih dan penyertaan Tuhan dalam hidup kami terutama dalam suka duka kehidupan keluarga, profesi dan ditengah masyarakat. Bukan suatu kebetulan nama baptis saya Maria, tapi sebagai seorang ibu saya juga lebih merasakan spiritualitas Maria untuk dijadikan teladan dalam menapaki kehidupan ini.
Penyerahan total Bunda Maria pada karya keselamatan Allah mulai dari remaja dan sepanjang hidupnya menjadi inspirasi kami dalam menghadapi tantangan hidup. FIAT VOLUNTAS TUA Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu. Demikianlah ucapan seorang gadis, Maria, saat malaikat Gabriel
menyatakan bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus . Maria tidak takut akan ancaman hukuman dirajam sampai mati karena ia hamil padahal belum bersuami. Tapi Maria percaya bahwa rahmat Tuhan lebih dari cukup untuk menyertainya selalu. Kehidupan Bunda Maria dalam menyertai putranya Yesus, sungguh bukan hal yang mudah. Dengan tetap tabah ia membesarkan dan melindungi bayi Yesus, mengikuti serta mendampingiNya sampai dibawah kaki salib. Saat-saat sulit dimana orang-orang lain yang dulu disembuhkan dan bahkan pengikut dan murid-muridNya meninggalkanNya. Kisahnya tidak berhenti setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Maria justru terlibat untuk meneruskan karya pekabaran Injil. Sesuai dengan permintaan Puteranya dari atas kayu salib, ia selanjutnya mendampingi murid-murid Yesus, menjadi komunitas umat beriman cikal bakal Gereja. Ia menjadi Bunda kaum beriman, Bunda Gereja. Setiap orang yang mengagumi seorang tokoh, pasti sering bertanya Siapa kah ibunya yang melahirkan dan membesarkannya sedemikian rupa? Sudah selayaknyalah kalau kita juga menghormati Maria, sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan serta mempersiapan Kristus sebelum memulai tugas penyelamatanNya bahkan melanjutkannya kemudian.
Sebagian besar isi blog ini adalah hasil permenungan pribadi atas Sabda Tuhan sesuai dengan kalenderium gereja. Seperti janji Nya bahwa berkat Nya selalu baru tiap pagi, menjadi sumber kekuatan bagi kehidupan saya dalam susah dan senang, maka saya berharap bisa membagikan nya juga setiap hari. Saya belum sempurna, masih perlu bertumbuh dalam penziarahan di bumi ini. Mari berbagi dan saling meneguhkan satu sama lain terutama rahmat kerendahan hati agar kita diubahkan semakin serupa dengan Kristus dan karenanya hanya Dia yang dimuliakan.
Semoga teladan bunda Maria yang tabah dan sungguh beriman menjadi inpirasi anda pula untuk tegar dalam berkarya.
Ad Maiorem Dei Gloriam
RA
PS: Silahkan mengcopy forward apa yang anda rasa baik dari blog ini untuk dibagikan selama tidak untuk tujuan komersial. Saya mendapatkannya free dari Tuhan, and its free to copy as well. Tapi tolong sebutkan nara sumbernya seperti yang dituliskan karena saya juga menyertakan beberapa artikel saya yang pernah dimuat di majalah rohani, juga dari para romo dan rekan yang saya kenal.











Salam kenal bu Ratna.
Seneng ketemu blog yang membahas iman Katolik seperti ini.
Saya jadi bisa belajar dari sharing2 anda di sini, mohon ijin add linknya
Salam kenal juga mas hari,
Terima kasih telah menambahkan link ke blog anda. Suatu kehormatan bagi saya untuk bisa berbagi kasih Tuhan. Pasti anda pun memiliki kisah kasih Tuhan dalam penziarahan iman, baik sebagai suami dan yang lagi belajar sebagai ayah. Salam untuk keluarga terutama cubit sayang buat anak-anak anda yang lucu.
RA
Salam kenal bu Ratna. Saya dari Cibinong. Mohon ijin untuk bisa me’ngumpulkan’ tulisan ibu di aggregator saya.
Salam dari Cibinong,
Yustius SP.
Salam kenal juga untuk pak/mas Yus.
Monggo silahkan kalau mau ‘add’, terima kasih juga saya boleh ikut meramaikan blog anda.
Kalau mau sharing-sharing always welcome lho.
