Kita tidak punya rasa keprihatinan bersama atau sense of crisis, ini nyata didepan mata, bahkan kita hanya bisa geleng-geleng kepala. Di lokasi perumahan saya tinggal daerah Cikarang saat ini sudah menjadi daerah Industri yang berkembang pesat, bahkan sangat pesat, mulai dari MM2100 (Cibitung) – EJIP, Delta Silikon, Hyundai, Jababeka (Cikarang) – KIIC (Karawang) kira-kira ada 2000 an perusahaan, pabrik dan gudang.
Dengan potensi demikian seharusnya penduduk asli Cikarang yang merupakan campuran antara suku Betawi-Sunda lebih makmur dibandingkan 5 atau 10 tahun yang lalu, tetapi kenyataannya tidak demikian, mayoritas dari mereka ternyata lebih menyukai pekerjaan yang santai, tidak terikat waktu dan banyak waktu untuk menikmati hidup, maka pekerjaan yang dipilih adalah menjadi tukang ojek, supir angkot, jaga warung jualan didepan rumah, atau kalau punya modal halaman rumah mereka dibangun kios atau kamar kost untuk disewakan.
Tuaian yang demikian banyak akhirnya di kerjakan oleh para pendatang, lama-kelamaan penduduk asli tidak siap dengan biaya hidup dan mulai menjual aset miliknya yang kemudian pindah ke pelosok kampung atau kepinggiran kota, dimana harga rumah atau tanahnya lebih murah, sisa dana untuk bertahan hidup selanjutnya, tetapi tetap saja tidak mau belajar untuk lebih cerdas menyikapi hidup yang semakin tidak efisien. Read the rest of this entry »












Bagaimana menurut Anda?