Jangan Ikut Marah Berjamaah

31 08 2009

“Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Saat ini negri kita sedang gonjang ganjing akan berita yang pencaplokan budaya oleh negara tetangga, bahkan persoalan makin merembet ke soal-soal lama yang sungguh berbeda urusannya. Saya akhirnya tergelitik untuk memperhatikan masalah ini, ternyata belum ada penjelasaan atau pengumuman resmi secara kenegaraan bahwa negara jiran yang merupakan tetangga kita tersebut berniat mengakui budaya Indonesia.

Memang ada di dalam iklan pariwisata mereka, sekelumit iklan Tari Pendet dari Bali ini rupanya menjadi sumber ketersinggungan kita, menganggap itu sebuah pengambilan budaya. Ketika mendengar penjelasan Mentri Budaya dan Pariwisata, Jero Wacik di Metro TV semalam, jelaslah tampak kita mudah marah tanpa jelas dulu duduk perkaranya. Diceritakan oleh beliau, ketika terjadi masalah Reog Ponorogo 2 tahun yang lalu, itu adalah kesalahan biro iklan swasta disana, pemerintah Malaysia tidak ikut campur, tetapi setelah diajak bicara baik-baik, mereka paham dan langsung mengoreksinya serta minta maaf. Bagaimana jika terjadi sebaliknya? Read the rest of this entry »





Haram dan Halal Dalam Kekristenan

30 08 2009
Persoalan najis dan tidak najis, atau halal dan tidak halal, sering kali menjadi perdebatan yang mengundang kontoversi yang sengit dalam kehidupan beragama, terutama dalam aga-agama besar di dunia. Misalnya persoalan: manakah makanan yang dianggap najis dan mana yang tidak. Manakah orang-orang yang dianggap najis dan manakan orang-orang yang dianggap bersih. Manakah pikiran-pikiran yang dianggap najis dan manakah yang tidak. Persoalan tersebut di atas menjadi sangat hangat dan panas tatkala orang-orang menggunakan latarbelakang pemikiran agama menjadi sumber utama.
Seharusnya semuanya harus menerima perbedaan semacam ini. Ini adalah perbedaan pemahaman yang sekaligus kekayaan yang seharusnya dihargai dan dimenngerti dalam kehidupan yang serba pluralitas.Dalam tulisan ini, saya hanya ingin membagi dengan sangat sedikit pemahaman Kristen tentang najis dan tidak najis. Konsep tentang najis dan tidak najis dalam Kristen didasarkan pada pengajaran Yesus sendiri kepada para pendengar-Nya. Ini tentu harus dimengerti dengan latarbelakang tradisi, kultur dan budaya Yahudi-Israel waktu Yesus hidup. Orang Kristen juga tidak bisa mengerti pengertian ini berdasarkan konsep dari budaya dan kultur lain seperti Eropa, Amerika ataupun Arab. Kalau boleh jujur, justru kultur Arab dan Yahudi banyak yang mirip dan sama (karena latar belakang sebagai daerah Timur Tengah). Read the rest of this entry »




Penggallah Egoku Demi Jalan Tuhan

29 08 2009

“Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis “

P8290013Hari ini Misa pagi retreat pewarta dan pengajar BPK PKK KAJ di cipanas, dipimpin romo Andang SJ, Vikep KAJ, kami diajak merayakan pesta Yohanes Pembaptis. Seorang kudus yang kelahirannya pun telah dipersiapkan untuk membuka jalan bagi Sang Juru Selamat.  Dari  semenjak dalam kandunganpun ia sudah merasakan kehadiran Tuhan, saat ibunya Elisabet bertemu Maria yang mengandung bayi Jesus ia melonjak kegirangan. Saat mulai pelayanannya, ia mempertobatkan banyak orang dan membaptis dengan cara yang berbeda dengan tata cara yang  umum. Kehidupannya juga jauh dari kenyamanan, kaul kemiskinan sudah dianutnya terlebih dahulu. Sehingga kehidupan nya merupakan kesaksian kebenaran akan Jalan Tuhan.

