Hasil Penelitian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

30 06 2008

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menetapkan sepuluh tayangan siaran TV bermasalah dan meminta publik untuk mewaspadainya. Tayangan-tayangan tersebut mencakup sinetron serial, variety show, dan tayangan anak.
Adapun tayangan-tayangan yang bermasalah tersebut adalah, Cinta Bunga (SCTV), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Extravaganza (Trans TV), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI), dan Super Seleb Show (Indosiar).
Penetapan ini didasarkan atas hasil evaluasi tim panelis yang diketuai oleh Prof. Dr. Arief Rahman, wakil ketua Dedy Nur Hidayat Ph.D, dan anggota Dr. Seto Mulyadi, Dra. Nina Armando MSi, Bobby Guntarto, MA, dan Ir. Razaini Taher serta dibantu oleh 11 orang analis.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja menerangkan, suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik, sosial, dan psikologis) baik dalam bentuk tindakan verbal maupun non verbal, pelecehan terhadap kelompok masyarakat maupun individual, penganiayaan terhadap anak serta tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan.

Hasil penelitian lain:

Acara TV untuk anak yang masuk kategori AMAN:
Minggu 1 dan 2 April 2008

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
RCTI
AnTV
Trans
Trans
Trans
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G
TV G
After School
Renovasi Sekolah
Surat Sahabat
Cerita Anak
Main Yuk!
Bocah Petualang
Laptop Si Unyil
Jalan Sesama
Si Bolang Ke Kota
Buku Harian si Unyil
Cita-citaku
Dora The Explorer
Go! Diego Go
Chalkzone
Backyardigans

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

14.30

12.30
13.00
13.30

04.30
05.00
06.30

15.30

12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00


09.30

07.30
08.00

12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00

Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak: “Potret Sinetron Remaja Indonesia” dilakukan terhadap 92 judul sinetron, dengan 362 episode sepanjang 464 jam. Konsep yang dieksplorasi adalah kekerasan, mistik, seks, serta moralitas. Read the rest of this entry »





Ad Maiorem Dei Gloriam

30 06 2008

“Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Salah satu keputusan terberat dalam kehidupan manusia adalah untuk berkata ya saat akan menikah. Keputusan ini akan menuntut dua hal dari kita, skala prioritas dan komitmen. Skala prioritas berarti kita menyatakan bahwa keluarga adalah yang terpenting, nomer satu diatas semuanya, lebih penting dari keingingan diri sendiri. Oleh karenanya dituntut komitmen untuk siap berbagi dengan pasangan. Siap memberi dan siap melengkapi.

Bisa dibayangkan akibat dari mereka yang tidak setia pada komitmen pernikahan. Segala-galanya bisa ikut hancur, hidup pasangannya bahkan termasuk menghancurkan kehidupan anak-anaknya. Oprah Winfrey Show mengisahkan dampak perceraian bagi anak-anak bahkan yang masih balita sekalipun, mereka sangat menderita dalam kehidupannya; terutama adanya perasaan ikut bersalah atas perceraian orang tua mereka sehingga membuat mereka merusak dirinya sendiri.

Itu baru komitmen untuk mengikatkan diri pada seorang manusia, maka bisa dibayangkan betapa beratnya komitmen yang dituntut saat kita mengikatkan diri sebagai pengikut Kristus. Sekali kita mengikut Kristus maka Ia ingin menjadi yang utama dalam kehidupan kita. Ia tidak ingin di nomer duakan karena Ia sungguh-sungguh mengasihi kita. Tidak ada orang yang begitu mengasihi sesamanya sampai rela menghitung helai rambut dikepalanya. Bahkan Tuhan tahu persis berapa banyak rambut di kepala kita karena Ia lah pencipta kita. Tak ada satu rambutpun gugur tanpa seijinNya. Wah.. Read the rest of this entry »





