Kabar World Youth Day di Sidney (Bimo Eriartha)

19 07 2008

Melihat prosesi jalan salib WYD’08 serasa seperti menonton Passion of Christ-nya Mel Gibson. Bagaimana tidak, ditengah dinginnya udara Sydney yang berkisar 13 derajat kemaren sore, rekan rekan kaum muda Sydney berhasil menyuguhkan drama penyaliban Yesus dengan begitu indahnya. Selama lebih dari 3 jam kota Sydney seakan terdiam dan turut menyaksikan jalannya prosesi tersebut.

Kilas photo dan liputan acara ini dapat disimak lebih lanjut di web komunitas katolik di sidney www.via-veritas.com

Paus Benediktus XVI mengecam konsumerisme dan budaya pop dalam pidato resmi di hadapan puluhan ribu pemuda-pemudi Katolik. Berita lengkapnya di website KWI Mirifica.





Menjadi Pelayan dan Rasul Yesus Kristus (Bapak Paus Benediktus XVI)

19 07 2008

Pesan Paus Benediktus XVI pada Hari Minggu Misi Sedunia ke-82

Saudara-Saudari Terkasih,

Pada kesempatan Hari Misi Sedunia ini, saya mengajak anda sekalian untuk merenungkan tentang mendesaknya tugas untuk mewartakan Injil pada zaman kita ini. Amanat misi tetap saja menjadi tugas utama bagi semua orang yang dibaptis, yang dipanggil untuk menjadi “pelayan dan rasul Yesus Kristus” di awal milenium ini. Pendahulu saya yang mulia, Hamba Allah Paulus VI, dalam Imbauan Apostolik Evangelii Nuntiandi telah mengatakan: “Mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan panggilan khas bagi Gereja, identitasnya yang terdalam” (EN, No.14). Sebagai model semangat misi, saya ingin menyebut Santo Paulus secara khusus, Rasul bangsa-bangsa, karena pada tahun ini kita merayakan yubileum khusus yang dipersembahkan kepadanya. Tahun Paulus ini menawarkan kepada kita suatu kesempatan untuk lebih mengenal Rasul yang tersohor ini, yang menerima panggilan untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, seturut apa yang dikatakan Tuhan kepadanya: “Pergilah, Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain” (Kis 22:21). Bagaimana kita tidak memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan oleh yubileum khusus ini kepada Gereja-gereja lokal, komunitas-komunitas Kristiani dan umat beriman masing-masing untuk melakukan pewartaan Injil sampai ke ujung dunia, kekuasaan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya (bdk. Rm 1:16)?

1. Umat Manusia Membutuhkan Pembebasan

Umat manusia membutuhkan pembebasan dan penebusan. Ciptaan itu sendiri – kata Santo Paulus – mengeluh dan berharap bahwa ia akan turut serta dalam kebebasan anak-anak Allah (bdk. Rom 8:19-22). Kata-kata ini masih berlaku dalam dunia dewasa ini. Ciptaan mengeluh. Ciptaan mengeluh dan menantikan pembebasan sejati; ia menantikan dunia lain yang lebih baik; ia menantikan “penebusan”. Dan jauh di dalam hatinya ia tahu bahwa dunia baru yang dinanti-nantikan mengandaikan adanya manusia baru; ia mengandaikan adanya “anak-anak Allah”. Read the rest of this entry »





Manusia Untuk Hukum atau Hukum Untuk Manusia

19 07 2008

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

Hari ini saya menikmati sekali Misa pagi dalam retret pewarta dan pengajar Shekinah di Sawangan yang dipimpin Romo Edy Purwanto Pr. Romo yang menjabat Sekretaris Eksekutif Kerawam KWI ini memang cukup sering memimpin retret pengutusan Kursus Evangelisasi Pribadi di berbagai paroki di KAJ, sehingga tidak heran kalau Romo Edy sangat familiar dengan program evangelisasi Shekinah. Tema retret kali ini adalah Karya Pewartaan Injil dalam Jaman Modern; dengan menggunakan dokumen Gereja Evangelii Nuntiandi sebagai sumber permenungan. Misa termasuk homili menjadi bagian dalam rangkaian permenungan dalam 3 hari ini, menjadi bagian dalam refleksi diri sejauh mana kita mengambil bagian dan menghidupi semangat pewartaan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Injil dan bacaan pertama (Mi 2:1-5) hari ini mengingatkan bagaimana kejamnya dunia yang kita hadapi terutama dalam merampas hak-hak dasar manusia. Manusia bisa membuat hukum untuk mengatur manusia lainnya. Di dalam kehidupan manusia yang kompleks memang diperlukan hukm, tetapi masalahnya adalah apakah manusia untuk Hukum atau Hukum untuk Manusia? Orang Farisi melihat bahwa Hukum adalah tujuan sehingga manusia harus mengikuti hukum secara harafiah. Maka tidak heran kalau mereka bersekongkol untuk menangkap dan membunuh Yesus yang dianggap melawan Hukum Taurat. Read the rest of this entry »