Salam Maria, Penuh Rahmat

31 05 2008

Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.

Bersyukurlah mereka yang mendapat santa pelindung Maria, berarti orang tua mereka sungguh memahami keteladanan Bunda Maria. Selayaknyalah keteladanan itu juga menjadi inspirasi sepanjang kehidupan mereka selanjutnya. Hari ini adalah hari terakhir dalam Bulan Rosario yang khusus dipersembahkan bagi Bunda Maria. Mari kita meneladani ketaatannya dan kepekaannya yang senantiasa mengandalkan pimpinan Roh Kudus.

Maria muda yang penuh dengan Roh Kudus, baru saja melalui krisis kehidupan pertama sebagai ibu. Ia lolos dari ancaman hukuman rajam akibat hamil sebelum bersuami. Masih penuh dengan sukacita karena Santo Jusuf tetap bersedia mengawininya, ia teringat pesan malaikat bahwa sepupunya yang sudah tua, Elisabet mengandung. Maka tergeraklah hati Maria yang sedang hamil muda untuk berangkat ke pegunungan Yehuda. Ia ingin berbagi sukacita dengan sepupunya, yang hamil di masa tuanya; ia pun juga ingin menemani dan membantu sepupunya mengurus rumah tangganya saat Elisabet hamil tua.

Rasanya kebanyakan perempuan yang pernah hamil pasti merasakan ‘morning sickness’; akibat perubahan hormonal semasa kehamilan di trimester pertama. Bukan hal yang mudah untuk dinikmati walau kadarnya macam-macam. Bisa pusing, mual, mudah lelah, mudah marah, pegal-pegal, ngantuuuk.. wah susah untuk diceritakan. Apalagi bulan-bulan pertama adalah usia rawan suatu kehamilan, stress sedikit saja bisa mengakibatkan keguguran. Bunda Maria memilih mengatasi ‘morning sickness’nya, mungkin naik keledai yang sama yang dipakai ke Bethlehem untuk pergi ketempat yang jauh, sekitar 80 km dari tempat asalnya. Bukan hal nyaman naik keledai, apalagi di jalanan mendaki di pegunungan. Saya pernah merasakan sulitnya naik keledai, lha merosot terus…mungkin ‘boncengan’nya terlalu besar ya. Mungkin juga karena tidak terbiasa, tapi pegal sekali duduk lama di punggung keledai. Lebih pegal dari pada duduk boncengan miring dengan sepeda motor. Jadi bisa terbayang lah, kalau hamil muda naikkeledai dan berjalan jauh begitu, apakah bunda Maria tidak khawatir dan takut keguguran ? Lagipula ini kan anak titipan Allah? Not an ordinary baby. Read the rest of this entry »





Hati Kudus Yesus

30 05 2008

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (Mat 11: 28-29)

Di banyak acara Kebangunan Rohani, rekoleksi atau retret, ayat ini paling sering dijadikan tema. Undangan Yesus membuat banyak orang terpesona untuk menghadirinya, terutama mereka yang sedang diliputi berbagai masalah. Semakin banyak kita temui orang stress akibat kesulitan keuangan, kesehatan, pekerjaan, jodoh dan keluarga. Tetapi sayangnya di jaman yang serba instant ini, orang sering mencari solusi yang juga instan. Maunya sekali datang rekoleksi cespleng, manjur dengan satu sentuhan, sekali datang ke acara retret, didoakan dan …selesai lah sudah. Saat kembali ke kehidupan semula, lho kok masalahnya gak berubah; ya iyalah … lha wong hatinya belum berubah. Tentu cara pandang menghadapi masalah juga belum berubah.

