Terima Mujizat Tapi Tolak Tobat

15 07 2008

Rupanya penyertaan Allah dalam kehidupan manusia seharusnya nampak pada kehidupan kota tempat tinggal mereka. Kalau diperhatikan dengan jeli maka taraf hidup keimanan penduduk kota sangat berpengaruh pada wajah dari kota itu sendiri. Berbagai kota didunia yang terkenal dengan kriminalitas yang tinggi, bahasa yang digunakan dijalan-jalan kota adalah kekerasan. Hukum rimba berlaku disana siapa yang kuat akan berkuasa dan menentukan aturan ‘main’.

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus berkeliling ke kota-kota memberitakan kabar baik. ia juga menyembuhkan orang-orang yang sakit, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan. Ada kesembuhan dan ada sukacita karena mereka keluar dan lepas dari penderitaan. Tetapi kalau tidak diikuti pertobatan, keterbukaan untuk menerima karya penyertaan Allah, maka semua mujizat kesembuhan dsb tidak akan ada artinya. Rasa syukur dan pertobatan pribadi akan mengijinkan karya Allah yang menghidupkan dan memperbaharui gerak langkah setiap orang.

Maka alangkah indahnya pertobatan yang disertai rasa syukur dan keterbukaan untuk diubahkan Tuhan. Seseorang yang diperbaharui hidupnya, selain ia disembuhkan dan dipulihkan, ia akan diubahkan menjadi orang yang lebih menyerupai Kristus. Read the rest of this entry »





Pastoral Orang Muda: Kita sama-sama biasa kerja tapi tidak biasa kerja-sama

15 07 2008

Membaca hasil TePas KAJ 2008 kita dihadapkan pada dua ekstrim Orang Muda; satu sisi kelompok orang muda yang membumi dengan isu lokal tapi jarang ada disekitar altar bahkan ada beberapa orang yang tidak mengenal pastor parokinya. Sisi lain ada kelompok orang muda yang menjaga hidup doanya dan mengandalkan Kitab Suci, tapi hidup diawang-awang jauh dari isu lokal yang ada di masyarakat. Padahal diluar itu masih ada lagi kelompok orang muda yang tidak berada di dua-duanya, tidak terlihat di gereja tidak juga ada di akar rumput, dimanakah mereka?

Pada minggu yang sama dengan TePas KAJ di Manado diselenggarakan pertemuan Komisi Kateketik se Indonesia di Manado bertema “KATEKESE DALAM MASYARAKAT YANG TERTEKAN”. Telah disepakati untuk menargetkan perubahan dalam diri umat beriman, sesuai dengan kelompok umur dalam bidang kemanusiaan, hukum maupun politik. Bagaimana menjembatani kepentingan antara keduanya agar efektif baik dari sisi pastoral dan juga dari sisi katekese?

Awalnya setiap komisi atau seksi yang ada dalam Keuskupan dan paroki dibentuk karena memiliki berbagai tujuan. Tetapi akhirnya kita harus kembali lagi pada komunitas basis sebelum menentukan tujuan dan program dari tiap komisi/seksi, sejauh manakah kita mengenal komunitas yang dilayani? Efektivitas organisasi didunia bisnis tergantung berapa baiknya mereka mengenal profil pelanggan dan kebutuhannya. Read the rest of this entry »