Mau Mendengar Atau Mau Didengar

16 07 2008

Menurut saya, Yesus menyindir mereka yang merasa kaum cerdik pandai dan juga mereka yang merasa bijak, dalam hal ini adalah ahli taurat dan orang-orang farisi, karena orang-orang ini biasanya tidak mau mendengar rahasia Tuhan dari orang lain tetapi hanya mau didengar.

Dalam satu perjalanan saya menuju pedalaman Sumatra, kota yang berbatasan antara Palembang dan Bandar Lampung dengan menumpang Truk barang, jika saja sang supir tetap tinggi hati tidak mau mengurangi angin pada ban truk atas anjuran seorang anak kecil agar bisa lolos dari hadangan portal, tentu truk tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Ternyata sikap seperti ini banyak dialami oleh mereka yang berada dipuncak pimpinan, selalu merasa paling bijaksana, serba tahu dan harus didengar, padahal orang yang bijak tidak pernah merasa dirinya bijaksana, demikian pula dengan kaum cerdik pandai.

Rahasia keberhasilan Suharto memimpin Negeri ini selama 32 tahun adalah dengan mengumpulkan orang-orang cerdik-pandai, menyuruh mereka berdiskusi dan mendengarkannya lalu mengambil kesimpulan untuk dijadikan sebuah keputusan, sehingga semua merasa berjasa dan dihargai atas keputusan itu. Jatuhnya Suharto secara kurang terhormat karena dia bosan mendengar. Read the rest of this entry »





Rahasia Yang Tidak Rahasia

16 07 2008

“Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”

Sudah nonton film Kung Fu PANDA? Hanya satu diantara para warior yang terpilih sebagai Pendekar Naga, boleh mendapatkan rahasia kekuatan tak terkalahkan dari Kitab Naga. Tai Lung, musuh besar yang begitu kuat dan ditakuti semuanya, berusaha untuk mendapatkan Kitab Naga untuk menjadi jagoan nomor wahid. Ternyata kode rahasia dalam Kitab Naga yang ternyata kosong dapat dipecahkan oleh ayah Panda, pembuat bakmi yang sederhana pikirannya. Tidak ada yang rahasia katanya kecuali…. dirimu sendiri.

Begitu banyak pelatihan dan seminar diadakan dengan iming-iming berbagi ‘rahasia’ sukses dengan tarif yang ajubilah mahal. Dan setelah diikuti ternyata rahasianya… sederhana banget! Bahkan begitu sederhananya sampai kepada hal kecil remeh temeh yang disepelekan orang. Contohnya ‘know your customer’; dari dulu kita diajarkan ortu untuk menyebut dan menghafal nama orang kalau mau dikenal? Nah keberhasilan seorang marketer adalah kekuatannya mengenali nama dan kebiasaan pelanggan. Cerita para pebisnis atau orang yang sukses pun demikian juga, nothing is new. So simple.. tapi kadang kita mengharapkan rahasia sukses yang sulit dan rumit karena sulit dicapai. Read the rest of this entry »





Proficiat Untuk Uskup Bandung: Mgr J. Pujasumarta Pr

16 07 2008

Hari ini umat Keuskupan Bandung secara resmi mendapatkan Uskup yang baru. Mgr J Pujasumarta Pr, mantan vikep Keuskupan Agung Semarang, ditahbiskan sebagai Uskup oleh Bapak Uskup J. Kardinal Darmaatmadja S, Mgr Leopoldo Girelli wakil dari Vatican, dan Mgr I. Suharyo Pr Uskup Agung Semarang. Akhirnya setelah sekian lama posisi tersebut kosong, Vatican telah memilih adik kandung romo Ismartono, SJ ini menjadi Gembala bagi umat katolik di tanah sunda.

Romo Puja (baca: Pujo) yang saya kenal adalah orang yang sederhana dan ndemenake (= menyenangkan), sangat membumi bagi seorang imam dengan jabatan begitu tinggi.

Saya mulai mengenal beliau saat terjadi musibah gempa bumi di Jogya Mei 2006. Romo Puja sebagai Vikjen KASemarang menyediakan diri dengan membagikan email dan nomor HPnya  sehubungan dengan mobilisasi bantuan. Sejak itulah saya sering kontak, akhirnya berlanjut ke berbagai hal. Saya diteguhkan dengan tulisan-tulisannya via email seperti Lima Roti dan Dua Ikan dan tentang Ekaristi; waktu itu beliau belum punya blog.

Suatu saat saya sedang bertugas ke beberapa daerah, baik untuk pekerjaan, pelayanan maupun urusan kemasyarakatan. Romo Pujo sempat kirim SMS sbb : Gimana caranya mbak, jadi politikus sekaligus jadi pewarta sabda Allah? Hehehe… iya mo gimana bisa ya, saya juga masih heran. Ini semuanya karena karya penyertaan Allah tapi begitulah yang saya lakoni sejak 2004; yang jelas tidak mudah.

Kodar (kopi darat) pertama dengan Romo Puja terjadi di pemakaman Girisonta; saat itu saya sedang berdoa di depan makam para romo sebelum Misa Requiem Rm Scueren SJ dimulai. Ternyata Romo Puja ada dibelakang saya bersama kakaknya Romo Ismartono SJ. Lucu juga ya saya baru bertemu muka dua tahun kemudian, itupun tanpa direncanakan. Read the rest of this entry »