Kabar dari Waghete – Rm Mardi Santosa SJ

29 06 2008
Sejak akhir Mei romo Mardi Santosa SJ berkarya di waghete, sebuah desa di pedalaman Nabire. Saya mengenal romo Mardi yang sangat peduli dengan pertanian rakyat sejak di desa Danan Wonogiri yang sering kesulitan air. Berikut saya sertakan kabar terakhir dari romo Mardi agar menjadi doa kita bersama serta membangun rasa solidaritas umat beriman.
Dear ibu Ratna sekeluarga,
Sekarang saya ditugaskan di pedalaman Papua, tepatnya di paroki Waghete. Belum ada listrik, telpon dan jalan aspal. Air saja kami harus puas dengan air hujan. Daerah amat dingin, dan tiap hari turun hujan. Untuk mencapai daerah ini dari kota Nabire bisa ditempuh dengan jalan darat. Dalam keadaan normal, mobil penumpang bisa mencapainya dalam 15-20 jam, sedang untuk angkutan barang bisa jauh lebih lama. Selain itu bisa juga ditempuh dengan menggunakan pesawat jenis twin otter atau pilatus, mendarat di kota Enarotali dan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan umum bisa mencapai tempat ini.

Sore ini saya tiba di Nabire, maka bisa kirim email. Saya turun untuk berobat, karena saya diserang sejenis kutu yang dalam bahasa setempat namanya DIDIPA. Kutunya kecil, keras, berwarna hitam dan meloncat kesana-kemari. Disemprot hit juga tidak mati. Luka yang ditinggalkan kemudian melepuh, terasa panas dan dari hari ke hari semakin besar. Tadi siang langsung ke dokter dan sudah mendapatkan obatnya. Binatang ini munculnya pada musim-musim tertentu, dan sekarang sedang akan mewabah. Semoga segera mendapat penanganan dari puskesmas. Sebenarnya saya ingin menggunakan transportasi darat, namun karena jalan yang menghubungkan Paniai dsk (termasuk Waghete) dengan Nabire terputus sejak berapa waktu yang lalu, maka arus transportasi barang dan manusia melalui jalan darat amat terganggu. Truk-truk banyak menumpuk di jalan yang rusak, dan bisa lebih dari dua minggu menunggu untuk bisa lewat. Tak pelak lagi di beberapa daerah seperti Enarotali, Waghete, Moenamani, Eupoto, dll terjadi kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok seperti: sembako, bensin, minyak tanah, dll. Khusus di Waghete, sudah lima hari ini tidak ada lagi beras dan bensin, sementara barang-barang kebutuhan yang lain semakin menipis.

Beberapa hari sebelum barang benar-benar langka di pasaran, harga barang-barang tersebut sudah amat mahal. Sebagai contoh harga bensin sudah mencapai Rp. 35.000,00/ltr, Raskin sudah Rp. 15.000,00/kg. Harga barang-barang lain setali tiga uang. Tiga hari yang lalu beberapa umat sedang mendiskusikan jalan keluar atas krisis ini. Salah satu ide yang muncul adalah mencarter pesawat AMA milik missi untuk mengangkut bensin dan beras dari Nabire, namun akhirnya dibatalkan karena untuk pesawat jenis pilatus yang hanya berani membawa barang sekitar 700 kg, beaya yang harus dibayar konon tidak kurang dari 10 juta rupiah. Syukur bahwa mayoritas masyarakat asli masih bisa bertahan dengan ubi dan talas. Hanya masyarakat pendatang dan penduduk asli yang sudah bergaya sebagai pendatang (makan nasi) sudah mulai kelimpungan.

Kendaraan umum (jenis kijang) yang menjalani rute Enarotali – Waghete yang biasa melintas tiap hari Senin, Rabu dan Jumat, dalam keadaan normal sehari bisa sekitar 10 kendaraan yang masuk dan keluar Waghete, namun saat ini terasa berkurang cukup drastis. Beberapa sopir yang ditemui mengatakan, jika dalam minggu ini tidak ada pasokan bensin dari Nabire, maka sebagian besar kendaraan bermotor akan dengan sendirinya berhenti menggelinding di beberapa daerah yang pasokannya tergantung dari Nabire. Karena tadi sudah menunggu sekitar 3 jam tidak ada kendaraan melintas, maka saya tadi menggunakan motor pastoran dari Waghete menuju Enarotali. Bak seorang crosser saya menyusuri jalan berlumpur dan banjir masih tersisa disana sini. Dari Enarotali saya melanjutkan perjalanan dengan pesawat jenis twin otter, yang selain mengangkut manusia juga mengangkut babi, itik dll.

