Id Quod Volo: Apa Yang Kuinginkan

27 07 2008

Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

Ada satu aturan yang disepakati antara saya dan Sekar. Setiap kali saya atau dia membeli sepatu dan baju baru, maka kita harus mengeluarkan dan membuang dua kali lebih banyak dari yang sudah ada. Kenapa? Saya pusing juga melihat tumpukan baju dan sepatu di kamarnya, karena membuat lemari penuh sesak tetapi tidak selalu digunakan semua. Selalu ada alasan untuk tidak mengeluarkannya, padahal sudah tidak cukup lagi karena ia bertambah besar. Maka daripada disebut ‘diktator’ lebih baik saya buat aturan diatas. Tahun lalu aturannya beli satu, keluar lima baju. Sekarang beli satu baju, keluar dua baju.

Hal serupa inilah juga yang diinginkan Yesus dari para Ahli Taurat, mereka yang telah memahami segala isi Taurat, tidak siap menerima pengajaran baru dari Yesus. Mereka tidak mau memperbaharui perbendaharaan pengetahuan dan imannya, maka mereka tidak bisa menerima ajaran Yesus. Tawaran itu berlaku bagi semua orang, tapi kebebasan setiap orang lah yang telah mendengar Kabar Baik akan menerima atau menolaknya.

Kita sering bertanya pada anak-anak apa yang mereka inginkan, mereka juga kadang sulit mengatakannya. Masih perlu bantuan orang tua untuk mengarahkan kepada yang baik dan berguna bagi mereka. Saat raja Salomo ditanya apa yang diinginkan, ia tidak meminta kekayaan atau nyawa musuhnya. Tapi ia tahu persis yang diperlukannya-”Kutahu yang kumau”- Salomo hanya meminta kebijaksanaan untuk memutuskan yang baik dan benar sesuai dengan standard Allah. Read the rest of this entry »





Homily from Fr Sarwi at Ang Mo Kio Church – Singapore

27 07 2008

17th Sunday in Ordinary Time, I King 3:5.7-12, Romans 8:28-30, Matthew 13:44-52

1. My sisters and brothers, it is my humble privilege this weekend to preach my final sermon in this church. As you know, the archbishop has transferred me to St Anne’s Church from August 1st. And I have been searching my mental and spiritual storeroom, to give you my best today.

2. Because my time is running out here, I want to give you what is most precious, most important, before I leave.

And this must be how Jesus felt in the last days of the three years He spent with his disciples. By the way, that’s about the same period of time I spent in Christ the King Church! For Jesus, the pressure of time must have prompted Him to look into His own storeroom of gems so as to preach the most urgent messages in the last part of His short public ministry.

2. So last week, I asked myself what is the most urgent message that I wish to share with you. The most urgent message is usually the most important. What should I share that will hopefully make a life-changing and lasting impact on us? The answer came in today’s Gospel.

3. In this reading from St Matthew, Jesus is so pre-occupied with telling his listeners about the kingdom. He gives three examples of what heaven is like. I had wondered why Jesus was so long-winded, so CHEONG HAY about describing the kingdom. And then upon further reflection, I realised why. Read the rest of this entry »