RA
salam, bu ratna. Saya mengenal nama ibu dari lomba jargon sampah. Postingannya menarik. -luhde
Salam kenal juga mbok (mbak) luh, selamat juga sebagai pemenang III “MENGOLAH SAMPAH ? YA NGGAK MASALAAAH…”
Wah gak heran sampeyan menang …..lha wong jurnalis plus aktivis lageee…
Titip salam juga buat Bli Anton ya- RA
Salam bu Ariani,
Pertama kali mbah tahu blog ini sewaktu dimuatnya Surat Wasiat Romo Tom, setelah itu beberapa kali ikut ngelongok renungan ibu … sempat juga mbah nyolong lho bu, Surat Wasiat Romo Tom dan renungan Two in One yang mbah kutipkan ke ForDis Pondok Renungan dengan mencantumkan sumbernya … Hehehe jangan marah ya bu, mbah memang keterlaluan kakek-kakek kok ngajarin nyolong … maaf kan mbah
Mohon ijin mbah ikut belajar dengan membaca renungan harian nya dan bila ada yang menarik biasanya mbah email dan copy untuk umat di Lingkungan
Semoga Roh Kudus senantiasa menyertai Ibu dan keluarga
Salam kenal Mbah Justinus, terima kasih sudah sering mampir. Saya senang sekali kalau bisa berbagi dengan para sahabat di Pondok Renungan dan di lingkungan. Masa iya simbah belajar dari sini? Apa gak terbalik tha mbah? Saya kan orang baru di arena blogger; malah kadang mampir juga ke pondok nya simbah untuk ‘meneduhkan diri’. Kalau gak salah mbah juga koster disana ya? Selamat berkarya dalam pewartaan di dunia maya. AMDG – RA
Salam kenal Ibu Ratna..senang banget nyantol ke blog penuh berkat ini. GBU.
Malam bu….
PF ya bu… saya bangga dengan blog ini semoga semakin banyak orang terberkati melalui blog ini…. sukses bu !!
Shaloom…
Saya yakin dan percaya akan banyak jiwa2 yang terselamatkan dengan adanya blog ini.
Puji TUHAN… saya bisa nyantol di blog ini
Thank’s GOD… atas talenta yang Engkau berikan kepada Ibu Ratna, sebagai perpanjangan tangan-Mu didunia ini.
Amin
TUHAN memberkati pelayanan kita semua.
Rhony
Semoga mbak Ratna & keluaraga selalu dlm lindungan dan berkatnya dari seorang teman dari Samarinda-Kaltim
GBU for Family
http://putranto73.blogspot.com/
senang membaca tulisan2x di blognya. GBU!
Salam kenal bu Ratna.
Tulisan-tulisan ibu sungguh bermakna .
Kiranya Tuhan memberkati .
Syalom !
Akhirnya saya dapat juga blog ini. Sempat kesasar kesana-kemari. Om google sempat bingung. Memang benar jalan ke surga rupanya sempit. Makasih Bu Ratna atas kunjungan ke blog saya dan kini saya mengadakan kunjungan balik. Selamat berbagi Kabar Suka Cita. Jesus is the way, the truth and the life. Jesus Bless Us all.
P. matias darwin OFM. Cap.
Terima kasih banyak romo darwin untuk kunjungan nya. Selamat melayani di negeri kangguru ya. BTW romo gak tinggal di kota darwin kan? kok bisa sama namanya ya.
Buat Mega dan Steve selamat datang dan mumpung masih muda terus maju dalam pengenalan akan Dia.
Buat Mas Sigid, ya itulah yang namanya ‘unconditional love’. Yesus sudah mencintai kita sehabis-habisnya justru saat kita masih dalam dosa dan belum mengenalNya. Senang ya dicintai habis-habisan begitu, tapi untuk memberikan sebaliknya… wuih… angel nemen mas… tapi bukannya gak mungkin karena kita bersama Dia. Berkah Dalem.
wah………kerennnnn banget blog-nya……
kapan2 aku mo kirim surat pribadi ya…….
ok………..sukses selalu…….Tuhan memberkati…………syalloom…..
adios,
erdian
Selamat siang Ibu Ratna,
Searching Romo Pujasumarta, saya menemukan weblog ini. Salam kenal dari kami, pasangan muda yang merantau dari tanah Jawa ke tanah Pasundan ini. Proficiat untuk blog ini yang sangat menggugah gairah kecintaan kepada Yang Kudus.
Terima kasih,
Bandung Beti Erin.
Selamat Siang Ibu Ratna
Ibu mau minta tolong dnk. Kok saya kering ya tidak dapat membuat doa pagi yang ada ibadat sabdanya . Saya dapattugas membawakannya hari senin tgl 29 Juli.
