Yuuk…Sapa takut?

31 01 2009

Marilah kita bertolak ke seberang.

Mengikuti Yesus atau tepatnya menempatkan Yesus sebagai nakhoda dalam kehidupan kita memang tidak mudah. Kalau kita mau terbuka menengok perjalanan iman kita, Ia selalu membawa kita keluar dari zona nyaman satu ke zona tidak nyaman lainnya. Sudah enak-enak menikmati fasilitas akibat posisi pekerjaan dan usaha saat ini serta cukup waktu untuk memiliki ‘balanced life’, eh ada saja ajakan untuk terlibat di berbagai kegiatan sosial. Ada juga yang tadinya karyawan baik-baik kerja di kantor dengan rajinnya, eh ketiban pulung menjadi ketua lingkungan. Langsung ritme kehidupannya berubah drastis. Kok mau ya?

Perjalanan kehidupan saya kurang lebih begitu juga, sudah enak-enak jadi wanita karir kok ya milih jadi ibu rumah tangga. Sudah jadi ibu rumah tangga kok ya gak betah, masuk lagi ranah lain dengan terlibat di kegiatan sosial sampai keluar pulau bahkan nyoba bisnis juga… akhirnya malah memilih ‘keli’ terseret arus ke ranah politik. Sedang seru-serunya belajar dunia politik, lho kok terjadi badai sehingga kapal pecah dan harus berlabuh di tempat lain. Selagi sibuk  wira wiri mencari ‘kapal’ ada lagi tawaran kembali jadi profesional. Tidak sedikit teman dekat yang bingung melihat jalan kehidupan saya, jangankan mereka saya pun gak menyangka bisa begini. Takut? Ah jangan tanya rasanya seperti apa. Takut sekali, bahkan bisa dikatakan serupa dengan para murid di atas kapal. Sudah bersama-sama Yesus, kok ya masih takut dan merasa tidak pasti. Bahkan merasa bahwa kita salah jalan, salah memilih keputusan. Read the rest of this entry »





Kerajaan Allah harus diusahakan

30 01 2009

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah

Seorang wanita bermimpi masuk ke sebuah toko baru di pasar, dan terkejut, menemukan Tuhan di belakang toko. “Engkau menjual apa di sini?” ia bertanya. “Apa saja yang menjadi keinginan hatimu,” kata Tuhan. Hampir tak berani percaya apa yang didengarnya, wanita itu memutuskan minta hal-hal paling baik, yang dapat diinginkan seorang manusia. “Aku minta ketenteraman hati dan cinta dan bahagia dan bijaksana dan bebas dari sakit.” katanya, lalu sebagai pikiran kemudian ditambahkan, “Tidak hanya untuk saya. Untuk semua orang di dunia.” Tuhan tersenyum. “Kukira, engkau menafsirkan aku salah, nak,” kata-Nya. “Kami tidak menjual buah di sini. Hanya benih.” (Dikutip dari buku Sang Katak1, Anthony de Mello SJ)

Hidup bahagia tidak datang secara instant, butuh usaha untuk mendapatkannya. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Injil hari ini berbicara tentang usaha manusia untuk bisa masuk Kerajaan Allah.

26Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
Mengapa Yesus memilih benih? Benih itu berbentuk kecil, walau dia kecil tetapi didalam benih itu ada banyak aspek kehidupan yang terkandung di dalamnya. Kitapun seperti itu sekecil apapun kita, Allah memperhitungkan kita untuk tetap layak masuk dalam Kerajaan-Nya. Read the rest of this entry »





Pelita Kehidupan

29 01 2009

“Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur”

Injil hari ini mengingatkan kita untuk berani menjadi pembawa kebenaran dan kebaikan ditengah kegelapan dan suramnya harapan. Yesus mengatakan tidak ada orang yang memasang pelita dan menutupinya dengan tempayan, menaruhnya dikolong tempat tidur. Pelita memang digunakan untuk memberikan terang ditengah kegelapan malam. Tetapi ada dua kejadian dalam tradisi masyarakat Yahudi tentang pelita ini dalam perjanjian lama.

