Homili Romo Robertus Sarwiseso,CICM di Singapura

6 07 2008

14th Sunday OT/A/2008 at The Church of Christ The King, Ang Mo Kio Avenue 8

Readings: Zec 9: 9-10-Rom 8:9. 11-13; Mt 11:25-30

· My sisters and brothers, three weeks ago, we heard Jesus talking about the harvest. And to help us appreciate what a harvest is, I related that there were farms here in Ang Mo Kio about thirty years ago.

1. Today in the Gospel, we hear Jesus talking about the yoke. What is a yoke? Again, it is an agricultural term. A yoke is a wooden frame that farmers put over their buffalo to allow it to pull the plough or a cart. The yoke is still being used today in parts of Thailand and Vietnam.

2. So as you can see, the yoke is indeed a burden to the buffalo. It means hard work. It means heavy load. It means suffering – and not joy.

3. When Jesus tells the people of his time that His yoke is easy and His burden light, they could appreciate the full meaning of that statement. It was very clear and powerful to them.

4. Today, the meaning can be described like this: Come to Me and leave on my feet, all your office politics… your work deadlines… your financial problems… the stress of bringing up children… your pain and sickness… and all your brokenness and disappointments in life. Come and leave them all with Me – and I will give you peace.

5. It sounds simplistic, doesn’t it? Well, yes, and no. Read the rest of this entry »





No Plastic Bag lah yauw…

6 07 2008

Mungkin anda pernah dapat email serupa tentang ‘kantung plastik’? Kalau belum, tidak ada salahnya ikut mensosialisasikan demi perbaikan kualitas kehidupan bumi tercinta tempat tinggal kita, terutama bagi anak cucu dan keturunan kita selanjutnya. Saya sendiri selalu menyediakan tas belanja di mobil agar tidak perlu pakai kantung pastik setiap kali belanja.Ternyata gak mudah merubah kebiasaan ya… terutama kebiasaan ‘lupa’ kalau kita sudah menyediakan tas belanjanya. Akhirnya tas belanja saya pindahkan dari mobil ke tas tangan yang saya pegang tiap hari. Kalaupun lupa juga, saya akan minta belanjaan dimasukkan ke dalam box karton yang masih ada nilai jualnya bagi para pemulung. Atau saya menghukum diri sendiri untuk membatalkan belanja. Salah sendiri kok lupa! Jadi ikut kata A’a Gym dengan 3 M nya: Mulailah dari yang mudah, Mulai dari kita sendiri dan Mulai sekarang juga.

Ada apa dengan kantung plastik?

· Dalam satu tahun, 1 triliun kantong plastik digunakan oleh dunia.
· Setiap orang menggunakan sekitar 170 kantong plastik tiap tahun.Ini berarti setiap satu menit-nya 2 juta kantong plastik yang dibuang
· Kantung plastik terbuat dari polyethene (PE), suatu bahan thermoplastic yang lebih dari 60 juta ton bahan ini diproduksi setiap tahun di seluruh dunia terutama menjadi kantung plastik.
· Untuk memproduksi 1 ton plastik diperlukan 11 barel minyak mentah (BBM)
· Di negara-negara maju, penggunaan plastic shopping bags (kantung plastik belanjaan)
di toko dan supermarket mulai dibatasi dan digantikan dengan paper bags (kantung kertas)
yang terbuat dari kertas yang dapat didaur-ulang. Read the rest of this entry »





Why Me, Lord?

6 07 2008

Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; Amerika Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi by pass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.

Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya, “Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?” Ashe menjawab, “Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, di antaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5.000 mencapai turnamen grand slam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbledon, empat orang di semi final, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, ‘Mengapa saya?’ Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, ‘Mengapa saya?’”

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan. Ashe, seperti juga kisah Ayub dalam Alktab, tidak demikian. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup menekan berat

*KETIKA MENERIMA SESUATU YANG BURUK, INGATLAH SAAT-SAAT KETIKA KITA MENERIMA YANG BAIK*

Tentang Arthur Ashe yang lain.





Come To Me

6 07 2008

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Mat 11: 28-29)

Di banyak acara Kebangunan Rohani, rekoleksi atau retret, ayat ini paling sering dijadikan tema. Undangan Yesus membuat banyak orang terpesona untuk menghadirinya, terutama mereka yang sedang diliputi berbagai masalah. Semakin banyak kita temui orang stress akibat kesulitan keuangan, kesehatan, pekerjaan, jodoh dan keluarga. Tetapi sayangnya di jaman yang serba instant ini, orang sering mencari solusi yang juga instan. Maunya sekali datang rekoleksi cespleng, manjur dengan satu sentuhan, sekali datang ke acara retret, didoakan dan …selesai lah sudah. Saat kembali ke kehidupan semula, lho kok masalahnya gak berubah; ya iyalah … lha wong hati dan sikapnya juga belum berubah. Tentu cara pandang menghadapi masalah juga belum berubah.

Padahal dalam Injil hari ini dikatakan bahwa untuk mendapatkan kelegaan dan ketenangan memang kita diundang untuk datang kepada Yesus. Tapi setelah datang pada Yesus, kita juga perlu penyerahan diri seperti sapi yang dipasang kuk. Kita mau menyediakan diri dipimpin dan dikemudikan kemanapun oleh Yesus agar dapat mencapai kelegaan dan ketenangan yang membebaskan kita. Kita merindukan hidup yang lebih berbahagia, tapi kita lebih sering takut untuk menyerahkan hidup kita secara total kepada Yesus. Ironisnya, kita ingin diberkati, tapi tidak mau dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kita mau datang pada Yesus hanya saat kita punya masalah saja, setelah itu … kemana kita? Siap untuk menyerahkan beban kita pada Yesus, tapi tidak siap menukarnya dengan kuk yang akan dikendalikan oleh Yesus. Read the rest of this entry »