Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.
Bacaan hari Minggu lalu mengisahkan tentang Kerajaan Allah seperti benih yang ditaburkan ke berbagai tempat. Ternyata benih tersebut sangat lah rapuh, sehingga membutuhkan tanah yang subur agar bisa bertumbuh. Tidak hanya itu tetapi setelah tumbuh diperlukan penanganan pengerjaan yang benar sehingga hasilnya maksimal, yang bisa menghasilkan sampai seratus kali lipat.
Bacaan Minggu ini masih tentang Kerajaan Allah dan benih yang ditebarkan oleh Sang Penabur. Tapi Ia mengijinkan benih ilalang juga tumbuh diantaranya. Dialog antara pemilik ladang dengan penggarap yang bertugas mengawasi pertumbuhan benih menunjukkan bahwa pemilik ladang mengijinkan ilalang bertumbuh bahkan jangan dicabut. Aneh juga sikap pemilik ladang karena pasti para penggarap tahu cara membedakan gandum dan ilalang dan tidak bakal salah mencabut, kecuali kalau memang secara secara fisik ilalangnya mirip dengan gandum atau sebaliknya, atau menempel bahkan ilalang nempel bersatu dengan gandum sehingga bisa salah cabut. Read the rest of this entry »











Bagaimana menurut Anda?