Berdamai dengan Alam

31 03 2009

“Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadaNya.”

Sungguh sifat manusia pada umumnya yang selalu ingin mencoba dan bermain-main, bahkan cenderung tidak peduli, sebelum ada berakibat fatal yang kiranya merengut korban manusia. Tapi khusus manusia Indonesia seperti punya syndrome amnesia, begitu mudah melupakan musibah, bencana maupun malapetaka dan tidak mau belajar. Akhir-akhir ini kita sering kali mengalami bencana alam, dan kebanyakan bencana alam yang terjadi akibat sikap yang mengabaikan tanda-tanda alam, bukan hanya itu saja, demi keserakahan akan sejumlah materi kita merusak alam, contoh kasus yang paling baru terjadi adalah jebolnya tanggul air di Situ Gintung peninggalan Belanda. Dulu tanggul ini dibuat dengan perhitungan yang matang dan dipelihara dengan baik, bahkan lahan disekitarnya harus aman dari manusia, tetapi sejak jaman orde baru hal tersebut menjadi berubah menjadi lahan tinggal sehingga alur air dari tanggul menjadi tertutup dan berbalik menjadi bencana.

Yesus mengingatkan kita, bahwa kita tidak perlu takut terhadap alam bahkan bisa menguasainya, jika kita bersahabat dengan alam. Akhir-akhir ini cuaca semakin tidak bersahabat, angin ribut beberapa kali merusak rumah-rumah tinggal, padahal dahulu tidak pernah terjadi, hal ini karena banyaknya hutan yang digunduli demi kepentingan segelintir orang. Hutan selain berfungsi sebagai paru-paru dunia juga sebagai pelindung agar tanah tidak erosi, selain itu juga sebagai benteng penahan serbuan badai angin yang umumnya datang dari lautan. Read the rest of this entry »





Makin Tua: Makin Berminyak ? Makin Berdosa?

30 03 2009

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Setiap saat ada yang berulang tahun saya sering memberikan selamat dengan komentar ” Selamat Ulang Tahun ya, tenang saja kamu gak tambah tua kok. Hanya semoga tambah bijaksana ya. Bahkan kalau tambah rambut putih pun, Tuhan menggendong kamu.”  Baca deh di Yes 46:4:  Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Semakin bertambah usia kita sebenarnya kita semakin disayang Tuhan, itu kalau kita mau hidup di jalan Tuhan.

Tapi orang Farisi dan ahli Taurat yang disebut sebagai penatua adat Yahudi, malah pusing-pusing urusin orang berzinah. Bukannya pagi-pagi mereka melakukan ibadah malah ngintipin orang dan menangkap basah mereka yang berzinah. Duuuh… padahal ritual agama mereka ketat sekali lho. Kok ya bisa-bisanya mereka sendiri tidak bersiap diri untuk berdoa pagi-pagi. Read the rest of this entry »





Turning Stones

29 03 2009

Berikut saya bagikan homili romo Sarwi CICM dari Sengkang Singapore. Semoga meneguhkan anda semua.

5th Sunday of Lent / B / 2009

Here are some stones I have overturned to see what ideas are underneath. I hope you can grab hold of something, pull — and discover that it has some homiletic roots for you.

Unless a wheat grain falls on the ground and dies, it remains only a single grain; but if it dies, it yields a rich harvest.

The gospel this week is filled with wonderful themes and it may be difficult to choose; however, I have chosen the above passage to focus on.

The image of a wheat grain, its death, and its fruitfulness is oftentimes paralleled with bodily death and the resurrection — especially considering the passage that immediately follows it:

Anyone who loves his life loses it, and anyone who hates his life in this world will keep it for the eternal life.

However, the choice to deny oneself in this life is a death of sorts and the fruit this can produce to FEED OTHERS is a beautiful thing to behold.

