Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.

Bersyukurlah mereka yang mendapat santa pelindung Maria, berarti orang tua mereka sungguh memahami keteladanan Bunda Maria. Selayaknyalah keteladanan itu juga menjadi inspirasi sepanjang kehidupan mereka selanjutnya. Hari ini adalah hari terakhir dalam Bulan Rosario yang khusus dipersembahkan bagi Bunda Maria. Mari kita meneladani ketaatannya dan kepekaannya yang senantiasa mengandalkan pimpinan Roh Kudus.
Maria muda yang penuh dengan Roh Kudus, baru saja melalui krisis kehidupan pertama sebagai ibu. Ia lolos dari ancaman hukuman rajam akibat hamil sebelum bersuami. Masih penuh dengan sukacita karena Santo Jusuf tetap bersedia mengawininya, ia teringat pesan malaikat bahwa sepupunya yang sudah tua, Elisabet mengandung. Maka tergeraklah hati Maria yang sedang hamil muda untuk berangkat ke pegunungan Yehuda. Ia ingin berbagi sukacita dengan sepupunya, yang hamil di masa tuanya; ia pun juga ingin menemani dan membantu sepupunya mengurus rumah tangganya saat Elisabet hamil tua.
Rasanya kebanyakan perempuan yang pernah hamil pasti merasakan ‘morning sickness’; akibat perubahan hormonal semasa kehamilan di trimester pertama. Bukan hal yang mudah untuk dinikmati walau kadarnya macam-macam. Bisa pusing, mual, mudah lelah, mudah marah, pegal-pegal, ngantuuuk.. wah susah untuk diceritakan. Apalagi bulan-bulan pertama adalah usia rawan suatu kehamilan, stress sedikit saja bisa mengakibatkan keguguran. Bunda Maria memilih mengatasi ‘morning sickness’nya, mungkin naik keledai yang sama yang dipakai ke Bethlehem untuk pergi ketempat yang jauh, sekitar 80 km dari tempat asalnya. Bukan hal nyaman naik keledai, apalagi di jalanan mendaki di pegunungan. Saya pernah merasakan sulitnya naik keledai, lha merosot terus…mungkin ‘boncengan’nya terlalu besar ya. Mungkin juga karena tidak terbiasa, tapi pegal sekali duduk lama di punggung keledai. Lebih pegal dari pada duduk boncengan miring dengan sepeda motor. Jadi bisa terbayang lah, kalau hamil muda naikkeledai dan berjalan jauh begitu, apakah bunda Maria tidak khawatir dan takut keguguran ? Lagipula ini kan anak titipan Allah? Not an ordinary baby. Read the rest of this entry »


Perubahan dalam rangka revitalisasi paroki perlu dipersiapkan dan dicermati perkembangannya agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan pengertian manusia tentang yang baik dan membahagiakan sejalan dengan pengalaman bergaul dengan Allah. Oleh karena itu bagi pembangungan jemaat dirasa penting untuk mengidentifikasikan ketegangan, mengerti sebabnya perpecahan , mengelola konflik yang ada agar tidak berdampak buruk bagi jemaat.











Bagaimana menurut Anda?