A Nation Without Sense of Crisis (Samsi Darmawan)

8 07 2008

Kita tidak punya rasa keprihatinan bersama atau sense of crisis, ini nyata didepan mata, bahkan kita hanya bisa geleng-geleng kepala. Di lokasi perumahan saya tinggal daerah Cikarang saat ini sudah menjadi daerah Industri yang berkembang pesat, bahkan sangat pesat, mulai dari MM2100 (Cibitung) – EJIP, Delta Silikon, Hyundai, Jababeka (Cikarang) – KIIC (Karawang) kira-kira ada 2000 an perusahaan, pabrik dan gudang.

Dengan potensi demikian seharusnya penduduk asli Cikarang yang merupakan campuran antara suku Betawi-Sunda lebih makmur dibandingkan 5 atau 10 tahun yang lalu, tetapi kenyataannya tidak demikian, mayoritas dari mereka ternyata lebih menyukai pekerjaan yang santai, tidak terikat waktu dan banyak waktu untuk menikmati hidup, maka pekerjaan yang dipilih adalah menjadi tukang ojek, supir angkot, jaga warung jualan didepan rumah, atau kalau punya modal halaman rumah mereka dibangun kios atau kamar kost untuk disewakan.

Tuaian yang demikian banyak akhirnya di kerjakan oleh para pendatang, lama-kelamaan penduduk asli tidak siap dengan biaya hidup dan mulai menjual aset miliknya yang kemudian pindah ke pelosok kampung atau kepinggiran kota, dimana harga rumah atau tanahnya lebih murah, sisa dana untuk bertahan hidup selanjutnya, tetapi tetap saja tidak mau belajar untuk lebih cerdas menyikapi hidup yang semakin tidak efisien. Read the rest of this entry »





Wanted: Men for Others

8 07 2008

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Beberapa hari lalu saat saya sedang berada di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, ada demo beberapa LSM yang memperkarakan para konglomerat yang terlibat dalam penggelapan pajak, pembalakan hutan bahkan mengemplang dana BLBI. Penggelapan pajak nya saja diperkirakan sebesar Rp1,3 triliun yang cukup untuk membangun 2,600 gedung puskesmas. Kok bisa? Rupanya modusnya adalah dengan membuat pengeluaran fiktif dengan transfer pricing yang dilakukan kepada perusahaan fiktif di luar negri. Dijualnya murces abiz lalu perusahaan fiktif itu menjualnya kembali dengan harga pasar. Duh! Dengan demikian so pasti perusahaan begini akan terus menerus rugi dan lolos dari beban pajak. Ck ck ck…

Begitu banyak cara-cara digunakan untuk memperkaya diri sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Sedemikian hebatnya sehingga sudah putus rasa iba-nya, rasa kemanusiaannya; apapun menjadi halal. Sementara disisi lain jumlah orang miskin terus bertambah, apalagi dengan naiknya harga BBM. Inipun akan terus naik karena harga minyak dunia masih terus naik. Maka makin lelah lah orang miskin mengikuti segala biaya hidup yang semakin meningkat. Dimanakah rasa keadilan? Padahal dengan adanya pemasukan negara dari pajak akan banyak sarana serta fasilitas pelayanan pendidikan dan kesehatan (seharusnya) bisa dibangun. Read the rest of this entry »