Kemarin siang ada beberapa ibu-ibu datang ke pastoran, bertanya apa bisa membeli beras dari pastoran? Bruder Norbert yang mengurusi rumah tangga pastoran menjawab bahwa beras juga amat tipis dan selama ini penghuni pastoran hanya membeli beras jatah para guru SD yang tidak mereka ambil. Bruder menyarankan agar ibu-ibu itu mendatangi rumah para guru SD tersebut, siapa tahu mereka masih menyimpan beras.
Saya kira inilah salah satu akibat dari gagasan/konsep kesejahteraan yang kebablasan. Orang-orang pedalaman papua yang makanan pokoknya adalah ubi dan talas, dikondisikan untuk menggantinya dengan beras yang tidak pernah mereka tanam. Nah ketika mereka sudah terbiasa dengan beras dan sekarang mengalami krisis pangan seperti ini, beberapa dari mereka sudah susah untuk diajak berbalik makan ubi dan talas. Memang makan nasi terasa jauh lebih enak daripada makan ubi. Saya makan ubi rebus beberapa hari saja perut terasa sebah, mulas dan tidak nyaman, dan yang lebih parah adalah kentut tak pernah henti, he.. Namun talas jauh lebih enak, karena lebih nyaman di perut daripada beras jatah PNS di pedalaman papua,   bisa dibayangkan sendiri lah.

Berita kelulusan:

Saya tidak tahu apakah ini berita duka atau berita gembira. Para siswa dari SMP Negeri maupun SMP Katolik Waghete semua dinyatakan lulus. Saya sendiri meragukan akan hasil ini, dalam arti kemurnian nilainya. Lha membaca saja tidak lancar, untuk bidang studi matematika mereka belum lancar pada operasi perkalian, pembagian serta operasi untuk bilangan-bilangan negatif serta pecahan, he. ya sudahlah itu urusan mereka yang berwenang disitu. Bukan hal luar biasa bila kami mendengar komentar miring, bahwa banyak rekayasa dalam pengejaan soal UAN. SMA yang ada di waghete juga meluluskan semua siswanya, hebat kan? Entah yang pinter gurunya, entah siswanya entah siapa lagi, yang jelas mereka semua lulus. SMA ini beberapa tahun yang lalu mulai meluluskan siswanya, dan yang masih dikenang sampai sekarang, ketika meluluskan siswa angkatan pertama, ada siswa yang sudah mempunyai tiga orang anak, hebat kan? Saya angkat jempol untuk SMA Negeri I Biak Numfor yang kelulusannya adalah nol (0) % alias tidak ada yang lulus. Dan itu pasti nilai murni dari anak-anak. Kejujuran dalam bidang pendidikan rasanya semakin jauh panggang dari api, maka siap-siap saja bahwa mereka nanti bila sudah menjadi petinggi juga akan meneruskan tradisi KORUPSI HATI NURANI. Untuk merayakan sukses besar kelulusan ini (dimana kelulusan 100% konon amat jarang terjadi) mereka dan sebagian warga berpawai sambil berlari bolak-balik di sepanjang jalan utama Waghete yang jaraknya sekitar 2 km. Mereka berteriak-teriak dengan pakaian seadanya yang sudah bercampur lumpur. Teriakan bak kemenangan perang bergema sejak diumumkan pada jam 12 siang dan baru berhenti pada jam 5 sore.

Berita kesehatan:

Wabah kolera sudah dapat ditanggulangi di beberapa daerah. Masalah pokoknya adalah kurangnya pengertian warga masyarakat untuk hidup sehat. Pergi ke mana-mana tanpa alas kaki, maka penyakit cacingan menjadi hal yang terjadi di mana-mana. Beberapa kali saya melihat dengan mata kepala sendiri, ada warga masyarakat yang langsung meminum dari air selokan. Rumah mereka juga tidak sehat. Tidak ada kamar, meja kursi dll. Babi kadang juga masuk di dalam rumah. Karena suhu udara amat dingin, maka mereka memasang tungku di tengah ruangan. Kaki-kaki mereka didekatkan pada tungku agar tidak kedinginan. Akibatnya selain kaki sering terbakar juga penyakit infeksi saluran pernafasan menjadi hal yang biasa.
Jika ada teman-teman yang berminat pada SARANG SEMUT, yang konon dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kanker dll, silahkan kontak kepada saya. Anak-anak sedang giat mencari dan mengolah barang ini. Artikel untuk sarang semut ini bisa bapak dapatkan di majalah Trubus atau menjelajah dunia maya internet. Di waghete sekarang ada wartel yang konon menggunakan koneksi satelit, maka beaya juga amat mahal.
Karena koneksi internet amat lambat dan juga mahal, maka saya berharap tidak dikirimi berita disertai attachment yang memuat file besar, sering putus di jalan, he…

Saling doa dari jauh ya, agar apa yang kita lakukan dan perbuat kian berkenan di hadapan Tuhan dan berguna bagi sesama.