Maukah Ibu mengajarkan saya atau memberii contohnya?
Teima kasih atas bantuan ibu Ratna
Salam
Melati
Salam kenal, Bu…
blog yg memberkati banyak jiwa…
salam kenal mbak,
Tuhan Yesus memberkati…
Salam kenal juga untuk mbak Helda, mbak Stella dan selamat untuk mbak Rita yang mau mengantarkan anaknya komuni pertama. Semoga komuni kedua dst menjadi kebahagiaan tersendiri untuk anak-anak ya.
Terima kasih untuk mas raja cilik untuk referensinya.
AMDG-RA
Aku gabung juga ahh.. Bu…. !!!
padahal aku lagi nyari “Mbah..” Mar eh malah ketemu… “Dewi” Ratna
he..he….
salam kenal ya bu….tulisan ibu sungguh menarik…membuat adem ayem hati saya…saya hanyalah anak tuhan yang jarang kegereja…salam tuk keluarga ya bu…petrus prasetyo,padang
Terima kasih untuk kunjungan mas Tomas dan pak Petrus, silahkan japri saya bila ada pengalaman iman. Saya rasa semua orang memiliki pengalaman yang sungguh indah bersamaNya. Dan bila dibagikan justru membuat orang lain ingin juga mengalami indahnya cinta Nya. Itulah hakikat pewartaan Kabar Baik, bercerita tentang pengalaman kita bersama Dia, bercerita tentang cinta Kristus. AMDG
Salam kenal Bu Maria
Salut dan bangga, seorang ibu (yang tidak terbilang belia lagi) masih melek kemajuan IT terbaru. Sukses pula telah menjadi ibu dan sekaligus kawan yang baik buat anak-anak. Semoga menjadi sumber kasih dan inspirasi bagi banyak orang.
Thanks bisa gabung di blog ini banyak hal positif yang saya dapatkan dari tulisan bu Ratna membuat semangat untuk bangkit dalam iman saya tumbuh kembali tepat saat saya membutuhkannya. Semoga Tuhan memberkati ibu dan keluarga. Salam Damai
Terima kasih untuk mas domu dan mbak michelle untuk kunjungannya. Rasanya kalau kita berjalan bersamaNya setiap saat, waktu yang dilalui tidak terasa berat. Tau-tau anak-anak tambah besar , berarti kita tidak muda lagi. Tau-tau saat-saat sulit toh akhirnya bisa dilalui, dan dengan tersenyum kita menengok ke belakang dan berkata “Thank God ! kita telah melaluinya…and we are not alone.” Tetap lah setia tinggal bersamaNya, termasuk di saat sulit dan tidak ideal sekalipun.
Mother Theresa mengatakan bahwa kita tidak diciptakan untuk sukses, tapi untuk menjadi setia. AMDG
Satu hal yang membuat aku ‘jatuh cinta’ pada Maria, selain ketaatan total pada Allah dan kebeningan hati untuk merenungkan sabda Tuhan melalui berbagai perjumpaan dan pengalaman konkret, Maria setia memelihara jiwa pemberontakan di dalam dirinya. doa “magnificat” Maria sungguh indah dan dahysat. Dari sini, aku melihat Maria bukan model perempuan atau ibu yang senang dengan kemapanan. Apalagi kalau kemapanan itu berselimutkan karpet cantik di mana di bawahnya terdapat ketidakadilan dan penderitaan orang lain. Bu Ratna, salam kenal! Jadi terdorong meneruskan sepotong tulisan berjudul “Jalan Sunyi seorang Maria.”
Salam Kenal Ibu Ratna Ariani, saya dari Jakarta. Selain berlindung kepada Maria, Mater Dei saya juga adalah Ignatian yang mengagumi karya – karya para Yesuit di Indonesia dan juga ditempat lain. Fiat Voluntas Tua dan AMDG
salam, hendraboe
Syallom Bu Ratna,
Sy org semarang, ank kuliahan di Teknik Undip.
Sy sgt snang jk ibu dpt memberikan penyegaran rohani di lingkungan PMK FT UNDIP kmi. Sy akan brusaha membantu ibu utk dpt mjd pembawa kbr sukacita di kampus kmi.
GBU
Syalom, Bu Ratna.
Senang sekali saya bisa menemukan blog ibu dan membacanya. Banyak hal dapat saya renungkan dari tulisan2 ibu. Saya sering diminta membawakan renungan2 bagi berbagai kelompok, dan tentu bukan hal mudah bagi saya membawakan dalam beragam “bahasa”. Kiranya tulisan ibu akan sangat membantu saya. Saya percaya bahwa Tuhan sendiri yang berkarya hingga akhirnya saya dapat belajar dari tulisan2 ibu.
