“Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadaNya.”
Sungguh sifat manusia pada umumnya yang selalu ingin mencoba dan bermain-main, bahkan cenderung tidak peduli, sebelum ada berakibat fatal yang kiranya merengut korban manusia. Tapi khusus manusia Indonesia seperti punya syndrome amnesia, begitu mudah melupakan musibah, bencana maupun malapetaka dan tidak mau belajar. Akhir-akhir ini kita sering kali mengalami bencana alam, dan kebanyakan bencana alam yang terjadi akibat sikap yang mengabaikan tanda-tanda alam, bukan hanya itu saja, demi keserakahan akan sejumlah materi kita merusak alam, contoh kasus yang paling baru terjadi adalah jebolnya tanggul air di Situ Gintung peninggalan Belanda. Dulu tanggul ini dibuat dengan perhitungan yang matang dan dipelihara dengan baik, bahkan lahan disekitarnya harus aman dari manusia, tetapi sejak jaman orde baru hal tersebut menjadi berubah menjadi lahan tinggal sehingga alur air dari tanggul menjadi tertutup dan berbalik menjadi bencana.
Yesus mengingatkan kita, bahwa kita tidak perlu takut terhadap alam bahkan bisa menguasainya, jika kita bersahabat dengan alam. Akhir-akhir ini cuaca semakin tidak bersahabat, angin ribut beberapa kali merusak rumah-rumah tinggal, padahal dahulu tidak pernah terjadi, hal ini karena banyaknya hutan yang digunduli demi kepentingan segelintir orang. Hutan selain berfungsi sebagai paru-paru dunia juga sebagai pelindung agar tanah tidak erosi, selain itu juga sebagai benteng penahan serbuan badai angin yang umumnya datang dari lautan. Read the rest of this entry »
















Bagaimana menurut Anda?