Salam dan doa
Mardi Santosa, SJ





Injil Yesus Kristus menurut (saya)

29 06 2008

“Tapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Saat mengikuti seminar tentang kewirausahaan, tiap peserta memiliki definisi berbeda tentang wirausaha atau ‘entreupreunership”. Wah itu hanya untuk orang berduit, kita mah gak bakat bisnis. Ada lagi yang mengatakan saya cuma ibu rumah tangga, bisa apa ya? Yang lain mengatakan ide sih banyak tapi gak ada modal akhirnya NACO No Action Concept Only; atau kerjanya menghitung-hitung melulu sampai akhirnya berkesimpulan “not feasible” karena NARO No Action Review Only, yaaaa.. kalau menghitung-hitung terus lalu kapan mulai bisnis nya dong?? Masing-masing punya persepsi berbeda tentang ‘wirausaha’ tapi di hati kecil tetap ingin sukses seperti wirausaha lain yang punya pasif income lebih banyak dari kebutuhannya. Mengapa? Karena tiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda baik yang gagal maupun jatuh bangun akhirnya malas mulai mencoba lagi. Padahal seorang wirausaha yang sukses hanya berbeda selangkah, mereka bangun dan melangkah lagi saat mereka jatuh.

Didalam ID Card warga-negara lain rasanya agama jarang sekali dicantumkan, karena agama sudah masuk ranah privat sama halnya dengan status perkawinan. Tapi bagi kita, khususnya orang Indonesia ada label agama : yang tidak bisa kosong; bisa kristen, katolik or yang lainnya. Pertanyaannya sama seperti di atas : menurut anda apakah definisi agama? Siapakah Tuhan bagi anda? Berdasarkan pengalaman anda beragama, Tuhan itu bagaimana? Apa pengaruhnya bagi kehidupan anda sekarang? Setiap orang akan sampai pada pertanyaan itu dalam hidupnya.

Khusus bagi kita umat kristiani, apa artinya Yesus Kristus bagi kita? Kita semua tahu apa yang ditulis oleh Santo Yohanes, Santo Matius, Santo Markus dan Santo Lukas dalam kitab-kitab mereka. Para murid Kristus telah membuktikan bagaimana pengaruh ajaran Kristus dalam hidup mereka, bahkan dalam kitab Kisah Para Rasul hampir semua pengikut Kristus mengalami aniaya dan penderitaan. Toh mereka tetap bahagia melakukannya bahkan upah mereka adalah boleh memberitakan Injil.

Hari ini juga dirayakan penghormatan bagi St Petrus dan St Paulus. Mereka berdua mengalami dan menghayati Injil sungguh-sungguh sampai akhir hidupnya. Tetapi perbedaan paham antara keduanya tidak membuat Injil surut dari pemberitaan. Mereka berpisah tapi masih tetap dalam semangat pekabaran Injil yang membara. St Petrus terus memberitakan Injil dan diakhir hidupnya ia memilih tidak layak mati seperti Kristus Sang Guru, sehingga memilih mati dengan disalib terbalik dengan kepala di bawah. Sedangkan St Paulus yang surat-suratnya tersebar sebagai tanda pekabaran Injil diseluruh Asia kecil, wafat sebagai martir dengan kepala yang dipancung. Mereka tetap bahagia dan terus berkobar semangatnya dalam penderitaan akibat pekabaran Injil. Read the rest of this entry »





Proficiat untuk Bapak Kardinal Julius Darmaatmadja SJ

29 06 2008

Hari ini tepat pesta perak perayaan tahbisan Uskup bagi Gembala kita Bapak Kardinal Julius Darmaatmadja. Membaca otobiografinya dalam majalah HIDUP #26-2008 sungguh menjadi penziarahan iman tersendiri dalam mengenali panggilan Tuhan Bapak Kardinal sebagai Gembala. Berasal dari paroki yang termasuk tertua di Indonesia, Muntilan yang juga disebut Bethlehem van Java, Pastor Van Lith menaburkan benih-benih panggilanNya disana yang akhirnya di panen untuk Gereja Indonesia. Sebagai salam hormat saya, saya sertakan Surat Gembala berkenaan dengan perayaan 25 tahun tahbisannya sebagai Uskup. Semoga kasih Tuhan dengan segala hikmatNya menyertai Bapak Kardinal senantiasa.