(Example: dare to be different with others/baptism). Even born and grown not in the Christian family, they sent me to Primary – Secondary schools run by certain religious order (70-72). It took me 2 years to be baptized, so before I left my loved ones, they had abandoned me as they said that I was indifferent before them. I know that we are still united in the words of ‘ALLAH’-Abba-Father who loves so much His children. If 37 years ago I wasn’t baptized as a Catholic, I am pretty sure that I wouldn’t be standing before you now. Read the rest of this entry »





Kenal Diri

27 03 2009

Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Jika Tuhan belum menghendaki, sehebat apapun usaha yang kita lakukan dipastikan tidak akan berhasil, demikian pula jika Tuhan menghendaki, sekuat apapun kita menolaknya pasti akan terjadi. Dalam hal ini, pasti kita semua pernah mengalaminya.

Demikian pula dengan Yesus, yang sangat mengenal dirinya, sehingga membuat Dia tidak takut dalam mewartakan Kerajaan Allah. Faktor mengenal diri sendiri ini sungguh penting, karena banyak diantara kita yang tidak mengenal diri sendiri. Cobalah gunakan alat bantu tes ala Johari Window atau Jendela Johari dengan membagi 4 kuadran tentang diri kita, yaitu kuadran I adalah kuadran Arena, dimana aku kenal diriku dan orang lain juga tahu.

Kemudian kuadran II, yaitu kuadran muka (facade), dimana aku mengenal diriku tetapi orang lain tidak tahu. Kuadran III adalah kuadran titik buta (blind spot) adalah bagian diri kita yang sungguh tidak kita sadari atau tidak kita ketahui, tetapi orang lain tahu. Dan kuadran IV atau kuadran gelap (unknown), baik diri kita maupun orang sekitar kita tidak mengetahuinya. (Bisa dicoba melalui site ini http://kevan. org/johari. cgi) Read the rest of this entry »





Kesaksian Pribadi vs Narsis

26 03 2009

Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.

Menjadi saksi itu gampang-gampang susah. Saksi harus memberikan fakta tentang apa yang ia lihat dan ia lakukan mengenai sesuatu insiden. Ada dimana dia waktu itu, pakai baju apa, siapa saja yang ia lihat dsb dsb. Tidak akan ditanya tentang opini atau pendapat pribadinya. Dengan kesaksiannya itu akan meringankan atau memberatkan terdakwa.  Hukumannya berat kalau dia bohong atau disebut saksi palsu. Biasanya dibutuhkan lebih dari dua saksi untuk mengkonfirmasikan pengakuan terdakwa dalam menentukan mana yang benar dan salah.

Itu baru bicara kebenaran dari versi hukum. Nah kebenaran menurut pendapat dan pengalaman pribadi juga bisa saja dan sah-sah saja diutarakan sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Repotnya pembenaran menurut diri sendiri tanpa memperhatikan norma yang berlaku bisa menjurus pada mengkultuskan diri. Narsis.  Read the rest of this entry »





Fiat Voluntas Tua

25 03 2009

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Renungan hari ini merupakan refleksi saya setiap menghadapi kesulitan dalam  memilih mana kehendak Tuhan dan keinginan saya. Sungguh kata-kata diatas ini adalah ucapan yang paling berat dalam doa saya.  Suatu ungkapan penyerahan total, menyerahkan segala keinginan pribadi, harapan bahkan impian dari keadaan yang nyaman dan berpihak kepada kita. Menolak semua harapan dan keinginan pribadi dan menyerahkannya kembali kepada Tuhan.  Bukan keinginan kita yang terjadi dan dikabulkan Tuhan, tapi justru kita meminta rencana Tuhan yang terjadi dalam situasi kita dan sambil deg-degan menanti situasi yang justru tidak kita harapkan yang terjadi.

Kalau saya menengok hidup saya 5 bulan lalu, rasanya saya tak percaya dengan apa yang saya hadapi saat ini. Ucapan Bunda Maria ini sungguh berat saya daraskan ditengah tantangan yang saya terima, sempat maju mundur saat melihat nama saya tercantum dalam Daftar Caleg Sementara. Maju kena mundur kena, maju pasti berat mundur berarti menjauh dari visi.  Mending kalau jadi pasukan komando yang disangoni peta dan bedil lengkap dengan amunisinya. Satu lawan seribu seperti rambo pasti siap lah. Read the rest of this entry »