Padahal dalam Injil hari ini dikatakan bahwa untuk mendapatkan kelegaan dan ketenangan memang kita diundang untuk datang kepada Yesus. Tapi setelah datang pada Yesus, kita juga perlu penyerahan diri seperti sapi yang dipasang kuk. Kita mau menyediakan diri dipimpin dan dikemudikan kemanapun oleh Yesus agar dapat mencapai kelegaan dan ketenangan yang membebaskan kita. Kita merindukan hidup yang lebih berbahagia, tapi kita lebih sering takut untuk menyerahkan hidup kita secara total kepada Yesus. Ironisnya, kita ingin diberkati, tapi tidak mau dipakai untuk memberkati orang lain. Kita mau datang pada Yesus saat kita punya masalah saja, setelah itu … Siap untuk menyerahkan beban kita pada Yesus, tapi tidak siap menukarnya dengan kuk yang akan dikendalikan oleh Yesus. Read the rest of this entry »





Doa Bagi Pengudusan Imam

29 05 2008

Tuhan terkasih, Bapa Pengasih, aku berdoa kepadaMu:

Lindungilah para imam gereja-Mu, sebab mereka itu milik-Mu. Biarlah hidup mereka terbakar luluh di atas altar-Mu yang suci, sebab mereka telah disucikan dan menyucikan diri bagi-Mu saja.

Lindungilah mereka, sebab mereka berada di tengah dunia, meskipun mereka bukan dari dunia ini. Masukkanlah mereka dalam lubuk hati-Mu, bila nikmat duniawi menggoda dan memikat mereka. Lindungilah dan hiburlah mereka dalam saat-saat sepi, susah derita, dan bila pengorbanan hidupnya nampak sia-sia.

Ingatlah ya Tuhan, tak seorang pun kecuali Engkau yang menjadi pemiliknya yang sah… Dan walau mereka Kauberi panggilan ilahi, tetapi tetaplah mereka memiliki hati insani, dengan segala kerapuhannya. Maka, Bapa terkasih, lindungilah mereka bagaikan biji mata-Mu, dan peliharalah mereka bagaikan hosti tanpa noda.

Semoga setiap hari, pikiran dan perbuatannya aman terjaga dan menjadi teladan indah bagi seluruh umat-Mu. Tuhan terkasih, sudilah memberkati mereka senantiasa. Terpujilah Engkau yang telah memanggil dan mengutus mereka, terpujilah Engkau yang tetap mendampingi dan memampukan mereka.

Ya Hati Kudus Imam Agung Yesus, kasihanilah mereka. Ya Hati Tersuci Maria, Ratu para Imam, doakanlah mereka. Santo Yohanes Maria Vianney, doakanlah mereka. Bapa kami…Salam Maria…Kemuliaan…

Disebarluaskan oleh:
Badan Kerjasama
Bina Lanjut Imam Indonesia [BKBLII] – Kom Seminari KWI
Jl. Cut Meutia 10 Jakarta Pusat
Telephone: 021-31935541
E-mail: komsem@kawali.org




30 Mei HARI DOA SEDUNIA UNTUK PENGUDUSAN PARA IMAM

29 05 2008

Pro Clericis

Yang terhormat dan terkasih para saudara dalam imamat.

Pada Pesta Hati Kudus Yesus, marilah kita mengarahkan mata hati dan pikiran kita dengan pandangan yang selalu dipenuhi kasih pada Yesus, satu-satunya Penebus hidup kita dan dunia. Berfokus pada Kristus berarti berfokus pada Wajah yang, secara sadar atau tidak, dicari oleh setiap orang sebagai jawaban yang memuaskan terhadap rasa haus yang tak pernah terpuaskan akan kebahagiaan.Hati Kudus Yesus

Kita sudah berjumpa dengan Wajah ini dan kita berjumpa pada hari, pada saat, Cinta-Nya begitu dalam melukai hati kita, sehingga kita tidak dapat lagi menahan diri untuk tiada henti-hentinya memohon hadir di hadapan-Nya. “Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu” (Mzm 5:4).

