Pesta St Ignatius Loyola

31 07 2009

Pendiri Serikat Yesus yang terkenal ini dilahirkan pada tahun 1491. Ia berasal dari keluarga bangsawan Spanyol. Ketika masih kanak-kanak, ia dikirim untuk menjadi abdi di istana raja. Di sana ia tinggal sambil berangan-angan bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi seorang laskar yang hebat dan menikah dengan seorang puteri yang cantik. Di kemudian hari, ia sungguh mendapat penghargaan karena kegagahannya dalam pertempuran di Pamplona.

Tetapi, luka karena peluru meriam di tubuhnya membuat Ignatius terbaring tak berdaya selama berbulan-bulan di atas pembaringannya di Benteng Loyola. Ignatius meminta buku-buku bacaan untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia menyukai cerita-cerita tentang kepahlawanan, tetapi di sana hanya tersedia kisah hidup Yesus dan para kudus. Karena tidak ada pilihan lain, ia membaca juga buku-buku itu. Perlahan-lahan, buku-buku itu mulai menarik hatinya. Hidupnya mulai berubah. Ia berkata kepada dirinya sendiri, “Mereka adalah orang-orang yang sama seperti aku, jadi mengapa aku tidak bisa melakukan seperti apa yang telah mereka lakukan?” Semua kemuliaan dan kehormatan yang sebelumnya sangat ia dambakan, tampak tak berarti lagi baginya sekarang. Ia mulai meneladani para kudus dalam doa, silih dan perbuatan-perbuatan baik.

St. Ignatius harus menderita banyak pencobaan dan penghinaan. Sebelum ia memulai karyanya yang hebat dengan membentuk Serikat Yesus, ia harus bersekolah. Ia belajar tata bahasa Latin. Sebagian besar murid dalam kelasnya adalah anak-anak, sementara Ignatius sudah berusia tiga puluh tiga tahun. Meskipun begitu, Ignatius pergi juga mengikuti pelajaran karena ia tahu bahwa ia memerlukan pengetahuan ini untuk membantunya kelak dalam pewartaannya. Read the rest of this entry »





Indonesia: Sorga atau Neraka

30 07 2009

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut”

Sekali lagi Yesus mengingatkan kita mengenai penerimaan kerajaan Sorga, dimana perjalanan hidup ini sebagai filter penyaring untuk masuk kedalamnya. Dan seperti biasa, kitapun menjawab mengerti ketika ditanya, tetapi apakah melakukannya? Pasti kita akan menggeleng atau diam.

Yang saya tidak habis mengerti adalah, semakin bertambah banyaknya orang-orang jahat dan kejahatan yang terjadi, terutama di muka bumi ini, padahal Yesus telah memberikan contoh atau perumpamaan berikut dengan sanksi yang akan kita terima jika mengikuti jejak iblis tersebut.

Seperti contoh di negeri tercinta ini, yang demikian sulit untuk mengundang orang dari luar negara untuk datang, baik itu sebagai wisatawan ataupun sebagai investor. Ketika wisatawan datang untuk melancong di negeri ini, yang diterima pertama kali adalah kesan joroknya pelabuhan atau bandar udara kita, kemudian banyaknya maling-maling kecil yang demikian mengganggu serta preman-preman berseragam atau tidak yang kerap memeras wisatawan ini, ditambah lagi dengan jalan-jalan yang rusak, macet dan polusi sehingga suasana tidak menyenangkan ini membuat surga disini menjadi rusak. Read the rest of this entry »





Contemplativus in Actione

29 07 2009

“Maria telah memilih bagian yang terbaik” – pesta St.Maria, Marta dan Lazarsus, sahabat Tuhan.

Sering terjadi perbedaan pendapat tentang dunia ’sekuler’ dan dunia ‘rohani’.  Urusan rohani tidak bisa dicampur dengan urusan jasmani. Bahkan ada yang begitu ekstrim sampai mengatakan Gereja jangan di’bisnis’kan atau kelompok rohaniwan jangan masuk politik/bisnis praktis. Sebaliknya para pengusaha pun hanya fokus untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya seperti halnya tudingan bahwa politik itu kotor jadi tidak usah dicampuri atau didekati. Betulkah?