Terimakasih, Ibu. Tuhan memberkati dan semoga dapat semakin menjadi berkat bagi sesama.
Puji syukur pada Tuhan kalau blog ini bisa menjadi berkat bagi yang lain juga. Apa yang ada di blog ini juga adalah perjumpaan saya dengan berbagai insan yang Tuhan pertemukan, akhirnya memperkaya keimanan kita. Salam kenal buat mbak Septina, juga buat mas darwin yang di semarang saya sering ke semarang lho. Kapan-kapan jumpa ya?
Untuk mbak dhaniek dan bang onde , kangen dengan waghete atau dengan romo mardi ? Sekarang sudah di SMA Adi Luhur di Nabire.
Mas yaya, mau ganti apa lagi? yang penting sekarang anda sudah tahu dan tetap fokus pada Sang Juru Selamat agar menjadi semakin seperti Dia kan?
hallo ibu ratna ariani ,kenalan doang biar bisa tambah sahabat di ruang ini ,saya senang membaca tulisan ibu diruang ini ,semoga ibu dapat menerima perkenalan dengan saya .keberadaan saya di kota balikpapan -kalimantan timur ,paroki santo petrus paulus balikpapan ,mungkin ibu pernah ke balikpapan ,kalau ibu ke balikpapan mampir dong ,paling tidak kita bisa ketemu untuk bagi bagi kegiatan untuk membantu saudara saudara kita yang masih terbelakang soal iman dan kepercayaan . demikian dari saya ,sampai jumpa .ave maria
Selamat dalam damai Kristus,
Salam kenal Ibu Ratna yang begitu mulia hatinya,
Saya dari Paroki St. Maria – Tangerang, kebetulan saya lagi mencari-cari artikel yang cocok dan bermanfaat dalam menubuh kembangkan iman Katolik dilingkungan kami melalui buletin bulanan yang saya buat dan ternyata banyak artikel-artikel menarik yang sangat beguna sekali di blog yang ibu sediakan untuk kita semua, sebelumnya saya mohon ijin untuk mengcopy dari beberapa artikel dari blog ini.
Saya akan mendukung segala kegiatan yang Ibu lakukan, untuk tetap mewartakan Injil dan kebenaran. Salam Sukses selalu, Tuhan selalu berseta kita. Amin
Salam kenal juga pak Dimas, luar biasa anda mau melayani lingkungan lewat buletin bulanan. Ini merupakan sarana pewartaan yang mampu menyatukan umat terutama mereka yang tidak dapat hadir dan bertemu dalam pertemuan rutin. Tentunya mereka pasti merasa disapa. Saya justru tersanjung karena anda memilih blog ini sebagai salah satu sumber pewartaaan. Tentu saja anda dapat memilih artikel manapun yang dirasa sesuai dengan tema buletin. Yang penting sumbernya juga disebutkan karena beberapa artikel pun saya dapat dari sumber lainnya. Terima kasih sekali lagi dan kita saling mendoakan ya. Titip salam hormat saya untuk umat paroki St Maria Tanggerang, khususnya bagi lingkungan anda. AMDG
selamat malam bu…
shalom…
Saya berusia 39 th adalah bapak 3 orang anak yang paling besar 6th.3th dan bungsu 1th.
Saya barusan pulang dari gereja misa jumat pertama, tetapi sendirian karena isteri saat diajak tadi cuek sekali. Siang tadi kami sempat “berselisih” saya sudah cukup bersabar menghadapi isteri saya…hanya dengan kasih Kristus kami tetap bertahap di tengah badai ini…begini bu jika ada kesempatan kami mau sedikit sharing atas beban kami ini karena kasihan anak-anak kami…masih kecil sudah melihat orangtuanya sering berselisih…saya akan lewat japri by email…terima kasih.
Salam kenal ibu Ratna. Saya kaget. Begitu saya ketik Kawunganten langsung keluar blog ibu. Saya heran, dari mana beliau mendapat tulisan kado natal yang saya kirim buat teman-teman di milis serayu net? Saya coba menyimak, yah ini betul tulisan saya. Yah saya berterimakasih ibu ikut membantu agar umat kita mulai juga mengembangkan devosi kepada kanak-kanak Yesus. Soalnya tadi baru ada natalan di satu lingkungan kota di Cilacap. Dalam pesan natal saya tanya, berapa keluarga yang sempat berdoa bersama di depan kandang natal? ternyata dari 150 keluarga di lingkungan itu tidak ada satu pun keluarga yang datang berdoa bersama di depan kandang. Maka anak tidak pernah diperkenalkan dengan Yesus, mulai dari saat ia lahir sampai mati dan bangkit. Inilah point penting yang hilang “DEVOSI KEPADA KANAK-KANAK YESUS”, dan “DEVOSI KEPADA KELUARGA KUDUS”.
