“Di sini ada yang melebihi Bait Allah; Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”
Merasakan Hari Sabat saat beberapa waktu lalu di Jerusalem saya merasakan berada dalam suasana magis. Begitu sepi dan sunyi, tidak ada suara apa-apa. Semua orang Yahudi besar kecil, tua muda, kaya miskin pergi beribadah berjalan kaki ke sinagoga terdekat. Tidak ada suara motor dan mobil di jalan.
Yang terdegar suara orang melawatkan mazmur. Dua kali seminggu mereka berpuasa, tidak wajib sifatnya; tetapi kalau hari Sabat adalah hari wajib berpuasa. Banyak lagi aturan lain yang berlaku pada hari Sabat sebagai saat yang digunakan untuk memuliakan Yahwe. Sampai sekarang tradisi Yahudi memelihara hari Sabat sungguh dilakoni, karena merupakan salah satu dari Sepuluh Perintah Allah dalam Kitab Taurat. Sebagian tradisi ini dilakukan oleh pengikut Advent Hari KeTujuh, yang mengambil hari Sabtu sebagai hari Sabat; hari dimana Tuhan beristirahat setelah enamhari menciptakan dunia beserta segala isinya.
Beda sekali kalau dibandingkan hari Minggu sekarang di kota besar, pagi-pagi masih sepi sekalidi jalan karena digunakan untuk istirahat. Nanti lebih siang lagi orang-orang memadati mall-mall yang ada. Gereja-gereja disini masih penuh setiap minggu pagi, tetapi di berbagai negara barat kehidupan memuliakan Tuhan sepertinya sedang meredup. Padahal dalam Perjanjian Baru, hari Minggu adalah hari yang digunakan merayakan kemenangan dan kebangkitan Tuhan atas maut. Read the rest of this entry »












Bagaimana menurut Anda?