Saudara-Saudariku tercinta,
Apa yang kamu rasakan saat ini, saat membaca tulisanku ini? Adakah persoalan keluarga di akhir tahun ini yang masih belum selesai? Masih adakah rasa dendam, rasa benci yang masih berkecamuk dalam dirimu? Adakah rasa kesal dan marah pada saudaramu terdekat, suami, isteri, anak dan sahabatmu? Adakah dalam dirimu, rasa gelisah tidak menentu….rasa bosan tidak beralasan… dan rasa putus asa yang tidak kunjung henti karena ketidakpastian masa depan, akibat ancaman PHK, karena efek domino krisis ekonomi global..? Adakah rasa ingin lari saja dari kenyataan hidup yang serba pahit dan memualkan ini?
Saudaraku, apapun perasaanmu saat ini saat membaca suratku, tetap saja waktu itu akan berjalan terus, tiada henti…dan berputar dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun…dari abad ke abad…. Lalu apakah pertanyaanku tadi ada kaitannya dengan waktu yang sudah berjalan terus sampai akhir nanti?
Saudaraku, pertanyaanku tentang kamu, bukanlah pertanyaan untuk ingin tahu segala-galanya tentang dirimu, melainkan pertanyaan itu kuungkapkan. ..karena kalau boleh, aku mau meminjamkan telingaku untukmu…agar bibirmu berucap, tapi ada telinga yang mendengarkan. .! Kalaupun ada persoalan belum selesai, tidak berarti hidupmu gagal…! Sebaliknya, syukurlah engkau masih sadar..masih memiliki persoalan. Artinya engkau serius untuk bertanggung jawab atas hidup. Puji Tuhan, engkau menerima rahmat “persoalan” karena dari persoalan yang seolah-olah mengganggu dirimu, engkau belajar untuk tumbuh dan berkembang mengubah “ancaman” menjadi “kesempatan” untuk berbenah diri. Orang yang “berbenah diri” itu selalu menentukan waktu, “kapan dirinya kan bertanya tanya tentang hidupnya sendiri dalam relasi dengan Tuhan dan sesama”. Dalam arti itu, orang yang bertanya, menjadikan waktunya itu tidak berlalu begitu saja, melainkan waktu itu diperlakukan sebagai “kesempatan” untuk membuat sebuah keputusan : berkata dan berbuat! Read the rest of this entry »
Hari ini Tuhan mengajak kita untuk merenung, refleksi dan introspeksi, bahwasanya kehidupan ini berawal dari Firman, dan sekarang telah tinggal dalam kita, bersatu dalam penziarahan bersama waktu untuk menghasilkan berkat dan rahmat bagi lingkungan hidup, artinya bukan cuma kepada manusia saja, tetapi juga semua yang hidup dan tempat untuk hidup. 














Bagaimana menurut Anda?