Okey, marilah kita bersama berusaha agar setiap perayaan atau hari-hari besar kita dapat berbicara mendidik umat kita menjadi lebih mengenal dan percaya kepada Yesus. Terima kasih atas kerjasamanya.
Syaloom.
P. Vincent OMI
Salam Kenal bu,
Baru hari ini saya nyantol di bloq ibu.
Keren. Muantaaaaap.
Maaf kapan2 saya akan ambil beberapa hal dr bloq ibu untuk stasi terpencil di bandung, biar saya bisa majuin stasi kami.
Tx hormat & salam
Bu Ariani, wah…., saya sudah dapat alamat ibu di tempat lain (FB) tetapi ketika sampai di sini, saya lebih “betah tinggal” karena lebih bercerita tentang hidup kita sebagai katolik. Saya juga tahu alamat ini dari Rm. Darwin di Australia. Ketika aku klik, eh….seorang ibu yang pernah kujumpai di Klaten bulan Oktober thn 2007 lalu ketika ada lokakarya pendidikan katolik. Saya hanya salah seorang peserta dari Sibolga waktu itu. Sekarang sedang berpetualang dengan ilmu pedagogi di kota Roma.
Salam
Pace e Bene
rm. gius lay, ofmcap
Selamat malam, Mbak..
Senang bisa mampir ke ruang ini.
Selamat meniti jalan 24 hari ke depan…
Terima kasih sudah mampir di blog ini. Terima kasih juga untuk dukungannya. Kita saling mendoakan ya.
halo Ibu Ratna
Terimakasih telah mampir di pucung maju. Koperasi ini hampir mirip dg credit union, cuma yang ini kecil. heheh. kapan bisa berkunjung ke desa kami. Biar kami juga mengenal Ibu Ratna. Belum ada yang turba ke desa kami untuk yang dari caleg. Smoga panjenengan bisa datang dan memberi semangat bagi kami.
salam
salam kenal ibu ratna, suatu hal yg menyenangkan bisa saling berbagi dalam blog yg memang membahas hal-hal yg berhubungan dgn iman, terutama iman Katolik, semoga dgn adanya blog dan ibu yg menggagas blog ini, kita dpt menyebarkan dan memperluas Kabar Gembira tentang Tuhan Yesus. semoga byk manfaat dan info yg bisa saya ambil dan pelajari dr adanya blog ini. terimakasih. Berkah Dalem.
Jenis komunikasi apapun di dunia nyata apalagi di dunia maya boleh berkembang menembus langit biru, tetapi ada satu jenis komunikasi yang tak boleh dilupakan apalagi dihilangkan, yaitu komunikasi di dunia ketiga dimana tak seorang pun tahu ada apa disana? Komunikasi di dunia ketiga yg kami maksud yaitu yg disebut dengan istilah “DOA” : dalam doa manusia berkomunikasi dengan Dia yg telah menciptakan alam semesta dengan segala isinya dan dikaruniakan kepada manusia ciptaan kesanganNya. Apakah aktivitas “doa” kita juga mengalami kemajuan secanggih komunikasi di dunia nyata atau browsing, chating, massaging, blogging atau entah apalagi yg ada di dunia maya ?!? Syaloom …..
Dear Bu Ratna Ariani,
Bagus sekali blognya, saya sudah bolak balik baca2 kesini betah hehehe sampai sampai 1 jam:) Beberapa saya copy dibuat diskusi di forum Katolik Webgaul, diantaranya “Setan aja tau”. Menarik sekali, terutama judulnya, membuat penasaran. Saya cantumkan sumbernya:) menyejukkan renungan2nya,
saya yang dari milis Komunikasi_KAS, yang tiap Minggu kirim renungan kesana:) silahkan mampir ke blog saya:)
Berkah Dalem
Chris
Saya senang sekali bisa menemukan blog ini..
saya subscribe yah Bu Ratna.
saya sangat berterima kasih untuk itu.
Terima Kasih Bu Ratna. *ngga bisa berenti bilang makasih ini..
: )
regards.
Rivan
salam kenal bu……….