Menurut saya, Yesus menyindir mereka yang merasa kaum cerdik pandai dan juga mereka yang merasa bijak, dalam hal ini adalah ahli taurat dan orang-orang farisi, karena orang-orang ini biasanya tidak mau mendengar rahasia Tuhan dari orang lain tetapi hanya mau didengar.
Dalam satu perjalanan saya menuju pedalaman Sumatra, kota yang berbatasan antara Palembang dan Bandar Lampung dengan menumpang Truk barang, jika saja sang supir tetap tinggi hati tidak mau mengurangi angin pada ban truk atas anjuran seorang anak kecil agar bisa lolos dari hadangan portal, tentu truk tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Ternyata sikap seperti ini banyak dialami oleh mereka yang berada dipuncak pimpinan, selalu merasa paling bijaksana, serba tahu dan harus didengar, padahal orang yang bijak tidak pernah merasa dirinya bijaksana, demikian pula dengan kaum cerdik pandai.
Rahasia keberhasilan Suharto memimpin Negeri ini selama 32 tahun adalah dengan mengumpulkan orang-orang cerdik-pandai, menyuruh mereka berdiskusi dan mendengarkannya lalu mengambil kesimpulan untuk dijadikan sebuah keputusan, sehingga semua merasa berjasa dan dihargai atas keputusan itu. Jatuhnya Suharto secara kurang terhormat karena dia bosan mendengar. Read the rest of this entry »













Bagaimana menurut Anda?