Herodes pun terkagum-kagum dengan perkataan Yohanes Pembaptis, karena kesederhanaannya dan kesaksian hidupnya maka yang ia wartakan adalah kebenaran. Herodes sering merasa bimbang karena yang diucapkan Yohanes memang kebenaran, maka kebenaran itulah yang membuat ia bimbang diantara kehidupan nyata Herodes. Ia sadar bahwa memang kelakuannya tidak benar dan Yohanes mengingatkannya untuk kembali kepada kebenaran. Kesaksian hidup Yohanes Pembaptis justru membuat Herodes. Read the rest of this entry »





Bijaksana dengan Menabung

28 08 2009

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Seperti gadis-gadis yang bijaksana itu, maka dengan mempunyai tabungan ternyata membuat hidup menjadi indah sekali dan sangat membantu, tetapi untuk memulai bisa menabung ternyata bukan persoalan mudah, selalu ada banyak alasan untuk tidak melakukan atau menghindarinya, mulai dari gaji kecil, masih banyak keperluan, harus membantu orang tua, adik-adik, cicilan dan lain sebagainya, ternyata sayapun demikian.

Ada seorang kenalan yang 10 tahun lalu hidupnya biasa saja, mungkin keadaan ekonominya ketika itu tidak sebaik saya, tetapi sekarang menurut kacamata saya, kondisi dia sudah sangat maju dan mungkin dua atau tiga kali lebih baik dari saya. Dulu rumahpun masih mengontrak, sekarang sudah punya ruko, bahkan rumah yang dikontrakan, kendaraan pribadi dan entah apa lagi, mengapa bisa demikian? Read the rest of this entry »





Golongan Manusia Mana?

27 08 2009

“Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.”

Termasuk kelompok manusia macam apakah saya ini, hamba yang setia dan bijaksana, hamba yang oportunis, hamba yang ambisius, hamba yang jahat, culas dan munafik atau apa? Pertanyaan ini terus dan selalu muncul disaat saya selesai melakukan tugas, memutuskan sesuatu,  beraktivitas, mengungkapkan emosi, acuh tak acuh, diam melihat kesalahan, ikut berbuat salah atau berbuat baik menurut versi saya.

Kadang kala perbuatan yang kita anggap baik, ternyata berakibat buruk, seperti ketika saya membela seorang bapak yang teraniaya dan menolong seorang anak yang terbuang dari keluarganya, ternyata banyak orang tidak suka dan menyalahkan, ketika hal itu terus dijalani sesuai keyakinan dan kata hati, keadaan bukan membaik tetapi memburuk, akhirnya mengganggu kehidupan keluarga. Disisi lain, ketika saya merasa perbuatan tersebut salah, malah berakibat baik dan dianggap positip oleh banyak orang, saya percaya ini adalah kehendakNya. Read the rest of this entry »





Kesempatan Kedua

26 08 2009

“Kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih”

p5030029Saat kita menjelang tidur, saat rasa mengantuk luar biasa menyerang, sebenarnya kita dihadapkan pada satu keadaan antara hidup dan mati. Beberapa orang yang pernah merasakan pingsan dan menjelang koma, mengatakan bahwa rasanya seperti mengantuk yang luar biasa dan tidak tertahankan lagi. Saya pernah mengalaminya juga saat terjadi pendarahan diwaktu kelahiran anak kedua. Pipi saya ditepuk-tepuk perawat : bu bangun dong, jangan tidur, dilawan ngantuknya. Anak ibu lebih membutuhkan ibu ! Kata-kata  perawat itu seperti petir yang ‘membangunkan’ saya dari rasa kantuk.  Seorang romo yang memiliki masalahdi saluran tenggorokannya mengatakan hal serupa, saat menjelang tidur adalah saat yang bisa menyiksa. Ia bisa sesak nafas tiba-tiba dan sewaktu-waktu bisa meninggal. Maka saat menjelang tidur ia tidak yakin apakah bisa bangun lagi.

Sebagian kita menganggap tidur sebagai bagian ritme ritual kehidupan. Padahal bagi sementara orang  saat menjelang tidur adalah  keadaan antara hidup dan mati, yang  membuat mereka menyadari belum tentu mereka mendapatkan kesempatan kedua. Sekali kita sudah mati, maka jazad kita akan menjadi dingin dan kaku, menjadi tulang belulang dibalik kuburan makam yang indah. Read the rest of this entry »