Kisah pelita yang ditutupi tempayan hanya ada dalam perang melawan bangsa Midian yang dipimpin Gideon (Hak 7:16-20). Hanya dengan 300 orang bangsa Israel mampu mengalahkan bangsa Midian. Pelita disimpan didalam tempayan agar pasukan tersebut tidak terlihat berjalan didalam gelap malam. Sehingga saat aba-aba terdengar untuk menyerbu, barulah tempayan2 tersebut dipecahkan sehingga mengejutkan pasukan Midian yang tidak siap menerima penyerbuan tersebut.Mereka memenangkan peperangan ini karena mengandalkan Tuhan bukan pada kemampuan dan senjata yang mereka miliki.

Kisah kedua adalah kebiasaan bangsa Yahudi yang menyalakan pelita menjelang hari Sabat. Sabat adalah hari yang dikuduskan, dimana mereka dilarang melakukan pekerjaan termasuk memasak, menyalakan dan mematikan api dan pelita. Maka untuk menghindari kegelapan malam, dan tetap mentaati aturan sabat, orang Yahudi tetap menyalakan pelitanya sepanjang hari sabat. Tidak mematikannya saat tidur, tetapi supaya tidak silau, mereka menaruhnya di bawah tempat tidur. Baru dimatikan setelah hari sabat sudah lewat. Read the rest of this entry »





Cangkul yang Dalam

28 01 2009

Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah

Kalau saya boleh mengingat-ingat lagi bagaimana almarhum ibu wanti-wanti, mungkin menjadi litani yang sangat panjang. Maklum anak perempuan sulung pula, adiknya saja 6 orang dimana yang 5 laki-laki dan usia kami bertaut 1-2 tahun saja. Jadi bisa terbayang kan isi litaninya? Sebagai anak paling besar itu kamu harus begini, begini dan begitu lah pokoknya harus jadi teladan. Sebagai anak perempuan harus begono beginu juga. Tapi namanya juga anak-anak, lebih sering keluar daripada masuknya.

Puluhan tahun kemudian, sambil melihat satu-persatu teman-teman ‘ngumpul’ ketangkep di ‘bukumuka’ atawa FB facebook, saya jadi senyum-senyum sendiri. Bahkan temen dari TK pun akhirnya bisa ketemu lagi, saya ingat sekali yang buandelnya nemen. Eh kok ya sudah jadi ‘orang’. Mereka yang sama-sama mendengarkan litani yang serupa, sama-sama bengal dulunya akhirnya kok ya mereka bisa jadi orang tua yang punya anak-anak berprestasi. Untung juga saya diberi orang tua yang tidak putus-putusnya menyirami kami dengan berbagai pesan, petuah dengan berbagai cara dari yang tegas kadang juga pedas sampai yang lembut sampai dibisikkan ke telinga sambil dipeluk. Thank you Lord for giving us such wonderful parent, may they both rest in peace.

Seperti itulah rahmat yang kita terima setiap saat dari Bapa di surga, rahasia Kerajaan Surga, yang tidak bosan-bosannya menyirami kita dengan kasih. Ia menyapa kita dengan sabdaNya sejak dari kita belum bisa membaca sekalipun, tapi dibaca dan didengar orang tua kita lewat Misa harian. Sabda yang sama terulang lagi dan lagi, sampai kita besar dan mendengarnya di Misa bahkan membacanya di blog ini. Read the rest of this entry »





In Memoriam: Capt. Max Ticoalu Dompas

27 01 2009

Harimau mati meninggalkan belang, papa pergi meninggalkan banyak teman dan kenangan. Aku hilang hitungan karena ketika papa pergi tiba-tiba saya melihat lautan manusia datang berkunjung dan memberi penghormatan terakhir. Begitu banyak yang meninggalkan pesan dan kata-kata penghiburan serta memposisikan diri sebagai “saudara” sekalipun tanpa ikatan darah. Bacaan pagi ini begitu terasa berlaku bagi Papa Max yang begitu saya idolakan. Papa telah melakukan kehendak Allah bagi banyak orang terutama mereka yang kecil dan mereka yang tersisihkan. Bahkan kepergian papa mempersatukan mereka yang semasa hidup tidak lagi saling berbicara.