Puji Tuhan saya sempat mengalami kedua keadaan, menjadi fulltimer dalam pelayanan dan juga fulltimer di dunia sekuler dalam arti sesungguhnya. Kalau sekarang kaki saya ada di dua dunia ini rasanya ini bukanlah kebetulan semata. Justru disinilah saya merasa Tuhan sungguh mengasihi kita semua. Ia menyertai kita sesuai janjiNya, menyertai kita sampai akhir zaman. In whatever we do, whereever we go.

Awalnya memang sulit untuk memahami Ora et Labora, berdoa dan bekerja; apakah maksudnya dilakukan bersamaan atau bergantian ? Apakah cukup pergi menghadap Tuhan di hari Sabat (Minggu) dan kembali bekerja di hari lainnya? Mengapa masih harus ada doa pribadi bahkan membaca Kitab Suci setiap hari? Kapan dan berapa banyakkah kita berdoa, atau tidak perlu bekerja lagi? Easier said than done. Read the rest of this entry »





Tetap Bercahaya

28 07 2009

“Orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka”

Setiap kanak-kanak diibaratkan sebagai kertas putih dan polos, begitu bersih dan suci. Begitu tulus dan murni. Sejak bayi mereka bisa tersenyum pada siapapun yang mengajaknya tersenyum, bahkan tertawa bila melihat mimik muka yang lucu tanpa rasa curiga. Tetapi untuk tetap menjadikannya bersih, suci, tulus, murni dan tanpa prasangka buruk diperlukan usaha orang tua yang luar biasa untuk menjaganya dari berbagai pengaruh buruk.

Sulit sekali untuk mengajarkan anak berfikir positif kalau orang tuanya pun senantiasa curiga, was-was dan khawatir. Tidak mudah mengajarkan anak tetap jujur dan tulus manakala mereka juga menyadari bahwa orangtuanya kadang jujur, tapi kadang juga memintanya berbohong. Bilang ya mama tidak ada dirumah, padahal hanya tidak ingin menemui tamu. Atau besok tidak usah sekolah, ikut papa pergi ke rumah nenek di luar kota.

Demikianlah kita terbiasa hidup diantara benih pilihan untuk menjadi baik dan menjadi buruk. Kadang ke kiri dan kadang juga ke kanan. Lebih sering juga kita diam, tidak bertindak apa-apa yang akhirnya kita menjadi apatis bahkan tidak peduli sekitarnya…. Read the rest of this entry »





Tidak Ada Yang Mudah

27 07 2009

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi

Seorang wanita bermimpi masuk ke sebuah toko baru di pasar, dan terkejut, menemukan Tuhan di belakang toko. “Engkau menjual apa di sini?” ia bertanya. “Apa saja yang menjadi keinginan hatimu,” kata Tuhan. Hampir tak berani percaya apa yang didengarnya, wanita itu memutuskan minta hal-hal paling baik, yang dapat diinginkan seorang manusia. “Aku minta ketenteraman hati dan cinta dan bahagia dan bijaksana dan bebas dari sakit.” katanya, lalu sebagai pikiran kemudian ditambahkan, “Tidak hanya untuk saya. Untuk semua orang di dunia.” Tuhan tersenyum. “Kukira, engkau menafsirkan Aku salah, nak,” kata-Nya. “Kami tidak menjual buah di sini. Hanya benih.” (Dikutip dari buku Sang Katak1, Anthony de Mello SJ)

Demikian halnya kita seirng mengharapkan segala sesuatu serba cepat dan instan. Read the rest of this entry »





Mgr. IGNATIUS SUHARYO USKUP AGUNG COADJUTOR JAKARTA

26 07 2009

Kami keluarga besar umat katolik KAJ mengucapkan selamat atas penugasan yang baru bagi Mgr Ign. Suharyo, dengan disertai doa dan rasa syukur kami menantikan kedatangan Bapak Uskup di Jakarta bila tiba masanya nanti.

Berita dari Mgr Pujo, Uskup Bandung  Sabtu, 25 Juli 2009:

Yang Mulia Nuncio Leopoldo Girelli mengirim SMS kepada saya,

“Your Excellency, I am pleased to infom you that today the Holy Father  has appointed *H.E. Msgr. Ignatius Suharyo as Archbishop Coadjutor of Jakarta.*”

(Red: Uskup Coadjutor adalah Uskup pengganti yang akan bertugas bila Uskup yang digantikannya mengundurkan diri pada waktunya)

Mengenal lebih dalam: Read the rest of this entry »