Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.
Ada satu aturan yang disepakati antara saya dan Sekar. Setiap kali saya atau dia membeli sepatu dan baju baru, maka kita harus mengeluarkan dan membuang dua kali lebih banyak dari yang sudah ada. Kenapa? Saya pusing juga melihat tumpukan baju dan sepatu di kamarnya, karena membuat lemari penuh sesak tetapi tidak selalu digunakan semua. Selalu ada alasan untuk tidak mengeluarkannya, padahal sudah tidak cukup lagi karena ia bertambah besar. Maka daripada disebut ‘diktator’ lebih baik saya buat aturan diatas. Tahun lalu aturannya beli satu, keluar lima baju. Sekarang beli satu baju, keluar dua baju.
Hal serupa inilah juga yang diinginkan Yesus dari para Ahli Taurat, mereka yang telah memahami segala isi Taurat, tidak siap menerima pengajaran baru dari Yesus. Mereka tidak mau memperbaharui perbendaharaan pengetahuan dan imannya, maka mereka tidak bisa menerima ajaran Yesus. Tawaran itu berlaku bagi semua orang, tapi kebebasan setiap orang lah yang telah mendengar Kabar Baik akan menerima atau menolaknya.
Kita sering bertanya pada anak-anak apa yang mereka inginkan, mereka juga kadang sulit mengatakannya. Masih perlu bantuan orang tua untuk mengarahkan kepada yang baik dan berguna bagi mereka. Saat raja Salomo ditanya apa yang diinginkan, ia tidak meminta kekayaan atau nyawa musuhnya. Tapi ia tahu persis yang diperlukannya-”Kutahu yang kumau”- Salomo hanya meminta kebijaksanaan untuk memutuskan yang baik dan benar sesuai dengan standard Allah. Read the rest of this entry »












Bagaimana menurut Anda?