Saya menyaksikan dua peristiwa dengan mata kepala sendiri, yang pertama langsung memeluk ibu saya dan yang kedua, hadir pada malam ke  7. Saya kuatir mereka akan adu mulut, tapi perlahan tapi pasti, salah satu mendekati yang lain dan akhirnya dua musuh bebuyutan (selama 8 tahun) sudah akrab ngobrol, keduanya ceritera pengalaman mereka dengan papa.  Saya berpikir, ini ulah papa dan saya tersenyum dan tidak member komentar.[Jeffrey Dompas]

…………………………………

Kedekatan kita pada Tuhan justru membuat ‘keluarga’ kita bertambah besar persis seperti yang Yesus ucapkan. Semenjak jadi yatim-piatu saya justru merasa semakin tergantung pada Tuhan. Ia begitu memperhatikan segala sesuatu yang saya perlukan, bahkan lebih dari perhatian ibu dan bapak selagi masih ada. Hal itu saya rasakan lewat teman-teman, kerabat dan dengan berbagai cara seperti sapaan, telpon, SMS, email bahkan sharing di milis seperti ini. Saat lagi down, kok ya ada saja seseorang mengingatkan saya padahal saya tidak pernah cerita apapun tentang masalah yang saya hadapi. Then I realize that Somebody is watching me.  God is soooo good to me… and you.
Thanks bro for sharing. I am very sure that your pop and my parent are having dinner in one table with Jesus now. What a blessing for us to have such a Godly parent. AMDG Read the rest of this entry »





Siap Dilecehkan Demi Iman

26 01 2009

Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?Pesta St.Timotius dan St.Titus

Menghayati iman sungguh-sungguh atau seutuhnya atau menjadi murid-murid Yesus Kristus, Kristen atau Katolik, sering memperoleh ancaman, ejekan atau tekanan dari orang lain yang tidak senang atau merasa tersaing, sebagaimana Yesus mengusir setan dituduh bersama dan bersatu dengan setan. Pengalaman yang demikian juga pernah atau sering dialami oleh Paulus maupun Timoteus dan Titus, sahabat-sahabatnya; bahkan Timoteus harus dibunuh karena setia pada iman dan tidak bersedia berbakti kepada/menyembah berhala.

Maka ketika anda mendapat ejekan ancaman atau tekanan karena setia pada iman, hendaknya tetap tenang dan tegar, serta percaya atau imanilah bahwa iman anda akan mengalahkan aneka ejekan, ancaman atau tekanan yang bersumber dari setan tersebut. Sekiranya ancaman menjadi kenyataan dalam arti anda terpaksa dibunuh, percayalah akan pepatah “mati satu tumbuh seribu”; kesetiaan dan ketahanan iman seseorang akan menjadi pupuk yang menyuburkan bagi mereka yang sedang mengalami goyah imannya atau dangkal imannya.

Mereka yang mengejek, mengancam atau menekan orang beriman hemat saya sama dengan ‘menghujat Roh Kudus’, dan dengan demikian yang bersangkutan tak akan terampuni. Maka kepada mereka yang sering mengejek, mengancam dan menekan orang beriman, apaagi karena merasa tersaing, kami ingatkan untuk bertobat. Segala bentuk irihati atas keberhasilan atau kesuksesan orang lain bersumber dari setan atau roh jahat dan dengan demikian akan mencelakakan hidup orang yang bersangkutan.[Ign. Sumaryo SJ] Read the rest of this entry »