1. Para imam, bruder, suster dan saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus. Tanggal 29 Juni 2008 ini , saya akan genap 25 tahun menjadi Uskup. Tahbisan uskup dan tahbisan imam merupakan rahmat bagi seluruh umat. Dengan tahbisan tersebut pelayanan sabda, pengudusan dan penggembalaan didalam Gereja dilestarikan dimanapun sepanjang jaman. Dengan itu karya penyelamatan Yesus dihadirkan ditengah umat dan masyarakat. Saya menyambut rahmat itu “In Nomine Jesu” dalam nama Yesus, yaitu Allah yang menyelamatkan. Maka saya mengajak anda sekalian untuk bersyukur, sekaligus mendoakan saya agar saya selalu setia melaksanakan tugas saya sebagai Uskup, sebab Allah Bapa selalu setia. Tak lupa kita mohon berkat bagi seluruh Keuskupan dan masyarakat kita, yang sedang mengalami situasi yang tidak mudah.

2. Saudara-saudari yang terkasih, dalam bacaan I tadi (Yer 20:10-13) , Nabi Yeremia didalam kesulitan hidupnya melihat Tuhan sebagai pahlawan, sebagai pembela yang gagah perkasa. Lalu ia mengajak untuk memuji Tuhan. Saya juga mengajak Anda semua bersyukur bersama saya. Yesus Sang Gembala Baik telah mengutus saya menjadi Uskup 25 tahun yang lalu dan menyuruh saya menebarkan jala, seperti dulu Ia memerintahkan kepada Petrus, Yesus dan RohNya ini juga saya alami sebagai Pahlawan dan Pembela saya. Saya kira Anda pun kerap mengalami kekuatan dari Dia dan Roh Nya pada saat Anda menjumpai kesulitan dan mohon kekuatan dari padaNya. Memang karunia Allah, seperti dikatakan dalam bacaan II tadi (Rm 5:12-15), selalu lebih besar dari dosa-dosa kita. Sebab karunia yang kita terima adalah Yesus Putra Allah sendiri dan Roh KudusNya. Burung pipit pun dijaga oleh Bapa sehingga tak seekorpun jatuh kebumi di luar kehendakNya. Kita juga dijaga, agar jangan terperosok ke dalam neraka, dengan mengaruniakan kepada kita Allah Putra dan Roh KudusNya. Read the rest of this entry »





Saya Pasti Sembuh

28 06 2008

“Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Setiap kali saat pemecahan roti sebelum menyambut komuni, romo paroki senang sekali menyanyikan Puji Syukur 418 sambil mengangkat piala. Saya bersimpuh hormat dibelakangnya sambil mengatupkan tangan ke atas kepala sebagai prodiakon. Tapi setiap kali itu pula saya tidak bisa menahan air mata yang menetes saat menyanyikan lagu “Tuhan, tak layak aku”.

Siapakah aku ini sehingga aku diijinkan menyambut Tubuh Tuhan, santapan mulia. Santapan yang menyembuhkan, yang memulihkan raga yang letih yang lesu yang jauh dari sempurna. Hanya santapan inilah menjadi sumber kekuatan kita menghadapi kehidupan yang berat. Dan lamat-lamat kita melantunkan doa dalam senandung lagu yang memohon kekuatan untuk mampu mewartakan karunia rahmat Tuhan bagi dunia.

Speechless, demikian lah setiap kali menyanyikan lagu ini. Pada akhirnya saya memeriksa diri sendiri, layakkah aku menjadi Bait Roh Allah, yang maha mulia yang mau bersemayam dalam tubuh fana ini. Kiranya kasih dan kemurahan Tuhan lah yang melayakkan kita. Sekarang saya mengerti, mengapa almarhum bapak jauh-jauh hari sudah memesan bahwa ayat inilah yang harus dituliskan di batu nisannya. Read the rest of this entry »