Liturgi Suci sekali lagi membimbing kita untuk merenungkan Misteri Penjelmaan Sang Sabda, asal dan kenyataan yang mendalam dari persekutuan yang adalah Gereja: Allah Abraham, Iskak dan Yakub telah mewahyukan Diri-Nya dalam Yesus Kristus. “Tak seorang pun dapat melihat Kemuliaan-Nya kecuali disembuhkan terlebih dahulu oleh kerendahan dagingnya…. Karena debu engkau telah menjadi buta, dan dengan debu engkau telah disembuhkan: demikian, daging telah melukaimu, daging menyembuh-kanmu”. (Santo Agustinus, Komentar Injil Yohanes, Homili, 2, 16). Read the rest of this entry »





Vitalisasi Paroki: Jemaat Yang Vital

29 05 2008

Sumber: Seri Pastoral 218 : Jemaat yang vital oleh J Hendriks.

TIngkat keterlibatan partisipasi warga jemaat menentukan keberhasilan revitalisasi paroki karena dengan demikian banyak orang mau bertanggungjawab dan akhirnya merasakan bahwa paroki adalah demi kepentingan umat bersama, bukan pastor/pendeta bahkan uskup. Semakin banyak orang dapat memaknai kembali panggilannya dalam berjemaat, maka semakin menjadi vital dan menarik

Perubahan dalam rangka revitalisasi paroki perlu dipersiapkan dan dicermati perkembangannya agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan pengertian manusia tentang yang baik dan membahagiakan sejalan dengan pengalaman bergaul dengan Allah. Oleh karena itu bagi pembangungan jemaat dirasa penting untuk mengidentifikasikan ketegangan, mengerti sebabnya perpecahan , mengelola konflik yang ada agar tidak berdampak buruk bagi jemaat.

Pada akhirnya, berbeda dalam perusahaan atau organisasi sekuler lainnya, dalam menggereja tidak boleh satupun ditinggalkan, termasuk yang melawan dan menolak partisipasi; inilah tantangan untuk menumbuhkan keahlian dalam mengelola paroki. Ada 5 faktor penentu dalam melakukan revitalisasi paroki; Identitas jati diri, tujuan dan tugas, struktur, iklim dan kepemimpinan yang akan dijelaskan sbb: Read the rest of this entry »





Punya Mata Tapi Tidak Melihat

29 05 2008

Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya (Mrk 10:52)

Beberapa bulan lalu sebelum membuat blog ini, saya sering mengirimkan renungan pribadi lewat milis selesai mengikuti Misa Harian. Awalnya cuma sesekali, tapi karena beberapa orang minta terus dikirimi jadi setiap hari saya kirim. Sekalian “sarapan rohani” sebelum bekerja di kantor, kata mereka. Beberapa minggu kemudian seorang teman mengusulkan membuat blog, tapi saya malay lah. Wah, mana sempat ngurusin dan lagipula saya takut jadi narsis, penyakit yang menyerang para blogger. Rupanya Johan teman saya ini termasuk tipe persisten, sampai didaftarkannya blog atas nama saya, ya betul blog yang ada sekarang ini. Tx ya Jo ! Tapi itupun belum membuat saya tergerak untuk ‘membuat dan mengisinya’ sampai suatu saat saya nonton acara Kick Andy bulan Februari lalu.

Episode kali ini berjudul “Dengan hati melihat dunia” khusus meliput para tunanetra yang bergelut di dunia maya. Mereka punya website sendiri www.kartunet.com bahkan ramaditya punya blog pribadi yang dikerjakannya sendiri di www.ramaditya.com; disamping profesinya sebagai wartawan Detikcom dan sound engineer Mario Bros, produsen game2 online. Wouw… saya sampai terpesona melihatnya, luar biasa mereka ini; dengan keterbatasannya melakukan hal-hal yang orang ‘melek’ tidak melakukannya.

Sambil terharu melihat acara ini, saya seperti mendengar suara Tuhan berbisik Read the rest of this entry »